Sore hari itu Ayah dan Bunda pulang kerja seperti biasanya. Setelah Ayah memarkir sepeda motornya di halaman rumah, Ayah dan Bunda langsung masuk ke rumah sambil mengucapkan salam kepada yang ada di rumah.

“Assalamu’alaikuum…,” suara Bunda dan Ayah hampir berbarengan.

“Wa’alaikumussalaam..”, jawab Dhina, si sulung yang sedang asyik menikmati satu cup ice cream coklat yang barusan diambilnya dari kulkas.

“Mmh, pinter si sulungku. Mana Dinda?” tanya Bunda kepada Dhina.

“Oooh, rupanya si bungsu sedang duduk diruang makan!” kata Bunda tanpa menunggu jawaban Dhina.

“Dinda sudah menunggu hampir dua jam lho, Bunda,” kata si bungsu dengan wajah serius. Mendengar kata-kata Dinda itu membuat Ayah, Bunda dan Dhina tak dapat menahan tawa. Mereka bertiga sangat tahu kalau Dinda belum dapat membaca jam sedikitpun, ia baru tahu angka satu hingga tiga saja. Maklum, Dinda baru berumur tiga tahun dan baru masuk play group.

“Ohh, sudah dua jam? Wah sudah lama sekali!” kata Ayah sambil mencoba mengabaikan lucunya si bungsu disore itu.

“Dinda tidak makan ice cream seperti Kakak?” tanya Bunda.

Janji Bersih Diri“Bun, kenapa Bunda selalu lupa potong kuku Dinda. Kata bu guru, ini sudah yang kedua kali kuku Dinda panjang dan kotor ada crayonnya!” kata Dinda dan tidak menjawab pertanyaan Bundanya.

Ayah, Bunda dan Dhina ikut duduk dikursi masing-masing di meja makan yang ada di ruang makan. Mereka duduk saling berhadapan.

“Coba Bunda lihat!” Kata Bunda sambil memeriksa kuku Dinda.

“Masya Allaah…, betul juga! Baiklah, ini Bunda punya usul nih, bagaimana kalau setiap hari Minggu pagi kita adakan kegiatan bersih diri secara khusus. Maksudnya, bersih diri secara khusus itu membersihkan diri sendiri oleh sendiri khusus di hari Minggu. Apa itu? Mandi dua kali dipagi dan sore hari, menggosok gigi pagi dan sebelum tidur, serta mencuci rambut sekali. Nah, di hari Minggu itu juga waktunya untuk menggunting kuku sendiri. Bagaimana?”

“Boleh, Bun. Sekalian biar Dhina juga bersihkan telinga sendiri. Tapi, disekolah Dhina nggak kayak di sekolah Dinda yang setiap minggu ada pemeriksaan kuku, mulut, dan rambut oleh bu guru.” Si sulung menyambut ajakan bunda dengan semangat.

“Dulu, waktu Bunda di sekolah dasar masih ada pemeriksaan kuku disetiap hari Senin pagi sebelum masuk kelas. Bila kedapatan kuku panjang maka tangan akan dipukul pelan menggunakan penggaris dan dapat peringatan untuk dipotong dan dijaga kebersihannya.”

“Kenapa kuku harus dipotong, Bun?” tanya Dinda.

“Karena kuku yang panjang biasanya tidak bersih. Kuku yang panjang sangat mudah masuk kotoran, seperti masuknya crayon saat Dinda menggambar, atau masuknya tanah waktu Dinda bermain tanah. Kotoran tersebut tertahan dicelah kuku dan susah dikeluarkan atau dibersihkan. Makanya, lebih baik kuku-kuku itu tidak panjang agar mudah dibersihkan dan membiasakan diri untuk cuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah bermain.”

“Coba, siapa yang bisa menjawab pertanyaan Ayah! Apa yang terjadi kalau tangan kita kotor dan tidak cuci tangan?” Ayah ikutan nimbrung obrolan sore itu.

“Jelaslah, ada kuman dan kotoran yang akan masuk tubuh kita.” Dhina yang sudah kelas enam SD dan sedang jadi Dokcil di sekolah menjawab yakin.

“Kan, salah satu fungsinya tangan itu memasukkan makanan ke mulut, kalau tangan kita itu kotor maka kuman atau kotoran akan ikut masuk kedalam tubuh kita. Oh ya, kebersihan mulut juga penting lho. Karena gigi yang banyak kotoran dan kuman bisa menyebabkan bau mulut dan berlubang. Jadi, tangan dan mulut itu paling penting untuk bersih diri.” Panjang lebar Dhina menerangkan ilmu yang didapatnya dari kegiatan dokter kecil di sekolahnya.

“Wah, dokter kecil kita hebat. Jadi, setuju kan kalau setiap hari Minggu pagi kita rutin bersih diri secara khusus termasuk memotong kuku dan membersihkan telinga?” tanya Bunda.

“Setuju!” Jawab Dinda dan Dhina kompak berkomitmen di sore itu.*

 

 

Karya: Farhah Faridah

Bogor, penghujung Februari 2015. 

(Rombakan karya usang yang pernah diikutkan dalam satu lomba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.