sepatuSaya bekerja di sebuah perusahaan kontraktor konstruksi bangunan. Kontraktor konstruksi bangunan pabrik minyak & gas dan petrokimia. Bahasa kerennya oil & gas and petrochemical, gitu loh!

Jika perusahaan saya mendapatkan proyek maka bisa jadi saya harus bekerja di lapangan proyek di mana proyek itu berlangsung. Perjalanan menuju lokasi proyek bagi saya selalu mengasyikkan, terbang naik pesawat dan landing di bandara yang dituju kemudian nyambung dengan perjalanan darat. Perjalanan menuju lokasi proyek beragam ada yang langsung ditengah kota, ada yang harus melalui hutan atau kebun misal kebun karet atau sawit, ada yang harus ….ahh liat aja sendiri salah satu contoh perjalanan saya menuju sebuah lapangan proyek di link ini.

Kalau di lapangan proyek saya diwajibkan menggunakan baju seragam lapangan (terkadang bentuk coverall) dan alat pelindung diri (APD). Salah satu APD adalah sepatu khusus lapangan yakni sepatu keselamatan (safety shoes). Sepatu keselamatan adalah sepatu yang dirancang untuk melindungi kaki dari beragam bahaya (hazards), misal, ketimpa benda berat, tergores benda tajam, terpeleset, terbentur benda keras dan lain-lain pokoknya sangat membantu melindungi kaki pemakainya.

Model sepatu keselamatan sekarang sudah banyak yang dirancang dengan model yang ‘bergaya’ dan tak kalah keren dengan sepatu anak sekolahan atau sepatu pekerja kantoran. Fashion-nya mengikuti perkembangan selera dan tampilannya stylish.

Jika berada di lapangan proyek maka sepatu keselamatan selalu saya pakai, begitupun rekan-rekan lain. Menggunakan sepatu keselamatan adalah sebuah kewajiban tiap individu dan tak boleh dilanggar oleh siapapun. Memakai sepatu keselamatan membuat pemakainya terlihat lebih keren. Keren sih…. tapi ada efek sampingnya…. kadang kaki atau sela-sela jari kaki terasa berkeringat, lembab bahkan terasa gatal-gatal atau terasa panas. Hal ini terjadi karena banyaknya keringat pada jari kaki yang terbalut kaos kaki dan sepatu keselamatan itu sendiri, tak jarang saya lihat jemari kaki rekan-rekan saya sampai jamuran alias tumbuh jamur begitu juga jemari kaki saya….hehehe…

Jamuran di kaki dikenal juga dengan istilah tinea pedis atau istilah lain foot fungus. Ada istilah lain lagi?

fungusKaki atau jemari kaki yang sering terbalut kaos kaki dan sepatu (termasuk sepatu keselamatan) kemudian kaki itu berkeringat maka akan tercipta kondisi lembab. Lembab seperti inilah yang paling disenangi jamur. Gejalanya kaki akan terasa gatal bahkan terasa gatal banget, terasa seperti tersengat dan terbakar. Gejala ini akan disertai warna kulit yang kemerahan yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang hidup di lapisan luar kulit kaki. Jamur ini adalah dari jenis yang sama dengan jamur penyebab kurap dan jock itch (gatal di selangkangan). Kulit kaki yang terinfeksi juga menjadi sangat kering dan pecah-pecah.

Hati-hati, jamur ini biasanya bisa menyebar ke orang lain jika terjadi kontak dengan orang yang terinfeksi atau kontak dengan permukaan benda yang telah terkontaminasi misal kaos kaki atau sepatu. Karena itu jangan sekali-kali meminjam kaos kaki atau sepatu yang bekas dipakai teman ya…resikonya bisa tertular.

Akhir-akhir ini kaki saya selalu bersih, sehat dan mulus (hehe…kayak kaki artis loh!) karena saya selalu menjaga kebersihan kaki secara teratur yaitu dengan mencucinya menggunakan sabun dan air. Selain itu saya selalu mempertahankan kaki saya agar selalu dalam kondisi kering, sering berganti kaos kaki (seringnya saya ganti kaos kaki sehari sekali), dan jika tidak sedang di lapangan saya selalu segera berganti dengan sandal atau sepatu yang memiliki pori-pori. Satu lagi, tidak meminjam atau meminjamkan sepatu atau kaos kaki ke rekan. Dan yang tidak pernah saya lupakan saya selalu melakukan wudlu secara ‘serius dan sungguh-sungguh’ membersihkan seluruh bagian tubuh yang dilalui air termasuk bagian kaki.

Jika kaki kita sudah terlanjur terjangkit jamur bagaimana?

Pengobatan terhadap jenis penyakit kulit ini pada umumnya cukup dengan pengobatan topikal dengan obat-obat anti jamur. Lama pengobatan berkisar 4-6 minggu. Namun jika sudah diberi obat anti jamur luar tidak ada perubahan, artinya diperlukan pengobatan berbentuk klinik yaitu penggunaan antibiotik yang dapat diresepkan oleh dokter.

Kaki merupakan bagian tubuh yang sering terlupakan, oleh karenanya penyebaran jamur atau penyakit lain melalui kaki tergolong mudah. Mulai sekarang berilah perhatian khusus pada kaki kita agar jamur tidak bisa tumbuh dan menimbulkan masalah.*

Helen M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.