RSS
Facebook

Hikmah Covid-19 Terhadap Ibadah Tarawih

Imam11Saat ini wabah Covid-19 telah berjalan memasuki bulan suci Ramadan. Dimana sebelumnya Pemerintah Indonesia telah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Keputusan ini disampaikan Presiden saat rapat terbatas di Istana Negara pada Senin (30/3).

“Kita terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besarphysical distancing dilakukan lebih tegas, ……” kata Presiden saat membuka rapat terbatas lewat telekonferensi video soal pengendalian corona di Istana.

Keputusan PSBB ini mungkin saja sebagai istilah baru yang diterima masyarakat. Karena yang selama ini diketahui masyarakat umum adalah lockdown untuk penanganan pandemi Covid-19.

Sebenarnya, istilah lockdown atau karantina wilayah dan pembatasan sosial berskala besar itu sama-sama diatur dalam UU Kekarantinaan Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018. Click disini.UU Nomor 6 Tahun 2018

PSBB berdampak pada aktifitas Ramadan

PSBB diterapkan bertujuan sebagai salah satu cara menyetop merebaknya wabah Covid-19. Penerapan PSBB ini mempengaruhi sektor ekonomi, sosial budaya, termasuk pada kegiatan keagamaan di bulan Ramadan ini.

MUI melalui fatwa MUI no. 14 Tahun 2020,  Fatwa-tentang-Penyelanggaran-Ibadah-Dalam-siatuasi-Wabah-COVID-19 mendukung terlaksananya PSBB.

Pembatasan sosial berskala besar ini mempengaruhi kegiatan tarawih berjamaah di masjid-masjid, musola, langgar, dan sejenisnya.

Umat Islam diminta dengan kesadarannya untuk memahami hal ini demi kepentingan bersama tanpa mengurangi pelaksanaan amalan-amalan solat tarawih yang biasanya dilakukan secara berjamaah di tempat ibadah umum.

Hikmah dibalik pandemi Covid-19

Umat Islam di Indonesia dan dunia sebenarnya memiliki keuntungan sendiri dibalik langkah-langkah terkait pencegahan penyebaran corona virus khususnya yang beruhubungan dengan ibadah solat tarawih.

Hikmah itu antara lain:

  1. Dapat melakukan ibadah solat tarawih sebulan penuh secara exclusive bersama keluarga inti di rumah.
  2. Membiasakan disetiap rumah harus memiliki minimal satu imam solat.
  3. Imam solat disetiap rumah secara sadar ataupun tidak berusaha menambah hafalan surat, setidaknya surat-surat pendek.
  4. Setiap anggota keluarga berusaha menghidupkan kebiasaan pembacaan doa-doa terkait pelaksanaan solat tarawih di masjid-masjid dibawa ke lingkungan rumah.

Raya Medan44Hidup seorang muslim tidak perlu dilanda stress dan frustasi oleh sesuatu yang sedang terjadi. Jalani saja sembari selalu mendekatkan diri kepada sang Khalik. Sebab, apapun yang kita alami, hakikatnya solusi sudah ada di dalam Al-Qur’an.

Tak bisa sementara berjamaah solat tarawih di masjid bukanlah masalah, di rumahpun bisa bersama keluarga, dan anda kepala keluarga maka andalah yang menjadi imam!***




Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: