Hampir pasti bisa dikatakan jika ada sekolah maka ada kantin. Begitu pun dengan SMAN 6 Kota Surabaya yang terletak dijalan Gubernur Soeryo nomor 11 memiliki kantin. Kantin yang dimiliki salah satu SMA favorit di kota Pahlawan ini terdiri dari beberapa los kantin. Beda los beda pengelola. Bu Jibo, inilah salah satu nama kantin yang terdapat disana. Nama ‘Bu Jibo’ diambil dari singkatan nama ‘Ibu  Jin Botol’. Diselusuri lebih dalam ternyata dari nama seorang ibu yang badannya besar diibaratkan jin dan bentuknya mirip botol. Itulah nama kantin yang dipilih oleh Mas Joko Purnomo si pemilik kantin tersebut.

Kantin nomo3Mas Joko Purnomo adalah karyawan permanen perusahaan konstruksi ternama di Jakarta, ia sedang merintis berbisnis warung lewat kantin Bu Jibo-nya. Yuni sang istri dipercaya mengelola kantin yang dimodalinya. Cita-cita pasangan beranak tiga ini memiliki restoran yang menjadi alternatif tujuan para pemburu kuliner di kota Surabaya. Kantin Bu Jibo menjajakan makanan yang digemari para siswa-siswi di sekolah itu dan tentunya dengan harga yang terjangkau. Bakso, nasi ayam penyet, ayam kecap, sayur asem dan sop, tumis kangkung, tumis kacang, dan beberapa jenis minuman instan termasuk air mineral tersedia di kantin Bu Jibo. Nasi ayam penyet plus satu botol air mineral dapat dibeli dengan harga sebelas ribu rupiah. Rata-rata kantin ini menghabiskan 9 kg beras perhari.

Sajian di Bu Jibo tanpa formalin dan micin. Secara random siswa disana meminta sample sambal atau masakan lainnya untuk diuji di laboratorium sekolah tersebut yang bersebelahan dengan Balai Pemuda dan Gedung Negara Grahadi. Hal uji lab seperti ini merupakan dinamika yang baik terjadi di lingkungan pendidikan.

Mas Joko dan istrinya merasa senang dapat berjualan di lingkungan sekolah karena konsumennya sudah pasti ada dan tanpa biaya promosi, begitupun hari liburnya sudah pasti, tinggal mengikuti kalender sekolahan. Hanya saja ada satu hal yang tidak pasti, sampai kapankah Bu Jibo diijinkan berjualan di sekolahan yang berdampingan dengan kantor Gubernur Jawa Timur tersebut?*

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.