OtokTidak ada nama yang sepesial untuk mainan jadul yang penuh history ini. Di lingkungan kampung saya, di Cirebon, disebutnya sebagai kapal otok-otok. Apa nama mainan kapal-kapalan ini di kampung kalian, otok-otok juga?

Kenapa orang-orang di kampung saya menyebutnya kapal otok-otok? Mudah saja, karena saat dimainkan atau dinyalakan apinya maka kapal-kapalan tersebut akan berbunyi berisik yang kedengarannya seperti “tok – otok – otok – otok …..”. Mainan ini pertama kali saya lihat disaat saya masih bocah, sekitar tahun 1970-an.

Mainan ini unik khas Indonesia. Saya pernah menunjukkan video mainan kapal-kapalan tersebut yang saya ambil di jalan Jenderal Sudirman kota Palembang ke temen-temen sekerja saya seperti dari Jepang, Pilipin dan Australia mereka cuma tertawa geli dan mengaku tidak pernah melihat sebelumnya. Nah, banggalah saya saat itu. Ini asli Indonesia! Cuman, adakah hak patennya bahwa itu mainan khas Indonesia?!




Hehehe ternyata mainan ini sudah di paten-kan, nama Internasional dari kapal otok-otok ini adalah pop pop boats. Orang berkebangsaan Perancis, Thomas Piot telah mematenkan mainan ini di tahun 1891. Wah, gak jadi bangga dech saya. Berarti temen-temen saya yang dari Jepang, Pilipin dan Australia itu termasuk yang masa kecilnya gak bahagia, karena gak pernah melihat kapal otok-otok di masa kecilnya. Mereka baru melihatnya di video yang ada di hp saya!

Dengan segala keunikan design maka pop pop boats ini dipatenkan juga atas nama seorang Amerika bernama Charles J. McHugh pada tahun 1915. Pada tahun 1920, William Purcell mengajukan paten untuk jenis mesin tabung yang digulung.

Kapal otok-otok pada umumnya di pasaran berdimensi sekitar panjang 20 sentimeter, lebar 6 sentimeter dan tinggi 4 sentimeter. Mainan ini tidak digerakkan oleh tenaga baterei melainkan api dan air dengan prinsip kerja mematuhi teori fisika dasar yang sederhana dari sebuah mesin uap.

otoks

sumber: en.wikipedia.org/wiki/Pop_pop_boat

Knalpot kapal yang telah terisi air dan kapal berada di permukaan air (biasanya pada baskom atau ember), kemudia air memasuki ruang bakar. Disaat api dinyalakan (media kapas atau lilin) maka api tersebut akan memanaskan air. Air mendidih lantas berubah menjadi uap. Uap tersebut akan menekan dan mencari jalan keluar mengikuti saluran knalpot kemudian mendorong sisa air yang ada di knalpot, kapal pun bergerak maju. Knalpot manjadi kosong, air segar dari luar akan masuk dalam knalpot kemudian proses diatas berulang dan berulang. Kapal maju dan terus melaju hingga api padam.

Bagi kalian yang selama ini berkutat dengan game dari smartphone maka tak ada salahnya sesekali kembali ke masa lalu melalui permainan yang bisa terbilang edukatif dan bisa dijadikan ajang nostalgia sambil menularkan kenangan dan ilmu pada si buah hati.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.