ags1Hal unik setiap event olahraga setidaknya ditingkat nasional maka akan selalu ada maskot untuk event tersebut. Masih mudah kita ingat saat piala sepakbola dunia yang barusan usai dilangsungkan di Rusia, event inipun memiliki maskot. Maskot ‘2018 FIFA World Cup Russia’ bernama Zabivaka. Zabivaka adalah nama maskot yang merupakan penyerupaan dari serigala Rusia.

Pada event olahraga akbar se Asia ‘18th Asian Games 2018’ yang telah digelarpun memiliki maskot. Tiga maskot sekaligus. Mereka bernama Bhin bhin (burung cendrawasih), Atung (pulau Bawean), dan Kaka (badak cula satu).

Kenapa ada maskot disetiap event olahraga sekelas Nasional atau Internasional? Apakah harus? Untuk itu kita selusuri dahulu sejarahnya kenapa selalu muncul maskot disetiap event olahraga.

Maskot dapat menggambarkan keunikan dan identitas pada event yang digelar. Penentuan maskot tidak ala kadar atau asal ada. Maskot diseleksi dan ditentukan oleh tim tertentu yang mempertimbangkan dari beberapa aspek seperti lingkungan, budaya-sosial setempat, ekonomi, dan lain-lain.

Sejarah per-maskot-an muncul ketika akan dilakukan penyelengaaran ‘1966 FIFA World Cup’ di Inggris. Kala itu Reg Hoye, berkebangsaan Inggris, sang ilustrator buku anak-anak diminta bantuan untuk membuat maskot pada event tersebut guna mendongkrak promosi dan sponsor.

Reg Hoye akhirnya berkreasi dan membuat maskot berupa singa. Singa adalah simbol negara Inggris, setara dengan burung Garuda bagi negeri kita. Maskot singa hasil kreasi Reg Hoye itu mengenakan baju bendera Inggris (Union Jack) dengan tulisan “wold cup”. Maskot singa tersebut bernama Willie.

Maskot Willie buah karya Reg Hoye sukses. Maskot Willie ini kala itu dapat eksis diberbagai ilustrasi dan merchandise. Maskot Willie terpampang hingga pada botol bir dan tentunya juga dalam bentuk boneka. Pndapatan komersial merangkak naik begitu cepat. FIFA dan Organisasi sepakbola Inggris, FA, dilaporkan mendapatkan keuntungan hingga 3 juta poundsterling.

Pembaca, sejak maskot Willie dipenyelengaaran ‘1966 FIFA World Cup’ Inggris itulah maskot selalu diciptakan disetiap event olahraga hingga sekarang ini.

Seperti yang disebutkan diatas bahwa pada event ‘18th Asian Games 2018’ yang barusan resmi mulai digelar di Jakarta dan Palembang memiliki tiga maskot. Bhin bhin, Atung, dan Kaka.

Bhin bhin, Atung dan Kaka merupakan representatif hewan-hewan khas Indonesia. Bhin bhin yang burung cendrawasih melambangkan strategi yang digunakan para atlit saat bertanding. Atung merupakan rusa dari pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, melambangkan kecepatan. Terakhir Kaka, adalah badak bercula satu melambangkan kekuatan.

ags4Setiap maskot event olahraga akan diperkenalkan jauh-jauh hari ke khalayak. Sebagai contoh, ketiga maskot Asian Games 2018 ini sudah diperkenalkan saat event Pekan Raya Jakarta bulan Juni lalu.

Promosi memperkenalkan maskot itu tidak hanya di wilayah DKI Jakarta dan Palembang namun diberbagai tempat di tanah air juga dilakukan. Promosi itu melalui berbagai cara seperti banner, billboard, sreen display, dan lain-lain. Namun cara ini hanya bisa dipandang mata dan tidak dapat dipegang dalam wujud 3-dimensi. Bukan berarti menyurutkan semangat mendukung dari semua masyarakat, cuman cara ini pada akhirnya dirasa menjenuhkan apalagi dengan tulisan yang itu-itu juga “…mendukung dan mensukseskan…. .

Berbagai cara agar masyarakat mengentahui ada event besar dan mengenal maskotnya. Contoh di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Polres setempat menghadirkan ketiga maskot Asian Games 2018 dalam pelayanan publik seperti SIM dan SKCK.

Singkatnya, ketiga hewan yang merupakan maskot Asian Games ke 18 ini yang paling diburu masyarakat adalah dalam bentuk boneka. Tentu saja khususnya anak-anak sangat menyukainya. Tidak terbatas anak-anak, banyak pula para remaja putri dan orang dewasa merasa gemas ingin memegang dan memiliki maskot dalam bentuk boneka.

Beberapa kali penulis menyaksikan di area bandara-bandara dan wilayah Jakarta seputaran gelora Bung Karno sekelompok remaja, anak-anak dan para orang tuanya silih berganti berfoto bersama maskot Asian Games itu. Berganti pose berulangkali kemudian bergantian dengan yang lain yang ingin juga foto bersama Bhin bhin, Atung dan Kaka.


ags3Foto bersama maskot event besar sangat menyenangkan setiap orang terutama anak-anak. Menjadi tuan rumah event besar sekelas Asian Games tentunya harus menunggu giliran yang tidak sebentar. Kapan lagi negeri ini kebagian menjadi tuan rumah Asian Games?

Berburu mengambil gambar bersama para maskot pada event kali ini bukanlah sesuatu yang harus apalagi dianjurkan menurut ajaran agama namun sangat rugi bila tak dilakukan.

Gambar atau foto yang diambil sekarang akan berbicara banyak bagi siapapun di kemudian hari. Anda sudah berpose bersama Atung, Bhin bhin dan Kaka?***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.