gerobak sampahPara penarik gerobak sampah pagi itu sekitar jam 6 menarik gerobak kosongnya menuju arah utara di jalan Asem Baris, Jakarta Selatan.

Sekitar dua jam lebih mereka, para penarik gerobak, kembali ke arah selatan dengan gerobak penuh sampah. Aroma khas sampah rumah tangga tertebar dari gerobak itu.

Para gerobak dibawa balik ke arah selatan oleh para penariknya menuju pool sampah sementara ditepi sungai Ciliwung.

Secara fisik para penarik gerobak sampah nampak tidak ada yang gemuk apalagi obesitas. Betis mereka nampak kenyal dan padat selain berotot. Betis itu sangat berperan kala manarik gerobak yang sarat dan padat muatan sampah.

Apapun cerita dan cuacanya, para penarik gerobak setiap pagi harus pergi dari pool sampah sementara dengan gerobak kosongnya menuju perumahan penduduk. Setelah penuh terisi si gerobak oleh sampah maka mereka harus membawanya kembali menuju pool sampah. Meski hari hujan mereka tetap melakukan pekerjaan itu, sebab itu rutinitas mereka untuk menyambung hidup di Ibukota Jakarta. Mereka hidup di DKI Jakarta dari sampah!*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.