RSS
Facebook

Excavator

Excav comp

Kalian tahu gambar apa ini? Kalian mungkin sering atau setidaknya pernah melihatnya tapi kalian tak tahu namanya? Mungkin, kalian sudah tahu namanya dan sudah sering melihatnya namun kalian belum mengenalnya. Baiklah, ini adalah saatnya kalian untuk mengenal excavator lebih detail sedikit.

Paragraf diatas boleh dianggap basa-basi namun ini adalah pengalaman saat saya melakukan  interview terhadap pencari kerja dimana 2 fresh graduate engineers (lulusan teknik perguruan tinggi di Kota Besar) tidak dapat menjawab alat berat apa namanya ketika saya tunjukkan foto sebuah ekskavator (excavator).

Definisi

Excavator adalah termasuk alat-alat berat. Excavator merupakan peralatan konstruksi (construction equipment). Lebih spesifik, excavator merupakan alat berat yang biasa digunakan untuk menggali dan memuat tanah keatas truk.

excav1 comp

Ada peralatan konstruksi yang hampir sama bentukanya dengan excavator yaitu yang disebur backhoe. Backhoe selain dilengkapi bentuk seperti excavator namun ia juga dilengkapi dengan bucket dibagian belakangnya. Bucket itu berfungsi sebagai pendorong tanah seperti bulldozer atau pengangkut/pemuat misal tanah ke sebuah truk (loader).

Di dunia konstruksi Indonesia sering rancu, excavator sering disebut juga backhoe, kemudian dikenal dengan nama lain bego atau beko.

Excavator bekerja dengan sistem hidrolik (hydraulic system), maka kita pun dapat menyebut alat ini dengan nama hydraulic excavator. Namun yang popular adalah disebut excavator saja.

Ukuran & Kegunaan

Ukuran excavator sangat beragamnamun secara garis besar dibagi menjadi empat kelas, ada yang mini yang biasa digunakan misalnya untuk pekerjaan galian saluran, plumbing, pertamanan (landscaping). Ukuran kecil dan sedang (small & mid-size) biasanya digunakan di lapangan konstruksi. Sedangkan yang ukuran supersize biasanya digunakan di area pertambangan.

Penggunaan excavator sangat jauh lebih efisien dibandingkan jika pekerjaan itu dilakukan oleh manusia secara langsung. Excavator dirancang untuk melakukan pekerjaan sesuai tujuannya di segala medan. Meski demikian perlu diingat bahwa satu ukuran dan jenis excavator tidak berarti cocok untuk semua medan.

Bagian-bagian Utama & fungsi

Sebuah excavator terdiri dari tiga bagian utama yaitu work equipment, upper structure dan lower structure. Work equipment, yaitu bagian tuas yang berfungsi untuk bekerja: menggaruk/menggali (digs) dan memuat (loading).e excavv Upper structure, yaitu bagian yang terdiri dari kabin operator, mesin, dan lain-lain. Sedangkan lower structure adalah bagian bawah berupa track dan rangkaian mekaniknya yang berfungsi untuk bergerak diatas tanah/bumi.

Work equipment (tuas kerja) terdiri dari bagian utama: boom, (lengan) arm, silinder hidrolik (hydraulic cylinders), dan timba (bucket). Bagian tuas kerja bergerak atau bekerja seperti tangan kita yang berayun kearah badan kita dimana bucket adalah telapak tangan kita yang ditekuk kedalam. Work equipment ini digerakkan oleh sistem hidrolik melalui silinder hidrolik.Exca sondi-i

Mari kita kupas sistem hidrolik yang ada pada silinder hidrolik. Sebuah silinder hidrolik kita belah dan akan terlihat bagian-bagiannya yang terdiri dari rod, silinder dan piston.

E silinderPengaturan jumlah volume/tekanan oli dengan menggunakan pompa dan sebuah keran kendali (control valve) maka dalam silinder akan menggerakkan piston maju-mundur. Gerakkan piston menyebabkan work equipment bekerja. Control valve menyebabkan gerakan arm teratur dan akurat.

