tbmiiSafety leadership bukan hanya milik orang safety atau departemen safety. Jika anda berada di posisi Supervisor, Superintendent bahkan level Management maka anda adalah safety leader.

Apakah tempat kerja anda menerapkan program toolbox meeting atau TBM? Apakah penerapan program ini adalah dari inisiatif anda sendiri, atau karena ketentuan dari perusahaan anda, ataukah persyaratan dari klien perusahaan anda?

Dari manapun asal program tersebut tidak menjadi masalah dalam artikel ini. Artikel ini mengabaikan hal tersebut. Artikel ini memang dirancang dan ditulis sengaja buat anda yang berposisi sebagai safety leader dan sedang membutuhkan merubah program TBM menjadi sesuatu yang atraktif, hidup, dinamis, tidak membosankan, diminati dan dinanti banyak orang.

TBM dilakukan setiap pagi disetiap hari di tempat kerja, meski hanya maksimal kisaran 15 menit setiap pagi namun itu bisa jadi sesuatu yang sangat membosankan. Membosankan bukan hanya bagi para pendengar namun juga membosankan bagi pembicaranya. Nah, kalau sudah begini bagaimana cara membenahinya? Pergi ke orang pintar atau dukun?? Wow, salah besar! Bacalah artikel ini dengan seksama maka anda Insya Allah akan mendapatkan hikmah dan manfaatnya.

Jika kita ingin memperbaiki sesuatu atau ingin menyembuhkan sesuatu maka kita harus mengetahui apa yang menyebabkan harus kita perbaiki, apanya yang harus kita perbaiki, kenapa harus kita perbaiki, dengan alat apa kita melakukan perbaikan. Begitupun saat kita mencoba untuk menyembuhkan sesuatu maka kita harus mengetahui apa yang menyebabkan harus kita sembuhkan, apanya yang harus kita sembuhkan, kenapa harus kita sembuhkan, dengan alat apa kita melakukan penyembuhan. Begitu juga dengan TBM!

tbmiJika program TBM di perusahaan anda cendenrung mengalami hangat-hangat tahi ayam, membosankan, lambat laun menjadi lesu, ada tanda-tanda program TBM akan terbengkalai, dan lain-lain. Jika anda memiliki leadership yang baik maka segera lakukan evaluasi sejak dini, jangan menunggu collapse atau mati. Lakukan evaluasi program TBM.

Jika telah dilakukan evaluasi terhadap TBM, maka cermati segala sebab musabab dan rekomendasi perbaikannya. Apapun sebabnya, akar permasalahan pasti berujung pada level manajemen. Jika anda sebagai leader maka anda pasti turut terlibat dalam kelesuan program TBM di tempat kerja anda, dan andapun harus berperan penting dalam pembenahannya.

Sebab-sebab langsung lesunya program TBM pada umumnya adalah dikarenakan 3 faktor yaitu pembicara, topik atau materi yang buruk, hambar.

Pembicara (speaker). Hampir setiap orang akan cepat bosan bahkan muak jika sang pembicara berlagak sok tahu, terlalu banyak bicara alias  bertele-tele, sok menggurui, penjelasan berulang dalam satu waktu. TBM  juga bisa menjadi  hal yang menegangkan dan membuat setiap orang antipati jika forum tersebut menjadi ajang menyalahkan seseorang atau mempermalukan orang lain, dan lain-lain.

Selain itu tampilan bicara yang kurang percaya diri, terlalu formal atau gaya bicara monoton,  hanya sekedar membaca teks, hanya 1-way communication, semua itu dapat menciptakan kejenuhan. Tidak kalah pentingnya yang membuat TBM menjadi lesu yaitu pembicara yang menerapkan standar ganda, dan yang ‘munafik’ dimana perbuatannya tidak selaras dengan apa yang diucapkannya (NATO – No Action Talk Only).

tbmiii (2)Topik/materi yang buruk (unwell prepared topic). Pada umumnya temuan di lapangan selama ini yang disebut materi buruk antara lain adalah topik/materi yang tidak fokus atau terlalu banyak yang dibahas, terlalu sering dibahas dan tidak diperlukan lagi, topik/materi yang tidak tepat atau tidak mengena (irrelevance topic).

Hambar (insipid & arid). Program TBM itu acara rutin setiap hari setiap pagi sebelum memulai aktifitas, jika acaranya monoton dimana setiap hari begitu-begitu melulu maka akan muncul kejenuhan setelah agak lama berjalan.

Ketiga faktor yang berkontribusi terhadap lesunya atau buruknya performa program TBM itu tentunya harus kita hindari, namun jika itu terjadi pada area kerja kita maka segera lakukan pembenahan. Bagaimana melakukan pembenahannya? Baca artikel “How to Improve Your Toolbox Meeting?”.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.