Fog alvinKami adalah pekerja proyek yang tinggal di pinggir desa terpencil yang berbatasan dengan sebuah kawasan hutan lindung di Sumatera Selatan. Area tempat kami tinggal itu disebut base camp. Kami di siang hari apalagi malam hari banyak mengeluh akan seringnya gangguan serangga. Serangga yang sangat banyak jumlahnya tak jarang masuk kamar saat pintu kamar terbuka sedikit saja atau serangga turut masuk kamar meski pintu kamar hanya sebentar terbuka.

Mengingat kami berada di area dekat hutan dengan jumlah serangga yang demikian banyak bahkan bisa dikatakan tiada habisnya maka kami melakukan pembasmian seranga-serangga tersebut secara massal (insect/pest control). Pembasmian serangga secara massal sudah kami lakukan sebanyak empat kali dalam kurun sepuluh bulan terakhir.




Arti fogging dan pemilihan baham kimia

fogPembasmian massal serangga yang kami pilih adalah dengan cara fogging. Fogging adalah salah satu cara yang sementara ini kami yakini paling efektif untuk membasmi serangga secara massal. Fogging biasanya dimaksudkan dengan memutus rantai nyamuk dewasa pembawa demam berdarah (DBD), aedes aigepty, karena kita sama-sama tahu DBD merupakan penyakit berbahaya yang dapat mematikan. Meski demikian fogging yang kami lakukan ditujukan bukan untuk nyamuk saja, sebab prosentase nyamuk di area base camp tak lebih dari 1% dari jumlah serangga-serangga lainnya.

Fogging (fog) arti bebasnya bermakna pengkabutan atau pengasapan. Apa yang dikabutkan atau yang diasapkan? Pada aktifitas fogging diggunakanlah cairan kimia anti serangga, misal insektisida golongan organophospat dengan kandungan aktif malathion 95%. Cairan malathion ini untuk mengendalikan serangga terbang termasuk larva dan nyamuk dewasa. Cairan ini jernih dan berbau khas. Selain malathion ada juga temephos, tention, profoxur, dan lain –lain.

Kami menggunakan cairan kimia insektisida yang menurut kami lebih ramah lingkungan yakni produk mustang 25EC dan 50 EC. Cairan kimia ini sangat mudah digunakan dan praktis, artinya dapat cepat larut waktu dicampur dengan bahan pelarut seperti air, solar, minyak tanah, oli dan lain sebagainya. Meski demikian kami menyadari bahwa serangga yang terpapar cairan kimia ini namun tetap hidup ia akan menjadi kebal, oleh sebab itu kami secara berkala menggantinya dengan cairan kimia lain.

 

Mesin fogging

Pengasapan/pengabutan cairan kimia dilakukan dengan menggunakan mesin pengkabut atau mesin pengasap (fog machine, fog generator, smoke machine) sehingga cairan campuran bahan kimia dapat dikabutkan dan terlihat seperti asap tebal. Mesin fogging dapat dilihat di foto pertama diatas.

fog machine diagram11Ada lima komponen yang membuat mesin pengkabut dapat bekerja yaitu bahan kimia cair (chemical fluid) pada tangki, pompa, heat exchanger, pipa penyemprot (nozzle) dan fumgsi kontrol.

Prinsip kerja mesin fogging dapat diterangkan dengan menggunakan gambar diagram mesin fogging disebelah ini. Cairan bahan kimia dipompa dari tangki menuju heater block, yang berubah menjadi uap dan keluar dari nozzle karena tekanan yang terjadi akibat adanya gas yang mengembang.

Pemilihan waktu

Pemilihan waktu fogging terbaik kami ikuti yakni pada 07.00 – 10.00 atau 15.00-17.00 WIB. Dilakukan fogging tidak saat hujan turun karena cairan kimia akan hanyut terbawa air hujan atau pun saat udara terlalu panas karena kabut cairan kimia akan mudah menguap.

 

Dampak fogging

Hasil fogging yang sukses adalah sasaran tercapai yakni serangga termasuk nyamuk mati ditempat tanpa pencemaran lingkungan. Selain hasil positif, aktifitas fogging memiliki dampak buruk juga misalnya tercemarnya area penempatan bahan dan tempat makanan, gangguan kesehatan ibu hamil, anak balita dan bahkan terhadap orang dewasa. Karena menyadari adanya dampak buruk tersebut secara prinsip kami menerapkan hanya orang-orang yang terlibat aktifitas fogging saja yang diperbolehkan berada di area fogging dilakukan. Untungnya kami adalah sebuah base camp, penghuninya semua berada di luar base camp yakni berada di lapangan proyek saat dilakukan fogging.

Kami sangat menyadari bahwa fogging dapat menimbulkan efek samping pada kesehatan tubuh baik yang instan maupun yang membutuhkan waktu agak lama. Efek samping itu merugikan, misal jika kita menghirup asap / kabut tersebut dalam waktu lama akan menyesakkan pernafasan/dada, mata perih, perut terasa mual-mual, dll. Kami serius dalam hal ini sehingga pemberitahuan gencar kami sebarkan setidaknya sebelum hari H dilakukannya aktifitas fogging.




Sebagai penutup, terkait serangga kami telah mencatat ada empat kasus kejadian telinga kemasukan serangga dan satu kasus lagi yaitu alat kelamin salah satu dari tim kami tersengat serangga nakal yang akibat sengatan tersebut bengkak selama lebih dari seminggu dan hanya bisa memakai sarung setiap harinya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.