Hampir memasuki dua tahun saya stay di Muara Enim. Saya terkesan dengan keindahan alam Muara Enim. Saya stay bukan di area perkotaan, melainkan di pedesaan di area bukit barisan yang berketinggian 1400an diatas permukaan laut.


Saya sangat bersyukur Allah mengabulkan keinginan saya untuk merasakan hidup di alam pedesaan yang berudara dingin dan penuh suasana tenteram. Desa tempat saya stay itu di wilayah kecamatan Semendo.

Langit Semendo senantiasa cerah diwaktu pagi, kemudian mendung dan hujan deras di sisa setengah harinya hingga menjelang sore. Malamnya kerap gerimis hingga penghujung pagi. Alhamdulillah, Engkau selalu bahagiakan aku. Semoga dengan semua yang sedang kurasakan ini Engkau lebih dekatkan lagi diriku kepadaMu.

deduhuk3Pagi dihari Minggu itu saya, Amin dan Andut dipukul 7 mulai berangkat menuju desa Pulo Panggung. Di desa itu kami bertiga sarapan di sebuah kalangan (pasar) terbesar yang ada di desa itu, kami sarapan nasi Padang. Amin makan paling banyak apalagi pagi itu udara begitu dingin karena hujan tiada henti sejak sebelum pagi tadi.

Dari kalangan itu kami banyak membeli perbekalan seperti buah duku, beragam gorengan, roti, keripik ubi jalar, kerupuk. Kami dari kalangan langsung meluncur dengan tujuan desa Yayasan. Desa Yayasan berada di kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU), wilayah Kabupaten Muara Enim.

Kami dari Pulo Panggung menuju desa Yayasan sempat memasuki wilayah Kabupaten Lahat namun memutar lagi dan kembali masuk ke wilayah Muara Enim.

Alam Semendo baik Semendo Darat Laut (SDL), Semendo Darat Tengah (SDT) maupun SDU sangatlah tidak berlebihan jika saya menyebutnya syurga kecil di Sumatera Selatan. Banyak sekali keindahan yang diciptakan Allah disana. Saya tak punya waktu menceritakan semuanya disini. Sekarang saya hanya ingin mengabarkan singkat tentang sebuah danau nan sangat indah di desa Yayasan, kecamatan SDL.

deduhuk2Pernah pergi ke danau Toba? Ke bendungan Jatiluhur? Ke danau Singkarak? Ke Ranu Pane? Ke ranu Klakah? Atau danau apalagi…? Ahhh, saya tak ingin membandingkan keindahan satu danau dengan danau lainnya. Saya rasa semuanya pasti indah. Tapi, ohh sungguh indah danau Deduhuk di desa Yayasan. Danau itu sepertinya telah tersenyum saat saya baru mau memandangnya.

Danau Deduhuk itu masih sangat alami. Melihat tepi dan pinggiran danau sepertinya saya sedang melihat kulit jemari tangan seorang gadis Ogan yang pernah saya kenal beberapa bulan lalu. Putih, bersih dan ingin rasanya saya bisa menyentuhnya. Kala memandang permukaan air tengah danau seakan saya sedang berpandangan dengan gadis itu tanpa kedip sepanjang hayat. Indah!

deduhuk1Sungguh sulit mebahasakan dengan kata-kata keindahan danau Deduhuk ini. Datanglah ke danau Deduhuk, silahkan saksikan sendiri keindahannya dan rasakan sensasinya naik rakit diatas air di danau Deduhuk.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.