E pumpUnit mesin excavator dapat beralih fungsi dengan mengganti pada bagian bucket-nya. Jika bucket diganti oleh sebuah ripper maka unit mesin itu menjadi pencabik pohon besar atau batu keras. Jika bucket diganti dengan sebuah mata bor maka unit mesin excavator beralih fungsi menjadi mesin pengebor bumi. Excavator juga dapat berubah fungsi menjadi mesin-mesin lainnya seperti menjadi mesin pemotong / big cutter, big crusher, stone breaker, dan lain-lain.edrill

Upper structure (bagian atas) teridiri dari bagian utamanya yaitu mesin (engine), oli dan selang (hose). Kita tahu, kendaraan-kendaraan pada umumnya bergerak karena gerakan roda yang merupakan bersumber dari gerakan mesin melalui rangkaian transmisi secara langsung. Pada hydraulic excavator dapat bergerak karena adanya perubahan tenaga dari mesin mejadi tenaga hidrolik.

Mesin-mesin untuk peralatan konstruksi dibutuhkan peralatan yang kuat atau berdaya besar, meski demikian yang tidak mencemari alias ramah lingkungan ‘the strong, yet gentle engine’.

Bagian upper dapat bergerak berputar (swing) 360° diatas bagian lower structure menggunakan tenaga hidrolik dengan menggunakan mekanisme berputar. Mekanisme berputarnya secara prinsip dapat dilihat pada gambar dibawah, lintasan luar (outer race) yang terangkai pada upper structure berputar melalui roda gigi kecil (pinion) yang berputar sepanjang gigi lintasan dalam (inner race) yang terangkai pada lower structure. Antara inner dan outer race terpasang laher (ball bearing) untuk lembutnya gerakan.

E pinionSemua pergerakan dari excavator dioperasikan seorang operator atau driver yang duduk didalam kabin. Pengoperasian dilakukan dengan empat tuas yang terhubung melalui sistim hidrolik (2 control levers dan 2 travel levers). Didalam kabin itu pula terdapat travel pedals, machine monitor, engine starting switch, dan fitur-fitur lainnya.

lower structure (struktur bawah excavator). Ada dua jenis kaki-kaki pada unit excavator, yakni menggunakan jenis roda (wheel type) dan menggunakan jenis besi merayap (crawler track type). Keduanya memiliki karakteristik dan tujuan pelayanan yang berbeda.

Jenis excavator yang menggunakan roda adalah sama dengan roda-roda ban kendaraan pada umumnya. Excavator jenis ini dapat bergerak dari satu titik ke titik lainnya yang berjarak jauh dengan cepat, atau ia dapat berpindah secara cepat oleh dirinya sendiri. Meski demikian jenis ini memiliki kekurangan yaitu tidak sestabil jenis crawler track. Jenis ini juga tidak dapat dipekerjakan pada area berlumpur, permukaan tanah yang tak rata, atau di area-area bebukitan apalagi yang terjal.

Excavator wheel type lebih cocok untuk area perumahan atau perkotaan dimana saat pergerakannya tidak merusak jalanan aspal, pavement atau sejenisnya.

Jenis crawler sangat banyak digunakan di berbagai lapangan konstruksi. Pijakan kakinya benar-benar mencengkaram di tanah sebab banyak luasan cralernya yang bersentuhan dengan tanah. Jenis ini tidak akan tenggelam (terperosok) meskipun diatas tanah lembek. Lempengan baja pembentuk crawler berputar dan memijak tanah yang sangat memungkinkan dapat merayap di bukit terjal. Kaki-kaki jenis crawler ini pun digunakan oleh para alat persenjataan tentara di dunia untuk dapat diterjunkan di segala medan.

2. low bouyComp

Dibalik kelebihannya, jenis crawler memiliki kekurangan dibandingkan yang wheel type. Jenis crawler tidak dapat berjalan di jalanan umum sebagaimana kendaraan lain pada umumnya. Jenis crawler jika untuk berpindah dalam jarak jauh akan menggunakan atau dinaikkan diatas trailer. Jenis crawler ini jika berjalan hanya mampu maksimal 20 mile per jam.

Dibawah ini sepintas video mengenai aktifitas alat berat termasuk excavator.***




Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: