BecakKonon menurut sejarah becak masuk Batavia (Jakarta) dari Hongkong dan Singapura di tahun 1930-an. Menurut sumber lain di tahun yang sama, becak dibawa dari Makassar ke Batavia.

Siapa kasih nama becak? Becak berasal dari bahasa Hokkien “Be Chia” yang artinya kereta kuda. Jenis becak dapat dilihat dari tenaga penggeraknya dan bentuknya. Tenaga penggeraknya ada yang dikayuh manusia dan ada becak bermesin/motor. Jika dari bentuknya, ada becak yang digerakkan dari belakang namun ada juga yang dari samping.

Pesaing becak adalah angkot, ojek, bajaj, metromini, dan angkutan umum lain. Umumnya di kota yang ada becaknya, jumlah becak  akan bertambah jika petani selesai musim panen dan nelayan sedang tak melaut. Menjadi penggayuh becak merupakan alternatif pekerjaan yang mudah dimasuki bagi para petani dan nelayan tersebut.

Anak-anak suka sekali naik becak, namun dengan alasan sisi keselamatan, simbol ketertinggalan kota, alat transport tak manusiawi dan membuat kemacetan maka pergerakan becak dibatasi. Hal itu tidak hanya terjadi di Ibukota Indonesia, Jakarta.

Pelarangan beroperasinya becak di Jakarta karena alasan tidak manusiawi atas dasar Perda 11 Tahun 1988, yang di dalamnya tercantum bahwa kendaraan resmi hanya kereta api, taksi, bis, dan angkutan roda tiga bermotor.

Gubernur DKI Jakarta dari mulai Ali Sadikin hingga Sutiyoso melakukan kebijakan soal becak. Ahok, Gubernur DKI sekarang belum menyentuh hal itu, mungkin bukan hal prioritas.

Becak, di Jakarta masih ada hingga sekarang. Gambar diambil pada hari Sabrtu (23/05/2015) di simpang empat jalan Mangga – jalan Menteng, Kelurahan Lagoa Kecamatan Koja Jakarta Utara. Akankah becak terus dilarang atau dia akan punah secara alamiah?*

Video becak klick here

         

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.