Pagi itu setelah berbincang di kantin dengan seorang Guru BK, saya diantar seorang Guru Seni Budaya sebuah sekolah SMA yang sedang saya kunjungi menuju ke ruang Kepala Sekolah. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya saya dapat berbincang dengan Bapak Kepala Sekolah tersebut. Beliau memiliki sosok yang ramah, santun, sangat terkesan orang yang berilmu sekaligus agamis, dan selama perbincangan berlangsung beliau selalu mendengarkan lawan bicara secara seksama.

rivai smanplusBerbincang dengan orang lain adalah sesuatu yang menyenangkan sekaligus akan menambah wawasan. Itulah yang dialami saya, sekolahajadotcom, saat melakukan perbincangan dengan Bapak Drs. H. A. Rivai, M.Pd, Kepala Sekolah SMAN PLUS Provinsi Riau. Hasil perbincangan saya dengan Pak Rivai yang ditulis dalam artikel ini merupakan bentuk rangkuman yang diikuti ulasan berdasarkan pemantauan sekolahajadotcom terhadap kehidupan sehari-hari di area sekolah yang berbasis boarding school dengan gaya bertutur cerita. Artikel ini merupakan bagian pertama dari artikel-artikel lain terkait SMAN PLUS Provinsi Riau.

Setelah beberapa saat menunggu seorang Guru yang sedang berdiskusi dengan Kepala Sekolah tersebut akhirnya saya dipersilahkan duduk dan berbincang dengan Kepala Sekolah tersebut ditemani Pak Khairul Asrar, S. Sn, Guru mata pelajaran Seni Budaya. Kami bertiga berbincang di dalam ruangan Kepala Sekolah.

Saya merasa nyaman di ruangan tersebut karena pertama kali memasukinya sudah disambut dengan senyum tulus penghuninya. Pembicaraan kami berawal dari visi-misi sekolah. Visi SMAN PLUS Pemprov Riau yang beralamat di jalan Lingkar Kubang Raya Pekanbaru – Riau adalah “Menjadikan SMAN PLUS Provinsi Riau yang menghasilkan sumberdaya manusia (SDM) bertaraf internasional berlandaskan imtaq dan budaya melayu”. Visi sekolah ini in parallel dengan UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sisdiknas utamanya pada pasal 1 dan 3. Pada pasal-pasal tersebut secara umum menyebutkan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia. Kemudian pada pasal 3, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan pengamatan sekolahajadotcom selama sehari sebelumnya membuktikan dari waktu kewaktu yang dilakukan para anak didik didalam lingkungan sekolah SMAN PLUS sangat sejalan dengan visi sekolah tersebut. Visi sekolah dituangkan dalam delapan butir misi. Kegiatan para anak didik yang terpantau dan sangat fundamental dari salah satu sekolah unggulan di Riau ini adalah penanaman kedisiplinan. Pihak sekolah dibawah pimpinan Pak Rivai nampak jelas terlihat secara terencana, tertata dan simultan menanamkan kedisiplinan bagi para anak didiknya. Kedisiplinan yang menumbuhkan kesadaran akan nilai dan makna bertanggung jawab. ‘Disiplin’ yang ditanamkan di komunitas sekolah ini  dapat dikatakan sebagai bagian yang integrated dalam melakukan penerapan norma-norma / aturan-aturan secara benar dan tepat sasaran yang mana bertujuan dapat menjadikan proses pendidikan dan pengajaran di internal sekolah bersuasana kondusif dan harmonis. Secara eksternal membudayakan kedisiplinan dalam kehidupan di lingkungan sekolah terhadap anak didik mampu memberikan dampak positif bagi kehidupannya di luar sekolah. Disiplin yang baik menghasilkan kehidupan yang teratur. Disiplin mengatur perilaku dan merupakan unsur yang fundamental dari moralitas.

rivai smaplusMelihat uraian diatas jelas bahwa dampak positif penanaman kedisiplinan terhadap anak didik adalah luar biasa hasilnya. Jadi saya tak heran, ketika Pak Rivai sedikit mengutarakan rangkaian event yang diikuti dan prestasi yang telah diraih anak didiknya dalam tingkat nasional maupun internasional. Prestasi apa saja yang telah diraih SMAN PLUS ini? Silahkan ikuti artikel mendatang.

