beasDi zaman kemajuan teknologi IT seperti sekarang ini, kita sangat mudah mendapatkan informasi penyedia beasiswa. Entah itu besiswa dari luar negeri maupun dalam negeri. Entah itu Badan Pemerintah, Yayasan (foundation), Perusahaan BUMN, Perusahaan Swasta dan lain-lain.

Informasi itu bisa dari website mereka langsung, dari media sosial seperti facebook, BB, linkedin, twitter, dan lain sebagainya.

Siapapun bisa mencari informasi itu cukup dari handphone, personal computer atau setidaknya di warnet sekalipun. Siapa saja bisa mendapatkannya asal dibarengi usaha-usaha untuk memenuhi persyaratannya.

Siapa sih yang gak seneng bisa dapat besiswa? Pasti senang, pelajar itu sendiri akan senang, orang tuanya pun akan senang, begitu juga saudara-saudaranya akan senang.

Karena penyedia beasiswa sudah ada, informasi sudah ada maka jangan malas mencari info. Jangan malas mengurus berkas persyaratan dan hindari malas-malas lainnya.

Persyaratan penguasaan bahasa asing adalah penting (umumnya English TOEFL min 550), maka kita harus kerja keras untuk mempersiapkannya setidaknya satu tahun sebelumnya. Belajar bahasa asing silahkan pilih yang paling pas untuk kondisi kita. Yang gratis banyak, cari saja di internet misal radio ABC Australia. Metodenya yang ampuh silahkan cari sendiri. Jika sudah menguasai satu bahasa asing, jangan cepat berpuas dulu, ayo cari dan pelajari bahasa asing alternatif selain Inggris. Bahasa asing kedua adalah disesuaikan dengan angan-angan kita hendak ke negara mana sasaran kita. Misal Jepang, Jerman, Korea, Perancis, Arab.

Bila sudah daftar di satu kesempatan maka terus cari kesempatan lain dan jangan ragu untuk daftar juga. Semakin banyak daftar semakin banyak kesempatan mendapatkan beasiswa semakin besar. Serakah? Tidak selama masih mengikuti aturan berlaku dan tidak curang maka yakinilah itu halal. Jika persyaratan dapat terpenuhi maka segera lakukan pendaftaran, jangan ditunda.

Luangkan waktu untuk istirahat cukup untuk menghadapi wawancara. Banyak doa dan usahakan selalu berpenampilan tenang (jaga attitude), menjawab dengan penuh kejujuran, apa adanya dan tidak mencla-mencle. Logis dan lugas.

Apakah untuk beasiswa harus pintar? Yang penting adalah usaha. Bukan pintar tak diperlukan. Umumnya IPK min 3,0. Selain kemampuan akademis, interpersonal skill perlu dipersiapkan. Agar punya nilai lebih maka pelajari segala tatanan sosial dan budaya negara yang dituju. Eit, pelajari juga secara serius kebudayaan Indonesia agar ada tambahan modal kita disana. Misal bahasa daerah, seni tari, lukis tradisional, pakaian adat, sejarah dan lain sebagainya.

Adakah beasiswa yang tanpa syarat? Gak ada, itu sih mimpi. Untuk mimpi saja pakai syarat tidur terlebih dahulu. Ingat, beasiswa bukan sebuah hadiah, untuk merebutnya perlu perjuangan!*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.