pilekMenulis itu ibarat cinta. Siapa yang menyukai menulis maka ia akan melakukannya meski apapun keadaannya. Bisa jadi seseorang tetap melakukan kegiatan menulis meski dalam keterbatasan ruang & waktu, ia tetap melakukannya karena ia merasa telah jatuh hati dan mendapatkan kenikmatan dari menulis. Hal demikian umumnya terjadia pada manusia dewasa.

Menulis bagi anak-anak adalah sungguh berbeda, ketika kita ajak untuk mengisahkan apa yang baru dialaminya maka ia akan lebih memilih terus bermain. Anak-anak akan lebih senang bermain air, main perosotan di water park atau asyik dengan permainan anak-anak lainnya daripada menulis sesuatu. Jika kita memaksa maka itu adalah sebuah siksaan buat mereka.

Bisa menulis adalah buah dari rajin membaca. Membaca adalah peluru bagi penulis. Lha, terus untuk anak-anak apa harus rajin membaca dulu agar mereka mau menulis? Tidak, tidak harus selalu rajin membaca terlebih dahulu. Menulis bagi anak-anak yang dimaksud adalah agar mereka mau menuliskan apa yang telah dialaminya saja tanpa harus banyak membaca terlebih dahulu, misal menuliskan kisah selama mengisi masa liburan.

Apakah perlu stimulan khusus sehingga anak-anak kita mau menulis? Ya, perlu. Lantas, kenapa anak-anak kita ajak agar mau menulis? Kemampuan si anak yang mampu bercerita melalui bahasa tulis maka artinya si anak memiliki kecerdasan tersendiri. Yaa…., siapa tahu dengan perhatian kita sekarang ini ternyata kelak dapat melahirkan penulis-penulis muda berbakat bahkan terlahir seorang penulis kelas dunia yang hebat. Coba bayangkan, orang tua mana yang tak bangga jika yang menjadi penulis hebat itu ternyata anak-anak kita!

Sampaikan kisah-kisah kepada anak selagi sempat. Bacakan buku cerita terhadap anak dengan volume suara yang jelas dan dapat diterima oleh si anak. Sering bercerita tentang apapun yang mendidik dan menarik buat si anak dikala si anak telah berada diatas tempat tidur. Isi dengan cerita-cerita lain kala kita dan si anak berada diatas kendaraan, di suatu ruang tunggu rumah sakit dan lain-lain. Katakan pada anak tentang cerita sekitar kita apapun dimanapun agar si anak menjadi kaya akan imajinasi dan kosakata.

Hargai karya tulis anak. Ketika anak anda membawa dan menunjukkan pada anda selembar kertas dengan coretan di atasnya, itu berarti awal baik bagi anda. Jika Anda menghargai pekerjaan anak anda tersebut, dia akan terus melakukannya, itu akan menumbuhkan rasa kepercayaan diri untuk terus menulis, apalagi ia punya banyak waktu luang seperti musim liburan sekolah.

Praktekan apa yang anda katakan. Jika anda telah mengatakan bahwa menulis itu bagus dan penting, maka contohkan pada si anak bahwa anda pun melakukan hal yang sama. Jika anda dari hari ke hari hanya melakukan update di media sosial namun nasihat anda pada anak adalah soal menulis kisah maka nasihat anda akan berbuah kegagalan. Itu artinya anda hanya NATO (no action talk only), anda akan gagal sebagai role model bagi si anak. Lakukanlah hal yang sama seperti yang anda khotbahkan / katakan kepada si anak, setidaknya libatkan si anak untuk kegiatan yang sedang anda tulis dalam mengisi masa liburan.

nulisSediakan alat pendukung. Alat pendukung tak perlu harus mahal, namun cukup yang sederhana saja seperti kertas, pinsil atau pulpen. Biarkan si anak memilih ruangan dimana ia merasa nyaman untuk melakukan kegiatan menulis. Ruangan yang cocok baginya akan sangat memberikan aura positip untuk berimajinasi dalam menggoreskan pena diatas kertas.

Menulis bersama. Ajaklah anak untuk menuliskan satu kisah, kisah yang sangat ia sukai. Biarkan dan ikuti idenya untuk memulai berimajinasi sesuatu kemudian menuliskan diatas kertas. Jika ia hanya mengisahkannya saja maka kitalah yang menuliskan idenya diatas kertas, dan pada saat timing yang tepat mintalah ia juga yang menuliskannya. Hargai dan sanjunglah keputusan yang ia lakukan untuk memulai menuliskannya diatas kertas, biarkan dan ikuti saat ia habiskan waktu untuk menulis. Jika ia sudah suka dengan menulis maka ia akan jatuh cinta dengan dunia menulis. Jika ia telah jatuh cinta maka ia akan melakukannya lagi dan lagi.

Suasana liburan memang dapat melupakan hal-hal yang bersifat berbau rutinitas di sekolah seperti memegang pinsil, pulpen ataupun kertas, apalagi menulis. Meski demikian dengan sedikit adanya perubahan yang anda lakukan dalam menjalani masa liburan sekolah, maka anda dapat memberikan pembelajaran kepada sang anak untuk memulai menjadi penulis seumur hidup (lifelong writer) atau pendongeng (storyteller).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.