Mengikuti semua aktifitas harian anak didik SMAN Plus diluar jam sekolah sangat melelahkan bagi saya, mereka beraktifitas tiada henti bak lebah yang telah memiliki aturan waktu dan tugas masing-masing. Beberapa kegiatan berjalan secara simultan tanpa turut campur tangan dari para Guru, itulah yang saya utarakan kepada pak Rivai. Mendengar pengakuan saya pak Rivai hanya tersenyum dan mengucapkan,”……semua aktifitas disini tinggal mengikuti jadwal. Life activities on scheduling”. Kegiatan-kegiatan anak didik telah terjadwal. Semua dan setiap anak didik telah tahu ‘siapa melakukan apa di jam berapa dan targetnya apa’. Kegiatan yang terpantau disuatu sore sekitar jam 17.00 WIB adalah bersih-bersih area sekolah dan asrama, olahraga, passus, dan potong rambut.

Kedisiplinan lain yang benar-benar mengejutkan saya adalah saat malam tiba lampu-lampu kamar dalam asrama dimatikan oleh para anak didik dikala mereka meninggalkan asramanya untuk beraktifitas. Tindakan hemat energi dan ramah lingkungan. Pembinaan kedisiplinan di SMAN PLUS lebih detail akan diulas dalam artikel mendatang.

SMAN PLUS Riau sepanjang pemantauan sekolahajadotcom melakukan stressing menjadi sekolah eksak yang unggul, meski demikian saat ditengah-tengah perbincangan dengan Pak Rivai, beliau sangat concern dengan keseimbangan otak kiri dan kanan para anak didiknya. Saat itu beliau mengutarakan perlunya sarana semacam ajang ‘ekspresi dan apresiasi seni’ bagi para anak didik. “Mereka butuh sarana seperti itu. Mereka butuh tempat untuk melupakan rutinitas sambil berteriak sekaligus berkarya,” kata Pak Rivai.

Stop watch pada hand phone milik saya sudah menunjukkan 28 menit berada di ruang Kepala Sekolah tersebut. Saya yakin beliau punya kesibukan lain yang urgent sifatnya, saya pamit dan memohon izin untuk meliput aktifitas anak didik di sekolah yang didirikan oleh Pemerintah Provinsi Riau di tahun 1998. Saat beberapa langkah meninggalkan ruangan Kepala Sekolah saya baru tersadar bahwa saya memiliki agenda mewancarai beliau mengenai diri beliau untuk saya tampilkan sebagai “profile” di website ini, tapi kenapa tidak saya lakukan. Saya terlupa, terlalu asyik berbicara mengenai aktifitas anak didik SMAN PLUS!*

2 thoughts on “29 Menit Dengan Bapak Kepala Sekolah”
  1. Dengan adanya boarding school maka pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum diharapkan akan membentuk kepribadian yang utuh setiap siswanya. Pelayanan pendidikan dan bimbingan dengan sistem boarding school yang diupayakan selama 24 jam, akan diperoleh penjadwalan pembelajaran yang lebih leluasa dan menyeluruh, segala aktifitas siswa akan senantiasa terbimbing, kedekatan antara guru dengan siswa selalu terjaga, masalah kesiswaan akan selalu diketahui dan segera terselesaikan, prinsip keteladanan guru akan senantiasa diterarpkan karena murid mengetahui setiap aktifitas guru selama 24 jam. Sehingga pembinaan mental siswa secara khusus mudah dilaksanakan, dan maka dari itu dalam makalah ini akan dibahas secara singkat mengenai sistem pendidikan sekolah terpadu (berasrama) yang merupakan bagian dari pembaharuan sistem pendidikan pesantren yang modern yang lebih dikenal dengan boarding school.

    1. Salamqu Cendekia, terima kasih untuk komen anda. Semoga dgn sistem boarding school akan banyak melahirkan manusia Indonesia yang tangguh dunia akhirat. Btw makalah yg anda sebutkan itu makalah yg mana ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.