Matahari pagi itu mulai memanas, stasiun kereta api Kota Cirebon (stasiun Kejaksan) mengalami perluasan dan semakin berwibawa. Berwibawa karena tak hentinya perbaikan bangunan disana-sini dan selalu menjaga kebersihan.

Seperti pada umumnya stasiun maka stasiun Kota Cirebon memiliki dan melayani ticketing standar PT KAI. Selain sistem tiket online maka stasiun kereta api Kota Cirebon juga memiliki atau melayani CTM (Cetak Tiket Mandiri).

Tidak hanya di stasiun Kota Cirebon saja yang telah memiliki standar pelayanan PT KAI, di stasiun Cirebon lainnya yakni stasiun Parujakan pun telah memiliki standar yang sama.

Saat telah berada di gerbong ke dua kelas eksekutif saya duduk sesuai dengan nomor yang ada pada tiket. Tak lama berselang duduk tiga gadis seusia baru lepas remaja duduk ditiga kursi disamping saya, maksudnya satu deret atau satu baris dengan saya.

gambir177Tak lama duduk di gerbong itu, penumpang telah mencapai hampir separuh gerbong. Memang tak penuh, mungkin karena hari itu adalah hari kerja dan bukan hari libur. Jam menunjukkan 09.57 Wib berarti 3 menit lagi kereta diberangkatkan. Tak lama datang seorang petugas PT KAI berusia relatif muda mengumumkan kereta Cirebon Ekspres (Cireks) terlambat diberangkatkan karena masalah teknis kelistrikan dengan penutup mohon maaf atas nama manajemen kereta.

Pengumuman dan permohonan maaf sungguh hal yang dibutuhkan oleh penumpang, dan nampak wajah para penumpang adem-adem mungkin karena semua melatih kesabaran masing-masing saat menjalani ibadah puasa ditahun ini.

Ternyata tepat jam 10.00 Wib di arloji saya kereta telah beranjak berangkat. Kereta Cireks berangkat tepat waktu. Sungguh pelayanan yang penuh tanggung jawab dan profesional.

Setelah ada pemeriksaan tiket oleh kondektur yang didampingi dua petugas Polsuska, sepasang pelayan (pramugara-pramugari kereta) menghampiri hampir setiap penumpang menawarkan makanan apa yang hendak dipesan.

gambir166Ternyata dalam gerbong itu hanya tiga gadis yang duduk satu deret dengan saya yang memesan makanan. Sekitar sepuluh menit makanan diantar ke tiga gadis tersebut oleh sepasang pelayan kereta yang menawarkan makanan sebelumnya. Sepasang pelayan kereta api itu pun melayani secara sungguh-sungguh. Sebentar saja aroma bawang goreng dan sebagainya sampai ke hidung saya yang dua tahun lalu dioperasi polip dan sinusitis. Harum bawang goreng sangat tercium. Saya tidak memastikan apakah Cireks tersebut dilengkapi gerbong restorasi atau tidak. Saya memilih diam dan tidur.

Lepas meninggalkan Stasiun Gambir menuju tujuan berikutnya, saya melihat banyak pedagang makanan tepi jalan yang tetap berjualan di bulan puasa menutup area makannya dari orang-orang yang berpuasa.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.