Indonesia termasuk tiga terbesar negara di dunia yang menggunakan panas bumi untuk menghasilkan energi listrik. Energi panas bumi dihasilkan dari sumber alam berupa panas bumi atau geothermal. Geothermal dimanfaatkan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin dan menghasilkan energi listrik.

Panas bumiyPanas bumi (geothermal) adalah sumber energi yang ramah lingkungan, kata, “geo”, berarti bumi dan, “thermos”, berarti panas. Panas bumi selain memiliki biaya operasional yang rendah namun biaya ekplorasi dan investasi jauh lebih mahal dibandingkan sumber energi yang berasal dari fosil (fossil fuel). Energi panas bumi bila dikembangkan maka akan dapat mengurangi bahaya efek rumah kaca yang dapat mengakibat pemanasan global.

Negara-negara yang banyak mengandung dan mengekplorasi panas bumi seperti Amerika Serikat, Filipina, Indonesia, Meksiko dan Italia. Indonesia memiliki cadangan-cadangan panas bumi terbesar di dunia. Diperkirakan 40% cadangan panas bumi dunia ada di bumi Indonesia. Meski demikian masih cukup rendah yang di eksplorasi yakni masih dibawah 5% dari 40% tersebut. Dibawah ini adalah video salah satu aktifitas penyiapan lahan untuk pembangunan kilang pembangkit listrik panas bumi.

Cadangan panas bumi di Indonesia banyak terletak dalam area hutan lindung dan area konservasi. Pada tahun 2014 DPR mengesyahkan UU nomor 21 tahun 2014 tentang panas bumi, dimana UU ini menggantikan UU sebelumnya yaitu UU nomor 27 tahun 2003.

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang pada tidap tahunnya mengalami peningkatan kebutuhan suplai listrik sekitar 10%, terutama daerah-daerah luar pulau Jawa.

Pulau yang banyak mengandung panas bumi adalah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Maluku. Panas bumi merupakan satu kesatuan dengan jalur vulkanik. Kebutuhan listrik di Sulawesi Utara 40% dipasok dari energi panas bumi.




Keberadaan kandungan panas bumi ini menunjukkan kita tidak harus hanya bergantung pada sumber energi seperti yang berasal dari batu bara, gas dan minyak. Selain ramah lingkungan, sumber energi panas bumi relatif tidak akan habis karena proses pembentukannya terjadi secara terus menerus asalkan terjadi keseimbangan antara faktor geologi dan hidrlogi mencapai keseimbangan.

Panas bumi merupakan komoditas yang tidak dapat di ekspor, sehingga hasil produksinya hanya dapat dipakai untuk kebutuhan area domestik saja.

pns bhumiySejarah pemanfaatan energi panas bumi dimulai sejak tahun 1904 di negara Italy yang mana uap panas bumi dapat menyalakan lima buah lampu. Di Indonesia telah diketahui 265 lokasi sumber energi panas bumi dengan perkiraan total kapasitas 28,1 Gigawatt electric (GWe). Angka 28,1 GWe adala setara dengan 12 milyar barel minyak bumi dengan masa operasi selama 30 tahun. Itulah angka yang menempatkan Indonesia sebagai negara terkaya dengan kandungan panas buminya.

Beberapa nama pembangkit listrik di Indonesia yang memanfaatkan panas bumi antara lain:

  1. Pembangkit listrik panas bumi Wayang Windu, kapasitas 227 megawatt, terletak di Bandung, Jawa Barat.
  2. Pembangkit listrik panas bumi Kamojang, kapasitas 200 megawatt, terletak di Garut, Jawa Barat.
  3. Pembangkit listrik panas bumi Gunung Salak, kapasitas 375 megawatt, terletak di Sukabumi, Jawa Barat.
  4. Pembangkit listrik panas bumi Sibayak, kapasitas 12 megawatt.
  5. Pembangkit listrik panas bumi Darajat, kapasitas 255 megawatt.
  6. Pembangkit listrik panas bumi Dieng, kapasitas 60 megawatt, Jawa Tengah.
  7. Pembangkit listrik panas bumi Lahendong, kapasitas 60 megawatt, Sulawesi Utara.
  8. Pembangkit listrik panas bumi Sarulla, kapasitas 330 megawatt (terbesar di dunia), terletak di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.