aku berjalan

dia berjalan

berlawanan-berpapasan

dia ku hentikan, lalu :

“Bisa pinjam api rokoknya, Mas?”

diiringi senyuman

dia menyerahkan

bara disela jemari tangan

aku terima dengan sopan

kemudian…..

kemudian, kembali berpisah tangan

dengan senyum sebagai perpisahan

 

tanpa perjanjian

tempat itu kami tinggalkan

 

aku berjalan

dia berjalan

asap kubuang, lantas

aku menengok ke belakang

dia hilang!…..?

sedang jalan tak berbelokan!

sambil lari tak karuan

aku berteriak menembus kegelapan malam :

“Se, Se-taaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan…!”

(Sajak-sajak Mohamad Amprijanto, Majalah Remaja IDOLA nomor 29, April 1988)

idola1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.