RSS
Facebook

Archive for the Puisi Category


Hormati Guru




TUNJUK AJAR MELAYU Karya H. Tenas Effendi   Hormati Guru   Wahai ananda dengarkan amanat terhadap gurumu hendakalah hormat ilmunya banyak memberi manfaat menyelamatkan hidup dunia akhirat kepada gurumu hendaklah sopan tunjuk ajarnya ananda dengarkan penat letihnya jangan dilupakan supaya hidupmu dirahmati tuhan kepada gurumu janganlah durhaka janganlah pula berburuk sangka tunjuki ajarnya ananda jaga […]

Read More...

Sirat Malu




TUNJUK AJAR MELAYU Karya H. Tenas Effendi   Sirat Malu   Wahai ananda buah hati ibu peganglah olehmu sifat malu jagalah mulut jangan terlalu jagalah hati jangan cemburu   Wahai ananda permata ibu menuntut ilmu janganlah malu kebodohan diri engkau mengaku lebih orang engkau berguru   Wahai ananda dengarkan pertuah malulah engkau berbuat yang salah […]

Read More...

Ayat-ayat Ulang Tahun




Sebentar lagi 16 September. Jujur saja karena tanggalmu itu akan segera tiba aku tergesa-gesa saat menuliskan ini semua . Anakku, yang kuingat saat itu semua dinding-dinding rumah, ikan-ikan di kolam, bahkan cecak, tokek dan kodok yang ada didalam dan luar rumah turut haru bahagia menyambut kedatanganmu. Kala itu engkau datang dengan tangismu yang lantang namun […]

Read More...

Goresanmu Biarkan Saja Disitu




Goresanmu adalah kebahagiaanmu yang sontak tersentak tak berdetak seperti angin yang tiba-tiba terhenyak tak bergerak karena rongga antara laut dan langit tersumbat dahak. Tidak pohon, tidak daun, tidakpun dahan semua tertahan, berhenti diam dan hening. Senyap seperti aliran air yang sulit mengalir terlihat membasah tanpa bekas kemudian sirna tanpa sebelumnya tampak dimata. Goresanmu adalah diatas […]

Read More...

Hari Anak Dari Balik Kuburan




Kebiasaanku kuciumi pipi dan kening kalian ketika keringat kalian belum menetes. Sebab ada saling membutuhkan dalam keringat kalian dengan udara dalam paru-paruku. Mereka bersenyawa dalam tinta penaku yang selalu menuliskan tentang marah bocah dan tawa lucu kalian dari waktu kewaktu didalam buku dibalik baju. Seribu buku reaksi kimia telah kita pelajari bersama ketika terbuka mata ataupun […]

Read More...

Bayangan




Siang tadi puasa terakhir, ini berarti malam takbir. Lepas semua aktifitas kosong pula rongga-rongga rutinitas. Tak sampai setengah jam selepas buka puasa dan solat magrib di sajadah tua kudengar suara bocah-bocah kecil melangkah memburu isya mendekat ke masjid ini. Langkah-langkah pendek seirama langkah ketiga anak yang selalu kucium bertubi setiap hari. Langkah-langkah yang seperti hadir mengajakku berputar […]

Read More...

Lorong Waktu – 1




Ku slalu menanti disini bersama dengan segala mainan kalian yang tertinggal …… Goresan sejarah yang meluka tanpa cucuran darah telah kucatat beberapa saat setelah kepergian kalian yang tanpa lewati pintu ataupun jendela. Tanpa ciuman dan tanpa kata-kata. Semua ada seketika tiada Beberapa benda-benda milik kalian yang tertinggal bagai barang tak bertuan, berserak dimana-mana. Di ruang […]

Read More...

Sajak Cinta, Kecewa, Dan Pengecer Koran




Episode Cinta Kita kita saling menanti dalam arti yang berlainan kita saling mengerti ada cinta dihati benih cintamu bertali-tali benih cintamu kubawa pergi   Kecewa I tak ada yang enak dipandang malah semua ingin kutendang!   Kecewa II meski telah sepi aku ingin terus menepi sampai yang paling sepi   Aku Dan Pengecer Koran engkau […]

Read More...

Aku Dan Pejalan Kaki




aku berjalan dia berjalan berlawanan-berpapasan dia ku hentikan, lalu : “Bisa pinjam api rokoknya, Mas?” diiringi senyuman dia menyerahkan bara disela jemari tangan aku terima dengan sopan kemudian….. kemudian, kembali berpisah tangan dengan senyum sebagai perpisahan   tanpa perjanjian tempat itu kami tinggalkan   aku berjalan dia berjalan asap kubuang, lantas aku menengok ke belakang […]

Read More...

Kuingin Kau Selalu




- Spesial kutulis lagi untuk tercinta Bham-Dhef-ddNyca –   Kuingin kau slalu mencintaiku dari jauh dengan perasaan dan kenangan merelakan waktu menepis impian menjaga yang kita janjikan   Kuingin kau slalu mencintaiku dari jauh dengan kenangan dan kerinduan merelakan waktu meneteskan peluh menjemput pagi jatuhnya embun   Kuingin kau slalu mencintaiku dari jauh dengan kerinduan […]

Read More...
You might also likeclose
%d bloggers like this: