RSS
Facebook

Archive for the Cerpen Category


Durian Di Kebun Karet




5 orang itu adalah Redho, Haryo, Willy, Dian dan Widhi. Mereka semuanya kelas berat, berat badan mereka masing-masing diatas 95 Kg. Badan mereka semuanya besar. Redho berbadan tertinggi diantara mereka, tingginya mencapai 184 Cm, sedangkan Willy dan Dian berperut buncit namun tingginya hanya 163 Cm. Mereka berlima benar-benar sedang melepaskan kerinduannya pada buah durian. Mereka […]

Read More...

Mushola Tanpa Nama




Desa Penindaian dalam kurun empat bulan ini banyak menerima pendatang hingga hampir mencapai dua ratus lima puluh orang. Para pendatang itu mayoritas berasal dari kota seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Surabaya, Demak, Medan, Palembang dan sekitarnya. Tiga persen dari para pendatang tersebut adalah para pekerja asing dari Jepang dan mancanegara. Mereka para pendatang adalah pekerja proyek pembangunan […]

Read More...

Sang Pengkhayal




Saya masih sangat ingat ketika saya masih kecil saya banyak memiliki cita-cita. Sekarang, jika saya sedang sendiri atau sedang bersama teman-teman biasanya tiba-tiba saja saya teringat akan cita-cita tersebut. Tentu tidak teringat semuanya sekaligus disatu waktu, melainkan diwaktu tertentu salah satunya saja yang teringat. Cita-cita masa kecil itu banyak yang sudah saya ungkapkan ke teman-teman […]

Read More...

Bohong Itu Emas!




Amir, adalah kawan masa kecilku. Ia bernama lengkap Hamir Tarman. Tarman adalah nama bapaknya, tukang becak di kotaku. Amir, begitulah aku biasa memanggilnya. Amir anak sulung dari tujuh bersaudara. Mereka tinggal dalam rumah petak berukuran sekitar 5×9 meter persegi, sempit dan berdinding bilik. Rumah sempit itu hanya terdiri dari secuil ruang tamu, satu kamar tidur, […]

Read More...

Pisang Diatas Nanas




Jika ada pisang diatas nanas, maka itulah buah pisang yang berada diatas buah nanas. Ia bukanlah hal yang istimewa, semuanya biasa saja. Tak perlu dikeramatkan dan tidak boleh mengkeramatkan, apalagi dicampur asap kemenyan atau sejenisnya sebagai persyaratan mencapai tujuan dengan cara sesat. Buah pisang dan buah nanas adalah sebagian ‘teramat sangat-sangat’ kecil dari penciptaan langit […]

Read More...

Janji Dinda dan Dhina




Sore hari itu Ayah dan Bunda pulang kerja seperti biasanya. Setelah Ayah memarkir sepeda motornya di halaman rumah, Ayah dan Bunda langsung masuk ke rumah sambil mengucapkan salam kepada yang ada di rumah. “Assalamu’alaikuum…,” suara Bunda dan Ayah hampir berbarengan. “Wa’alaikumussalaam..”, jawab Dhina, si sulung yang sedang asyik menikmati satu cup ice cream coklat yang […]

Read More...

Akal Bulus Sang Tikus




Meski tengah hari tapi langit saat itu gelap. Awan hitam bergelantungan di langit. Gerimis turun membasahi rawa ilalang tak bertuan. Di rawa itu tanah becek berlumpur, licin. Di tengah rawa terdapat seekor ular piton seukuran lengan orang dewasa dengan panjang sekitar tiga meter. Ular itu sedang berganti kulit. Kulit bagian kepala sudah terkuak sedang bagian […]

Read More...

Anak Pertama




Siang itu Dian berada didalam mobil jemputan sekolah. Dian merasa siang itu lebih terik dari biasanya. Haus. Macet. Diliriknya tempat minum bekal dari bunda yang setiap hari dibawanya. Kosong tanpa air. Ia ingin cepat-cepat sampai di rumah kemudian minum melepaskan dahaganya dan segera duduk beristirahat di balkon kamarnya yang adem di lantai dua rumahnya. Selama […]

Read More...

Panci Mbok Tarmi




Pagi dihari Minggu itu badanku segar sekali dan rasanya wajahku saat itu berseri-seri, bahkan aku merasa rupa wajahku dipagi itu terganteng selama hidupku! Huahahaha…. Aku sedang merasa sangat senang. Senang karena dipagi itu aku sempat berolah raga! Coba bayangkan selama empat minggu aku benar-benar berkutat dengan kerja dan kerja saja, gak ada yang lain. Sabtu […]

Read More...

Motor




Sore hari yang cerah di bulan Februari 2015. Kubuka tabloid wanita terbaru. Dua cangkir kopi yang masih panas dan sepiring pisang goreng hangat menemani waktu santaiku di teras rumah. Sesekali kualihkan pandanganku pada suami yang asyik mencuci sepeda motor di carport rumah kami. Senyum simpul tersungging dibibirku tepat saat suami melihat ke arahku. “Senyum-senyum sendiri. […]

Read More...
You might also likeclose
%d bloggers like this: