bulldzrBulldoser dirancang untuk melakukan pekerjaan memotong dan mendorong sejumlah bahan dalam jumlah banyak secara hitungan detik. Sebagai jaminan bulldozer yang kita pakai akan aman dalam pengoperasiannya maka bulldozer tersebut harus melalui pemeriksaan atau inspeksi. Bulldozer yang telah dinyatakan lulus inspeksi dan dinyatakan layak operasi bukan berarti akan aman 100% dalam pengoperasiannya, namun setidaknya telah jauh mengurangi resiko terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

Ukuran bulldozer itu besar dan berat, itulah kenapa disebut sebagai alat berat. Bulldozer dapat menyebabkan cedera serius bahkan kematian apabila tidak dioperasikan secara benar dan salah dalam pengendalian termasuk buruknya traffic management yang diterapkan.

Bahaya utama saat pengoperasian bulldozer akan muncul yakni pada saat ia bergerak atau melakukan pergerakan (moving). Pergerakan bulldozer baik maju maupun mundur sangat berpotensi menabrak orang / pejalan kaki (pedestrian). Potensi bahaya yang muncul saat bulldozer dioperasikan memang tidak sebanyak pada excavator karena bulldozer tidak memiliki arm, boom dan bucket dimana dalam operasinya dapat digerakkan ke segala arah.

Pengendalian bahaya

Mengingat bulldozer adalah mesin yang sangat kuat (powerfull machine) yang dapat mengakibatkan resiko serius hingga kematian seseorang maka perlu dijamin aspek keselamatannya mulai pre-use inspection hingga saat dioperasikan.

Mengacu pada teori dan pengalaman di lapangan konstruksi bertahun-tahun lamanya dibawah ini adalah langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan untuk mengendalikan bahaya-bahaya dalam pengoperasian bulldozer:

Pemisahan (separation).

Pisahkan area operasi bulldozer dengan area aktifitas orang/pekerja lain. Lakukan pemisahan secara jelas dan tegas dengan menggunakan batas (barriers) dan sosialisasikan kepada semua pekerja termasuk operator bulldozer dan crew-nya.

Pemisahan atau dijauhkan dari sumber-sumber listrik terutama tegangan tinggi.

Administrasi

Jika tidak bisa dipisahkan areanya maka dahulukan salah satu dari lainnya, misal bulldozer terlebih dahulu dalam melakukan pekerjaan dan jika telah selesai maka pekerja lain dapat memasuki area tersebut untuk melakukan aktifitas.

Pemberi rambu & aba-aba (sign & signaller).

Jika dipandang perlu yakni disaat rambu-rambu dan barriers tidak berfungsi, tempatkan dan fungsikan signaller / signalman. Pasang rambu-rambu keselamatan pada tempat yang tepat dan mudah dilihat oleh setiap orang yang ada di lokasi pekerjaan.

Pelatihan (training).

Pelatihan, sosialisasi dan instruksi diberikan kepada operator bulldozer, signaller dan para pekerja di area tersebut. Materi pelatihan termasuk orang-orang dengan qualifikasi khusus (memiliki SIO, surat ijin operator) yang dapat mengoperasikan bulldozer.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.