Mohammad Bhampy Nugraha Safaraz, si anak supel yang pandai bergaul dengan kawan-kawannya. Ia bukanlah termasuk anak yang sulit untuk menyesuaikan diri di lingkungan yang baru. Sejak sekolah di taman kanak-kanak ia harus berpindah sekolah sebanyak tiga kali dalam dua kota yang berbeda yakni Bogor dan Gresik. Saat menginjak sekolah dasar ia pun mengalami pindah sekolah sebanyak tiga kali juga untuk tiga kota yang berbeda, Bogor kemudian Bontang dan terakhir di Cirebon.

Penyesuaian di enam lingkungan sekolah yang berbeda-beda dalam kurun waktu delapan tahun dijalaninya dengan riang tanpa kendala apa-apa kecuali menitikkan air mata disaat harus meninggalkan kawan-kawan lamanya. Anak yang punya nama panggilan akrab ‘Bhampy’ ini mudah mengenal kawan-kawan barunya dan mudah menyesuaikan pelajaran meskipun ada ketertinggalan dibandingkan dengan pelajaran di sekolah lamanya. Kawan-kawan lamanya sesekali dia kenang, terkadang kepingin menghubungi mereka kalau Bhampy lagi merasa kangen mereka. Disaat-saat tertentu ia mengenang kawan-kawan lamanya bersama sang ayah yang sangat mencintainya.

Bham Vdtra-11Bhampy adalah sosok anak yang aktif yang selalu ingin sibuk. Selain pelajaran dikelasnya ia senang bergabung dalam kegiatan ekstra kurikuler (ekskul). Meskipun saat itu masih anak sekolah dasar ia sangat selektif dalam memilih kegiatan ekskulnya.  Bhampy selalu memilih kegiatan ekskul yang paling ia sukai, bukan ikut-ikutan pilihan kawan-kawannya. Ia sering dibimbing dan dilatih ayahnya untuk memutuskan sendiri kegiatan ekskul yang menjadi pilihannya. Kegiatan ekskul yang pernah dipilihnya adalah sebagai peniup pianika di tim drum band SDN 1 Cibuluh kota Bogor. Beberapa kali ia tampil bersama timnya dalam lomba drum band antar SD di Bogor dan Jakarta.

piala bham1Saat di kota Bontang Bhampy aktif di palang merah remaja (PMR) dan puncak prestasinya adalah terpilih sebagai dokter kecil di SD Vidatra tempat Bhampy bersekolah. Prestasi tersebut yang Bhampy idam-idamkan sebelumnya pada akhirnya bisa tercapai, predikat dokter kecil! Eng..ing..eeeng. Ia bangga sekali ketika mengenakan baju putih celana putih menyerupai mereka yang berprofesi dokter. Kebanggaan yang sebenarnya begitu sulit untuk diraih oleh Bhampy untuk prestasi seperti itu disaat itu. Tak pernah dipungkirinya bahwa Allah-lah yang selalu memberinya keberuntungan. Bhampy bangga pada saat itu tapi akhirnya gak terlalu banget sih, karena hanya Allah yang menentukan hasil dari usahanya, begitu pengakuannya. Ia bersyukur atas kemurahan yang telah diberikan kepadanya.

Ketika menginjak awal kelas enam SD ia harus berpindah dari Bontang ke Cirebon. Bhampy dan adik pertamanya, Dhef, diterima di SDN Kebonbaru VII Cirebon. Bhampy memiliki banyak teman di sekolah barunya dalam waktu singkat. Di sekolah tersebut ia harus belajar ekstra untuk mengejar ketertinggalan pelajaran matematika dan IPS. Dalam waktu dua minggu ketertinggalan itu dapat diatasinya, ia mulai pede menjalani jam-jam pelajaran di kelasnya termasuk matematika dan IPS. Pada minggu ketiga Bhampy bersekolah di sekolah barunya tanpa diduga sama sekali olehnya, ia terpilih menjadi polisi cilik bersama sembilan belas kawan-kawannya mewakili SDN Kebonbaru VII Cirebon. Dua hari setelah terpilih menjadi polisi cilik, Bhampy dan kawan-kawannya pergi ke kota Bandung mewakili sekolahnya untuk mengikuti apel akbar polisi cilik se-Jawa Barat dengan atribut polisi lengkap, polisi cilik!

Dokter kecil dan polisi cilik adalah dua prestasi yang pernah dicapai Bhampy. sert pocilAdakah pretasi Bhampy yang lain?  Ya masih ada, ia pernah masuk dalam ‘kelas pintar’ untuk selama empat semester ketika ia sekolah di SD Vidatara Bontang di dua tahun terakhir dari kurun tiga tahun. Semua keberhasilan itu tidak membuatnya berpuas diri, ia senantiasa berusaha dan berusaha mencapai yang terbaik. Hal ini terbukti dengan terseleksinya Bhampy masuk kelas cepat (akselerasi) di SMPN 2 Dumai. SMP Negeri favorit di kota minyak itu.

Saat ini Bhampy sudah memiliki cita-cita barunya yang harus ia raih lagi kelak setelah lulus SMP, ia ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SLTA. Sekolah pilihannya adalah sebuah sekolah dengan sistim islamic boarding school, SMU Pesantren Unggulan Al Bayan di kota Sukabumi.

Ayo Bhampy, kejar cita-citamu itu dengan solat dan sabar!*

3 thoughts on “Dari Dokter Kecil Ke Polisi Cilik”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.