Ilmu itu mulyaKita semua pernah sekolah. Sekolah itu salah satu tempat menuntut ilmu. Sekolah itu tempat pertemuan antara penerima dan pemberi ilmu. Penerima ilmu adalah murid dan pemberi ilmu adalah guru. Murid itu menerima ilmu dari guru. Guru itu dulunya murid dan murid itu nantinya menjadi guru.

Menjadi guru tidaklah harus berprofesi guru, tidak juga harus lulusan sekolah guru apalagi harus bersertifikat guru. Menjadi guru siapapun bisa asalkan dia mau. Siapa saja bisa menjadi guru asalkan ia berilmu.

Guru yang baik adalah yang menginginkan muridnya melampauinya. Murid yang baik adalah yang menjadikan gurunya sebagai orangtuanya. Guru yang baik adalah yang selalu menjadi murid. Murid yang baik adalah yang selalu kepingin jadi guru. Guru yang baik adalah yang lupa siapa saja muridnya. Murid yang baik adalah yang selalu ingat siapa saja gurunya.

Dalam kehidupan sehari-hari meski kita tidak resmi menjadi murid namun kita sering belajar alias berguru kepada pengalaman. Kita sepakat bahwa pengalaman adalah guru terbaik, baik pengalaman kita sendiri maupun pengalaman orang lain. Kita juga sering atau setidaknya pernah berguru kepada alam semesta (langit, bumi, tanaman, ataupun hewan, dan lain-lain). Bukti kita belajar pada alam semesta bisa kita lihat nenek moyang kita dahulu yang terinspirasi sehingga menghasilkan ribuan bahkan jutaan pepatah, peribahasa, pantun dan kata-kata bijak atau yang sejenisnya. Hasil pemikiran nenek moyang kita itu bisa kita nikmati hingga sekarang ini, seperti: sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga; Air beriak tanda tak dalam; Tak ada rotan akarpun jadi; Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah; Tidak terjatuh dilubang yang sama; Seperti pohon yang tidak berbuah. Dari manakah nenek moyang kita mendapatkan ide-ide tersebut? Pasti ada sumbernya.

Sumber itu adalah sumber ilmu. Sumber ilmu itu dari alam semesta. Alam semesta itu langit, bumi dan seisinya. Alam semesta itu telah tertulis dalam buku. Buku itu sumber ilmu. Ilmu itu ada diantara murid dan guru. Ilmu itu kedudukannya mulia. Orang-orang yang mengutamakan ilmu itu juga mulia. Ini berarti murid dan guru adalah orang-orang yang mulia. Adakah yang memuliakannya?*

4 thoughts on “Ilmu Itu Mulia”
  1. Ilmu tanpa Agama Buta, Agama tanpa ilmu Lumpuh.
    Ada dua hal penting yang tidak bisa dipisahkan.

    Pentingnya agama untuk melambari ilmu pengetahuan dan perlunya ilmu dalam pengamalan agama.
    Kedua nya saling melengkapi, kalau hanya dipunyai satu saja, akan terjadi kepincangan dalam kehidupan ini.

  2. Allah akan meninggikan orang orang yang beriman di antaramu dan orang orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s Al-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.