RSS
Facebook

Dasar Pemahaman Housekeeping Di Tempat Kerja Konstruksi

Houseproyekkeeping di lingkungan konstruksi selalu menjadi masalah yang serius jika tidak dikelola secara baik. Sebaliknya, housekeeping yang dikelola secara profesional maka akan berimpak positif terhadap kondisi dan suasana kerja. Kondisi dan suasana kerja yang positif akan menghasilkan produktifitas yang positif pula.

Produktifitas berupa pencapaian progress konstruksi yang baik merupakan cita-cita setiap pengelola proyek konstruksi. Tidaklah dapat dicapai progress konstruksi yang baik jika para pengelola proyek konstruksi sendiri tidak serius untuk mengelola housekeeping secara profesional.

Pengelolaan housekeeping secara profesional memerlukan komitmen yang kuat top to bottom dan menerapkannya dalam rutinitas secara konsisten. Penerapan komitmen dalam rutinitas tentunya dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang terprogram secara berkala dari awal hingga akhir proyek konstruksi.

Untuk menguatkan komitmen terhadap pengelolaan housekeeping di tempat kerja konstruksi maka diperlukan pemahaman mendasar mengenai housekeeping itu sendiri.

Mengapa perlu perhatian serius pada housekeeping di tempat kerja?

Pelaksanaan housekeeping yang efektif sangat berpengaruh besar pada pengendalian dan bahkan mampu mengeliminasi potensi bahaya-bahaya di tempat kerja. Sedangkan sebaliknya, pengabaian atau pembiaran housekeeping sering menyebabkan pada terjadinya insiden. Kita sering menyaksikan hasil investigasi insiden atau kecelakaan kerja menyatakan bahwa salah satu penyebab utamanya adalah kontribusi housekeeping yang buruk.

HK1Perlu diingat bahwa housekeeping jangan diartikan hanya sebagai kebersihan. Housekeeping lebih dari sekedar kebersihan saja. Ia mencakup panataan area kerja yang selalu baik, rapi dan tertib. Maksudnya jelas mana akses, mana penempatan material terpakai dan dimana penyimapanan material usang dan akan dibuang. Sangat terlihat secara fisik alur produksi dari mana dan kemananya.

Housekeeping yang baik akan menghilangkan banyak potensi bahaya seperti terpeleset, tersandung, tersetrum aliran listrik, tertimpa benda jatuh, dan juga dapat menghindarkan tempat kerja dari bahaya kebakaran.

Housekeeping yang efektif adalah sebuah aktifitas yang terprogram dan sistemik dimana meliputi mengapa, apa, dimana, siapa pelakunya, kapan, dan lain-lain. Pelaksanaan housekeeping yang bersifat mendadak dan tidak terencana hampir pasti akan membutuhkan biaya lebih banyak dan menjadi gagal dalam mencegah terjadinya insiden.

Apa tujuan dan keuntungan melakukan housekeeping di tempat kerja secara baik?

Tujuan housekeeping adalah:

  1. Bersih, sehat, material tertata rapih dan tersedia akses memadai.
  2. Meniadakan potensi-potensi bahaya; Seperti tersandung, terpeleset, terbentur, jatuh dari ketinggian, kebakaran, dll.
  3. Menuju nihil kecelakaan.
  4. Efektif dalam penggunaan ruang kerja.
  5. Aliran material dan produksi sangat jelas.
  6. Pengendalian material/bahan, tools & equipment lebih mudah.
  7. Efisiensi dalam pemeliharaan.
  8. Produktifitas lebih tinggi.
  9. Moral pekerja hingga manajemen membaik.
  10. Keuntungan dari nilai komersial.
  11. Menaikkan citra perusahaan (company image).

 

Rencanakan Program Housekeeping secara baik

HKPerencanaan dan pengelolaan program housekeeping yang baik mempertimbangkan sistem penyimpanan dan perpindahan material secara tertib dari pintu satu tempat ke tempat berikutnya. Sehingga penanganan yang minimal pada aliran material.  Perencanaan tersebut juga memastikan bahwa area kerja tidak sekali-kali digunakan sebagai area penyimpanan. Segala sisa material dipsahkan antara yang masih digunakan dan yang tidak. Buanglah segera material yang tidak digunakan dan dikategorikan sebagai sampah.

Hindari penempatan material yang dapat menimbulkan penanganan berulang dari bahan yang sama, hal ini akan menghemat waktu pekerja. Sebab seringkali dari penglaman di lapangan, perencanaan penyimpanan yang tidak efektif atau tidak memadai mengakibatkan material ditangani berkali-kali dan disimpan dengan cara yang berbahaya. Sosialisasikan ke seluruh pekerja yang terlibat mengenai tata letak tempat kerja dan pergerakan material secara sistematis, misal melalui prosedur kerja.

Hal yang diperlukan manajemen untuk menunjang hal diatas selain menyediakan prosedur kerja adalah menyediakan bagi pekerja pelatihan yang dibutuhkan dan memadai. Tersedianya alat pelndung diri (APD), rambu-rambu / banner / poster yang tepat untuk semua kegiatan dan penyimpanan material produksi.

Manajemen harus pula dapat menjamin bahwa kampanye dan promosi pentinganya keselamatan, produksi dan quality melekat pada semua yang terlibat. Memprogramkan adanya inspeksi atau audit yang terpola secara from end to end dan tuntas!***




Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: