61Secara sepintas melakukan investigasi itu mudah: mengumpulkan data, menganalisa, menentukan temuan, dan membuat rekomendasi. Rekomendasi tidak boleh dikeluarkan sebelum seluruh tahap sebelumnya dilalui secara cermat dan tuntas.


Bukti fisik. Investigator saat pertamakali mendengar ada sebuah insiden maka sebelum mencari dan mengumpulkan informasi segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di TKP, sebelum mencari keterangan atau mengumpulkan informasi maka lakukan pengambilan foto, menyimpan bukti, dan lakukan identifikasi semua saksi yang ada, serta melakukan pelarangan yang tidak berkepentingan memasuki area TKP. Semua yang penting di TKP, selain diambil gambarnya (foto) juga harus tercatat.

Investigator sangat memerlukan keterangan-keterangan, antara lain:

  • Posisi korban.
  • Alat pelindung diri yang digunakan.
  • Peralatan & bahan yang digunakan.
  • Tingkat housekeeping TKP.
  • Pencahayaan, kebisingan, cuaca di TKP.

Keterangan saksi. Keterangan saksi adalah bagian yang lumrah dalam investigasi, namun bisa jadi keterangan para saksi menjadi sumber informasi yang paling utama dan sangat penting dalam sebuah investigasi. Hal ini bisa terjadi jika investigator karena alasan situasi / kondisi yang tidak memungkinkan mendatangi TKP secepatnya setelah insiden terjadi.

Interview atau mewancarai para saksi bukanlah perkara mudah, sebaliknya tugas investigator harus mendapatkan keterangan yang benar-benar valid sesuai fakta yang terjadi. Jadi, jika investigator tidak dapat datang tepat waktu di TKP maka pilihan utamanya adalah mewawancarai para saksi dengan langkah-langkah:

  • Catat semua nama para saksi yang akan diwawancarai.
  • Pisahkan diantara para saksi, jangan biarkan diantara mereka berembuk saling mempengaruhi.
  • Secepatnya lakukan wawancara dalam suasana serileks mungkin secara terpisah antara satu saksi dengan saksi lainnya.
  • Jika perlu, lakukan wawancara di tempat tenang – misal kantor.

webWawancara (interview). Tujuan wawancara adalah mendapatkan keterangan seoptimal mungkin dari para saksi dengan membiarkan mereka menggunakan bahasanya. Dalam sebuah mewawancarai, investigator PERLU melakukan:

  • Wawancara dalam suasana serileks mungkin.
  • Berikan penjemengapa dilakukan investigasi
  • Biarkan saksi berbicara, dan dengarlah alur ceritanya secara seksama.
  • Ulangi sebagai konfirmasi jika didapat keterangan penting dari saksi.
  • Pahami dan selami suasana hati para saksi.
  • Bikin catatan saat itu juga setiap keterangan penting, jika perlu ada bagian pencatat khusus.
  • Sampaikan bahwa keterangan saksi akan dicatat.
  • Tutuplah wawancara dalam suasana menyenangkan semua pihak.

Hal-hal yang JANGAN dilakukan investigator saat mewawancarai adalah:

  • Mengintimidasi saksi.
  • Memotong pembicaraan saat saksi memberi keterangan.
  • Tergesa-gesa.
  • Menunjukkan rasa emosi.
  • Terlalu dini mengambil kesimpulan.

Hindari juga bagi investigator mengajukan pertanyaan yang hanya akan mendapatkan jawaban YA, TIDAK, dan BUKAN.

Ada beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan oleh investigator saat mewancarai antara lain:

  • Dimana posisi saksi saat insiden terjadi?
  • Apa yang dilakukan saksi saat itu?
  • Apa yang saksi lihat atau dengar?
  • Bagaimana suasana sekitar (bising, redup, hujan, becek, dll)?
  • Apa yang dilakukan korban sesaat sebelum insiden terjadi?
  • Menurut saksi, sebab apa insiden tersebut terjadi?
  • Bagaimana caranya agar insiden serupa tidak terulang lagi dikemudian hari?

60Pertanyaan-pertanyaan diatas bertujuan untuk agar dapat membuka mata investigator menjadi tahu sebenarnya apa yang terjadi. Meski demikian kehati-hatian sangat penting dalam mengukur akurasi dari keterangan saksi.

Teknik lain untuk meyakinkan, kadangkala investigator meminta saksi (termasuk korban, jika mungkin) melakukan peragaan ulang dalam rangkaian aktifitas hingga terjadinya insiden.

Data yang terkumpul bagi investigator tidak melulu dari lapangan atau TKP, namun data secara administrasi pun dapat diambil sebagai fakta. Fakta administrasi tersebut antara lain: perijinan (work permit), mitigation actions, risk assessment, prosedur kerja, method statement, minute of meetings, laporan inspeksi, catatan pelatihan.

Data administrasi merupakan bagian dari fakta yang harus dikumpulkan dan dikaji ulang dalam menentukan rekomendasi apa yang akan dikeluarkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.