Pengenalan dan sejarah mengenai peralatan berat yang bernama buldoser (bulldozer) telah dibahas dalam postingan terdahulu. Pada postingan kali ini dibahas mengenai aktifitas inspeksi pada bulldozer.

Bagi praktisi yang berprofesi sebagai heavy equipment inspector tentu sesuatu yang biasa kala melihat sebuah check list alat-alat berat, oleh sebab itu guidance ini lebih cenderung diperuntukkan bagi pemula yang ingin mengenal inspeksi pada heavy equipment khususnya bulldozer.

Bulldozer terdiri dari bagian utama main body (tractor) dan blade, bisa juga dipasang ripper sebagai attachment.

Dozer jugo!Item-item besar yang menjadi subject untuk di inspeksi dari bulldozer adalah tampilan fisik secara umum, kabin, mesin & transmisi, hidrolik, listrik, rem, casis (kerangka) & komponennya, dan blade (serta ripper jika ada).

Lebih detail bagian-bagian bulldozer yang perlu /untuk dilakukan inspeksi  adalah:

Pertama-tama yang kita inspeksi secara visual yaitu bagian exterior bulldozer secara umum seperti inspeksi bagian depan, belakang, samping kiri dan kanan, ada tidaknya karat pada bagian permukaan, kelengkapan & kondisi kaca-kaca spion, lampu-lampu, ada tidak alat pemadam api (APAR), casis (chassis) dan bawah (undercarriage).

Jika hal diatas terlah dilakukan maka inspeksi dapat diteruskan ke bagian-bagian berikut  (visual):

  1. Kokpit (cockpit). Inspeksi area dalam cabin termasuk alat control & switches, kursi, seat belt, klakson, first aid kit, dan lain-lain. Apakah ada bagian-bagian yang rusak, penyok atau karat, dan sejenisnya.
  2. Mesin. Memeriksa saat sebelum mesin dihidupkan: kondisi oli mesin / warna & kekentalan oli, tercampurnya oli dengan air atau kontaminasi dengan kotoran atau bahan bakar. Kemudian hidupkan mesin dan panaskan: periksa fungsi control panas mesin, alat-alat pengukur, kondisi pengatur udara dan lain-lain. Setelah beberapa menit mesin memanas maka saatnya untuk menyelidiki kondisi mesin lebih jauh. Periksa kebocoran, kondisi radiator, knalpot, warna asap / gas buang dan semua kelengkapan mesin seperti alternator, kompresor pengatur udara, turbo, tingkat kebisingan mesin, dll. Adakah bagian-bagian yang penyok, karat, rusak atau retak.
  3. Silinder hidrolik. Saat memeriksa bagian hidrolik: bagian ini harus mulus tanpa cacat sama sekali. Jika ada oli pada permukaannya maka menunjukkan ada cacat pada rod hidrolik atau adanya kebocoran lainnya. Periksa juga kondisi selang (hose) dan fitting. Normalkah suara putaran pompa? Bagaimana kondisi oli hidrolik? Kotor atau bersih. Periksa juga kondisi bantalan (bearings), pins dan bushing.
  4. Sistem kelistrikan. Periksa kondisi sistem penerangan (lampu-lampu), alarm mundur (reverse alarm), aki, dan peralatan kelistrikan lain.
  5. Rem. Periksa fungsi dan kondisi rem kaki, rem parkir, dan lainnya.
  6. Transmisi. Periksa kebisingan yang timbul dari kopling (clutch) dan lainnya. Adakah suara-suara yang tidak biasanya
  7. Undercarriage, casis dan komponennya. Bagian ini merupakan hal kritis maka periksalah bagian kiri-kanan: frames, sprocket, link bush, shoe, rollers & idlers, kondisi track dari retak, karat dan rusak lainnya.
  8. Blade. Kondisi blade harus diperiksa. Pemeriksaan secara umum: pin-pin, bagian tepinya tanpa cacat, tidak bergelombang dan lain-lain.

Kegiatan inspeksi bulldozer berdasarkan bahasan tersebut diatas pada umumnya dikemas dalam lembar daftar periksa (checklist). Sample checklist bisa didapat dengan mengisi ruang komen dibawah ini atau hubungi langsung di sekolahanaja@gmail.com. Banyak ragam bentuk checklist dan kalian bisa mengembangkannya sesuai kebutuhan lapangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.