Apa-a20150425_133834pa yang ada di dunia ini selalu terkandung dua sisi yang berlawanan. Maksudnya terkandung nilai kebaikan (manfaat) dan keburukan.

Mutlak dipercaya bahwa nilai-nilai kebaikan datangnya dari Tuhan sedangkan nilai-nilai keburukan datangnya dari manusia itu sendiri. Manusia diciptakan untuk menjadi penguasa di bumi ini dengan dibekali akal dan nafsu.

Kemajuan teknologi di zamannya pernah memperkenalkan barang yang namanya televisi. Barang elektronik yang berbentuk kotak dan berlayar kaca ini pun memiliki nilai baik dan buruk, hal itu tergantung manusianya yang mengoperasikannya.

Barang yang paling mutaakhir dan sedang booming sekarang adalah yang berkat kemajuan teknologi IT yakni HP (handphone/mobile phone), dengan dilengkapi berbagai fasilitas, fitur, aplikasi dlsb maka informasi dunia sebagian ada dalam genggaman tangan. Terkait yang disebutkan di paragraf diatas maka hp pun memiliki nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai keburukan. Kebaikan yang terkandung dengan adanya hp maka pasti mendatangkan manfaat, sebaliknya keburukan dari hp pasti mendatangkan kesialan, kesuraman, kehinaan, dan lain-lain.

Sekarang ini boleh dibilang era keemasan hp. Mudah dijumpai dijalanan tukang becak yg sedang sms-an, tukang es dogger yang sedang telepon pakai hp disela-sela kesibukannya, pembantu RT yang ketawa-ketawa sendiri sambil menempelkan hp dipipinya. Singkat kata hp dimiliki oleh hampir semua orang di semua lapisan sosial.

Mengoperasikan hp sangat tidak afdol jika tidak melibatkan ibu jari alias jempol. Kita semua saat menggunakan hp maka jempol kita akan sangat berperan. Coba bayangkan jika saat kita mengoperasikan hp tanpa adanya kedua jempol kita.

Zaman sekarang banyak sekali aplikasi yang telah responsive dan customised terhadap tampilan di hp. Oleh karenanya aplikasi-aplikasi tersebut dapat dilakukan melalui hp, sebut saja bbm, whatsapp, fb, email, linkedin, twitter dan media sosial elektronik lainnya. Mereka diciptakan untuk tujuan efektifitas dan efisiensi si pengguna, ini diartikan bahwa mereka diciptakan dengan maksud dan tujuan yang baik. Namun kembali seperti yang dinyatakan diatas bahwa disetiap kebaikan akan terkandung kebalikannya, yakni keburukan. Sipengguna hp adalah kita dan kita adalah manusia. Manusia memiliki akal dan nafsu. Akal adalah kusir yang mengendalikan nafsu.

20150425_125832Kita pernah mendengar dua pelajar berkelahi gara-gara salah mengartikan pesan elektronik yang terkirim, kita juga pernah mendengar gara-gara hp orang tua jadi marah-marah terhadap anaknya. Gara-gara chatting di hp sang bapak jadi lupa kalau dia punya anak perempuan. Gara-gara hp suami jadi lupa istri. Gara-gara hp istri jadi asyik sendiri, suami diabaikan, nusyuz, dan anak-anak dibiarkan. Bahkan rumah tangga yang sudah bubar pun beberapanya gara-gara hp. Bukan hp-nya sih yang salah, juga bukan salah jempol kita. Tetap yang salah adalah si pemilik hati kecil yang getol bermain jempol.*

(artikel diilhami ceramah ‘Petaka Sebuah Jempol’ oleh ustadz Abdullah Zaen, MA di InsanTV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.