Pembuatan gerabah merupakan kegiatan yang terkait dengan aspek kerajinan tangan berbahan dasar non-metal yang plastis (mudah dibentuk) dan dalam wujud tiga dimensi serta dapat bernilai seni tinggi.

Gerabah memiliki pengertian suatu barang yang dibentuk dari tanah liat yang mengalami proses pemanasan pada temperatur tertentu dimana barang tersebut menjadi peralatan yang dapat membantu dalam kehidupan manusia.

Hasil produksi dari kerajinan tangan gerabah dapat berupa peralatan rumah tangga terutama peralatan dapur hingga barang-barang hiasan rumah, rumah makan, perkantoran hingga hotel yang bernilai seni tinggi.

Gerabah mulai berada dalam kehidupan manusia diperkirakan sejak era pra sejarah, dimana komunitas manusia tidak lagi mengembara (nomaden), artinya telah mulai hidup menetap dan bercocok tanam.

Hubungan gerabah dengan Keramik

Gerabah berasal dari bentukan tanah liat yang mengalami proses pemanasan pada temperature tertentu menjadi bentuk permanen. Bentuk permanen gerabah yang mendapat polesan bahan-bahan tertentu dan pemanasan lanjutan berubah nama menjadi keramik. Jadi gerabah merupakan bagian dari proses pembuatan keramik.

Permukaan keramik jauh lebih rata, halus, dan lebih mengkilap dibandingkan pada permukaan gerabah. Secara pandangan matapun keramik berwarna lebih cerah.

Keramik dalam bahasa Yunani adalah keramikos, sedangkan gerabah adalah keramos.

Gerabah dan keramik sama-sama merupakan penghantar listrik yang buruk karena kurangnya elektron-elektron bebas dalam kandungannya.

Gerabah dan keramik juga memiliki sifat fisik sebagai bahan yang kaku, keras, namun rapuh. Juga memiliki sifat dengan kekuatan tekan yang baik namun kekuatan tariknya lemah.

Cara pembuatan gerabah akan dibahas pada artikel lain, meski demikian sedikit diulas disini sebagai pendahuluan.

Dikarenakan berbahan dasar tanah liat, maka proses pembuatan gerabah harus tersedia tanah liat. Setelah proses pemilihan dan pengolahan tanah liat secara khusus kenudian dilanjutkan ketahap pembentukan.

Pembentukan tanah liat akan dilakukan oleh pengrajin dengan kelihaian tangan dan jiwa seninya merubah adonan tanah liat menjadi suatu barang sesuai yang diinginkannya.

Umumnya digunakan alat bantu seperti meja putar (perbot), alat pemukul, benang, kain ukuran kecil dan tentunya air.

Setelah barang terbentuk maka dijemur, dilanjutkan finishing dan pembakaran. Terakhir adalah proses pemolesan, bisa juga pengecatan.

Benda-benda produk berbasis gerabah

Di pasaran Indonesia dari desa hingga di perkotaan tergolong tidak sulit untuk menemukan produk barang-barang yang disebut gerabah, terutama di pasar-pasar tradisional.

Barang-barang produk berbasis gerabah antara lain kendi, teko, pot bunga, celengan, periuk, tempayan, belanga, anglo, guci, piring, mangkok, gentong, vas bunga, hiasan dinding, patung, hiasan meja atau benda lainnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.