Setiap lingkungan kerja (perusahaan) yang peduli dengan K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja atau OHS Occupational Health & Safety) dipastikan memiliki standar / prosedur mengenai rencana tanggap darurat (emergency response plan). Isi dokumen rencana tanggap darurat itu antara lain membahas siapa saja yang menjadi tim tanggap darurat, evakuasi, dan sistim komunikasi atau pelaporan segera (emergency communication system) jika terjadi insiden.


Emergency Response Comm (Ina2)Jika terjadi insiden maka siapapun yang mengetahui harus segera melaporkan kepada orang yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi atau sesuai emergency communication system. Komunikasi pelaporan mengikuti protokol pelaporan yang telah ditetapkan.

Jika ada korban, segera berikan pertolongan pertama  kepada korban (P3K) dan mencegah terjadinya cedera lebih lanjut atau kerusakan peroperti berikutnya.

Petugas yang ditunjuk sebagai tim investigasi segera melakukan penyelidikan dengan melakukan langkah-langkah:

  1. Ambil beberapa gambar / foto-foto penting di lokasi insiden terjadi (TKP) untuk menjaga keutuhan situasi kondisi sesaat setelah kejadian (pastikan scene management & scene assessment untuk investigator).
  2. Menetapkan para saksi dan diantara mereka tidak saling berinteraksi (witness management).
  3. Interview para saksi secara terpisah.
  4. Selidiki semua tentang insiden tersebut secara cermat, kumpulkan data-data penting.
  5. Menganalisa data yang terkumpul, kemudian mengidentifikasi akar-akar penyebab terjadinya insiden.
  6. (Tim) investigator bersama manajemen perusahaan dimana insiden terjadi segera mengembangkan dan merumuskan rencana tindakan-tindakan perbaikan.
  7. Manajemen perusahaan menerapkan atau menindaklanjuti rencana tindakan-tindakan perbaikan yang direkomendasikan.
  8. Emergency RManajemen perusahaan melakukan evaluasi keefektifan pelaksanaan tindak lanjut dari tindakan-tindakan perbaikan yang direkomendasikan tersebut.
  9. Kembangkan dan budayakan tindakan perbaikan yang terus menerus (continual improvement).
  10. Jajaran manajemen perusahaan harus menyadari bahwa investigasi dan tindakan perbaikan pasti memakan sedikit waktu berproduksi namun keuntungannya jauh lebih besar untuk produktifitas.

Agar investigasi dapat berjalan efisien maka investigator harus sudah dilengkapi perlengkapan umum yang diperlukan investigator. Perlengkapan tersebut antara lain: pinsil, pulpen, mistar, rol meteran, kertas, kamera, alat perekam suara, form investigasi yang berlaku, alat komunikasi (radio HT/handphone).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.