gendong8Menggendong anak itu tradisi. Yang namanya menggendong anak sudah ada sejak dulu. Sejak kapan? Ya, sejak dululah sejak adanya manusia. Gampangnya di zaman Rasulullah (Muhammad SAW) saat beliau menjadi imam sholat diriwayatkan sambil menggendong cucunya. Bagaimanakah di zaman sebelum Rasulullah, apakah sudah ada aktifitas menggendong anak? Ada, lihat saja banyak gambar dan patung yang menunjukkan Bunda Maria yang sedang menggendong Yesus.

Pembaca masih ingat kapan mulai di gendong oleh Ibu kalian? Hehehe sejak lahirlah, betul?! Kapan terakhir di gendong Ayah? Pasti lupa kan?!

Bagaimana rasanya waktu kita kecil saat kita digendong? Benar-benar tidak ingat sama sekali apa yang saya rasakan kala Ayah atau Ibu menggendong saya. Sekarang, saya membayangkan rasanya digendong oleh Ayah atau Ibu saya kala saya sedang menggendong anak saya sendiri. Saya sulit membayangkan secara utuh apa rasanya seorang anak yang sedang digendong orang tuanya. Saya hanya bisa menyimpulkan dengan bahasa saya sendiri bahwa anak saya digendong saya. Saya waktu kecil digendong orang tua saya, orang tua saya  digendong Kakek-Nenek, dan seterusnya. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa menggendong anak itu ada sejak adanya manusia.

gendong7Cara menggendong. Pada umumnya cara menggendong ada yang langsung menggunakan tangan dan lengan namun juga ada yang menggunakan alat bantu.

Alat bantu gendong yang saya lihat (di daerah saya) di zaman saya kecil adalah kain selendang (ada yang menyebutnya jarik, jarit, samping, sinjang). Seingat saya, selendang kala itu selalu bermotif batik. Alat gendongan zaman sekarang berbeda dengan zaman dulu, saya lihat berbagai macam model ada baby carrier, baby sling, baby wrap, saddle baby, dan lain-lain. Tidak sulit saya menemukan model gendongan-gendongan “modern” tersebut dalam keseharian meskipun saya berada di pedesaan. orang desa sudah banyak yang memakai alat gendong modern. Pembaca hidup di desa? Jika ya, apakah pernah melihat orang-orang desa disitu menggunakan gendongan modern? Jika tidak, desa tempat pembaca tinggal bisa jadi belum maju. Maaf, itu cuman opini saya, hehehe…

Malu dan tren. Pernah kita lihat atau mungkin kita rasakan bahwa bagian menggendong dan mengasuh anak adalah bagian sang pembantu rumah tangga atau baby sitter. Benarkah jika kita menggendong anak sendiri harus malu?

Anak adalah anugrah dan kebanggaan orang tua, orang tua manapun pasti merasa senang dan bangga menggendong buah hatinya. Beberapa tahun belakangan ini banyak orang popular terutama kalangan artis tampil sedang menggendong buah hatinya di depan umum sebagaimana dimuat di instagram mereka. Mereka itu sebut saja bintang film cantik Dian Sastro, kemudian Ayu Ting Ting, Jessica Iskandar, Alexandra Gottardo, Intan Nuraini, Kirana Larasati, Ashanty, Rionaldo Stokhorst.

Artis manca negara pun sama halnya dengan Dian Sastro dkk, sebut saja mereka itu Chrissy Teigen, bintang sexy Megan Fox, Olivia Wilde, Jannifer Gardner, Jessica Alba.

Apakah kita menggendong anak sendiri didepan umum hanya karena mengikuti tren?

Shgendong5olat. (ini pengalaman penulis sendiri) Saat itu si bungsu sangat sulit lepas dari saya, seakan ia tak bisa lepas dari dekapan saya. Ia sering saya gendong kemana pun ia mau. Ia pun sering saya gendong termasuk kala saya menunaikan sholat.

Sekarang si bungsu, kala saya ceritakan masa kecilnya yang sering saya gendong maka iapun manja ingin di gendong lagi oleh saya, bahkan saya dimintanya memperagakan kala saya mengerjakan sholat sambil menggendongnya.

Usai memperagakan sholat sambil menggendonya lantas si bungsu pernah bertanya “Emang boleh solat sambil menggendong?”. Boleh, jawab saya. Dulu bahkan Rasulullah yang sedang mengimami sholat beliau pernah sambil menggendong cucunya yang bernama Umamah bin Abil ‘Ash.

Posisi gendong. Ada empat posisi menggendong yakni di depan, di belakang, di samping dan di pundak. Posisi menggendong di depan dengan berhadapan dapat menujukkan penggendong dan yang digendong sedang berkomunikasi (saling bicara, bercanda, dll). Pada saat anak sedih atau sakit maka orang tua cenderung melakukan menggendong dengan posisi si anak di depan.

Posisi menggendong disamping, jika digendong ibunya biasanya untuk sambil ‘netek’ atau menyusu. Posisi gendong disamping juga sering saya lihat yang digendong tertidur pulas.

gendong4Menggendong posisi di belakang (punggung) pada umumnya dilakukan saat harus menempuh jarak yang lebih jauh, si penggendong dapat bebas beraktifitas atau beriteraksi dengan orang lain.

Pundak adalah bagian tertinggi sebagai tempat menggendong. Posisi tinggi ini menempatkan anak yang digendong dapat melihat seputar lebih leluasa, dapat menambah jarak pandang si anak. Model menggendong cara ini biasanya dijumpai ditempat keramaian atau tontonan. Saya pernah menjumpai cara menggendong di pundak ini dilakukan oleh beberapa orang saat sa’i mengelilingi Ka’bah.

Yang Jangan. Jika kita sayang dengan yang kita gendong maka janganlah sekali-kali saat menggendong kita sambil mengerjakan sesuatu yang berbahaya. Suatu ‘bahaya’ jika sampai menjelma menjadi sebuah insiden maka akan muncul yang namanya resiko. Resiko merugikan diri kita sendiri, lebih-lebih terhadap yang kita gendong.

Hal-hal yang harus dihindari pada saat menggendong adalah antara lain jangan sambil merokok jika anda perokok, jangan sambil memasak (dekat kompor) meski hanya memasak air, jangan minum atau makan yang masih panas, jangan membungkuk yang berlebihan, jangan sambil mengangkat atau menggeser beban berat, jangan sambil mengerjakan pekerjaan dengan menggunakan benda tajam, termasuk beraktifitas dengan peralatan listrik apalagi dengan arus yang kuat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.