Isro M1kecilMakan bersama dalam satu nampan besar, biasanya tampah yang terbuat dari anyaman bambu, ternyata masih ada di Ibukota.

Ba’da sholat magrib dan wiridnya dilanjut sholat rawatib. Sholat rawatib yakni sholat sunah yang dilakukan sehabis sholat wajib. Acara dilanjutkan tahlil dan sholawat. Ketika waktu isya datang maka dilakukan adzan, sholat isya berjama’ah dilanjut, wirid dan sunah rawatib lagi. Kembali dilanjutkan tahlil, sholawat dan do’a, tanpa ada ceramah.

Rangkaian acara diatas diikuti oleh sekolahajadotcom (SDC) di sebuah langgar atau surau yang ada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Jama’ah langgar tersebut sedang memperingati Isro Mi’roj yang kita ketahui jatuh bertepatan dengan hari Jum’at,tanggal 15 Mei 2015 kemarin. Acara diakhiri dengan makan bersama dalam satu nampan besar. Ada belasan nampan besar berisi menu yang sama.

Menu yang tersedia seragam yakni satu nampan besar berisi nasi uduk, empat semur telur ayam, empat daging sapi, potongan timun yang telah dikupas dibagian tepi baki, ditaburi goreng bawang,  emping goreng dan empat buah pisang ambon.

Isro M2kecilWangi aroma goreng bawang sangat tercium wangi. Setiap satu nampan duduk 3 hingga 4 orang, dan acara makanpun dimulai tanpa menggunakan sendok. Sekitar empat puluhan lebih jama’ah makan berbarengan. Makanan yang tidak habis dapat dibawa pulang dimana bungkus untuk hal tersebut telah disediakan sehingga makanan yang tersisa tidak mubazir.

Makan bersama dalam satu nampan yang disebut ‘ngejot’ di daerah Bali seperti ini memiliki pesan-pesan sosial yang sangat dalam seperti, tidak membeda-bedakan status orang perorang. Artinya sikaya dapat makan bersama langsung dengan simiskin, ulama dapat makan bersama dalam satu nampan dengan si awam.

Dinegara-negara lain pun ada yang melakukan makan bersama dalam satu nampan seperti di negara-negara Middle-East, Pakistan, India, termasuk kawasan Eropa-Asia.

Makan bersama dalam satu nampan tidak hanya ada di daerah-daerah di Indonesia, di Ibukota pun masih ada dan tidak sedikit.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.