RSS
Facebook

Bulldozer

Bulldozer (buldoser) adalah salah satu alat berat dan termasuk sebagai peralatan konstruksi (construction equipment). Kita tahu, selain bulldozer beberapa peralatan konstruksi lainnya adalah excavator, wheel loader, backhoe loader, skid steer loader, motor grader, tractor, fork lift, compactor, trucks, trailer, dan lain-lain.

Sejarah singkat

Pada awalnya bulldozer adalah traktor yang sering digunakan di ladang atau sawah, karena fleksibilitasnya dan dapat melintas disegala medan lantas traktor disulap menjadi kendaraan tempur lapis baja (tank baja) pada masa perang dunia I.

Terpikir tidak dari mana asal nama bulldozer? Yang memberi nama adalah orang berbahasa Inggris, mari kita buktikan. Pada zaman dahulu orang membajak sawah menggunakan sapi (bull). Setelah era modern dan mesin mengambil alih tugas sapi maka para sapi pun di-“PHK” dan diistirahatkan. Karena sapi banyak istirahat maka mengantuklah mereka (doze). Akhirnya jadilah BULL + DOZE = BULLDOZER.

Bagian-bagian utama dan fungsinya

Dozer bro!1Sebuah bulldozer terdiri dari 3 bagian yaitu main body (tractor), blade dan ripper. Main body terdiri dari kabin operator, mesin, crawler, dan lain-lain. Blade dan ripper bisa daipasang, dilepas atau disesuaikan dengan kebutuhan (replaceable).

Kabin bulldozer layaknya kendaraan lain, ia memiliki panel monitor yang menunjukkan indikator ketersediaan bahan bakar, temperatur air pendingin, temperatur oli, pedal rem, dan-lain-lain. Namun bulldozer dilengkapi pula oleh joystick untuk mengendalikan blade.

Bulldozer berpijak diatas tanah menggunakan dua sabuk logam crawler track system dan ada juga yang menggunakan ban seperti kendaraan umum. Bentuk crawler memiliki luasan bersentuhan dengan tanah yang jauh besar dibandingkan ban. Hal ini membuat bulldozer dapat bekerja di permukaan tanah yang kasar, gembur, maupun berlumpur.

Untuk bulldozer yang menggunakan ban (roda) maka ia digerakkan dengan sistem penggerak 4-roda (4-WD atau 4-wheel drive). Equipment seperti ini biasanya disebut front-loader atau wheel loader.

Bulldozer yang bekerja diatas tanah sangat lunak membutuhkan crawler yang lebih lebar dan panjang, bulldozer demikian disebut juga swamp bulldozer. Crawler yang lebih lebar dan lebih panjang menjadikan swamp bulldozer memiliki tapak yang bersentuhan dengan tanah lebih luas, dan inilah yang menjadikan bulldozer tersebut tidak terperosok atau ambles ditanah yang sangat lunak/berair. Selain perbedaan lebar dan panjang crawler pada bulldozer dan swamp bulldozer, profil permukaan crawlernya pun berbeda.

Blade berada dibagian terdepan dari bulldozer. Blade merupakan plat logam berat melengkung yang berfungsi sebagai pengikis (scraper) permukaan tanah menjadi rata, meratakan dengan cara melakukan gerakan maju (sesekali sambil mundur). Tanah yang diratakan pun menjadi padat dikarenakan dari berat si bulldozer itu sendiri. Blade juga berfungsi dalam mendorong obyek seperti tanah, runtuhan puing, dan lain-lain yang sejenisnya. Bentuk blade beragam dimana disesuaikan dengan kebutuhannya.

Bulldozer terkadang dilengkapi attachment yang berbentuk seperti anak pancing atau seperti kuku burung pencakar yang disebut ripper. Ripper bentuknya serupa juga dengan luku (alat bajak) para petani kita. Letak ripper diletakkan dibagian paling belakang dari bulldozer. Ripper ini berfungsi sebagai pencabik atau penyobek tanah atau batu keras, sedangkan blade tidak mampu melakukannya.

 

Sistem kerja

Sulit dibayangkan untuk mengoperasikan peralatan konstruksi seperti bulldozer tanpa menggunakan sistem hidrolik. Sistem hidrolik dimana tekanan yang diberikan disalurkan ketitik lain dengan menggunakan fluida tak mampu mampat (incompressible fluid).

Pada sistem hidrolik, tenaga hidrolik dirubah menjadi tenaga mekanis. Perubahan menjadi tenaga mekanis maka besarnya tekanan aliran dan arah aliran di dalam sistem hidrolik harus diatur agar didapatkan tenaga mekanis yang terkendali baik arah, kecepatan geraknya ataupun besaran tenaganya.

Pergerakan body bulldozer, blade dan ripper menggunakan tenaga hidrolik. Unit sistem hidrolik pada bulldozer dilengkapi reservoir, pompa, selang dan pipa tekanan tinggi, oil cooler, filter, katup dan aktuator.

Reservoir (hydraulic tank) adalah tempat menyimpan minyak hidrolik. Pompa berfungsi untuk memompa minyak dari reservoir ke sistem dengan tekanan sesuai kebutuhan. Selang/pipa tekanan tinggi sebagai penyalur minyak. Oil cooler berfungsi menurunkan temperatur minyak yang bekerja. Filter dimaksud tentunya sebagai filter hidrolik yang berfungsi menyaring agar minyak tetap bersih dari geram. Katup (control valve) dengan jenis dan fungsi yang berbeda untuk sepenuhnya mengontrol semua variabel aliran minyak hidrolik ke arah yang diinginkan. Katup (main relief valve) gunanya untuk membatasi tekanan maksimum yang diijinkan dalam sistem hidrolik, agar sistem tersebut tidak rusak akibat  tekanan yang berlebih (over pressure). Terakhir aktuator berperan menghasilkan output yang kita butuhkan. Ini memiliki 2 jenis utama, aktuator rotari untuk memproduksi gerakan rotasi, dan aktuator linier (reciprocating).

Area penggunaan

Bulldozer biasanya digunakan diarea tambang, militer, pabrik industri berat, kehutanan, pembukaan lahan, pembangunan infrastruktur, pembangunan jalan dan lapangan konstruksi yang pada umumnya membutuhkan peralatan dengan mobilitas tinggi, tangguh dan kuat.

Lain-lain

Jual beli bulldozer baru dan bekas serta rental sangat tak sulit di kota-kota besar di Indonesia. Pada umumnya perusahaan-perusahaan jasa konstruksi memakai bulldozer jika bukan miliknya sendiri maka mereka akan melakukan rental.

Ukuran bulldozer umumnya besar dan nampak begitu kokoh serta berpenampilan gagah, namun begitu kita dapat temui bulldozer dalam ukuran seperti mobil-mobilan (bom-bom car) yang mini, kecil, mungil dan lucu. Bulldozer ukuran  mungil itu biasa disebut calfdozer. Calf adalah pedet alias anak sapi.***




Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: