Bham

SMAN PLUS Provinsi Riau adalah sebuah boarding school. SMA ini didirikan pada tahun 1998 oleh Pemerintah Provinsi Riau. Sebagai sebuah boarding school tentu SMAN PLUS mengkondisikan anak didik dan guru/pengelola sekolah tinggal bersama di dalam satu lingkungan yakni lingkungan sekolah. Pihak sekolah menyediakan hunian asrama bagi para anak didik dan perumahan bagi para guru dalam satu lingkungan sekolah. Anak didik dan para guru yang tinggal dalam satu lingkungan maka kesempatan berinteraksi diantara mereka akan lebih intens.

SMAN PLUS membangun dan mengintegrasikan iptek dan imtaq dalam keseharian di lingkungan sekolah, salah satu pondasinya adalah penerapan kedisiplinan pada seluruh anak didiknya. Kedisiplinan ini secara terencana diciptakan dan dibentuk melalui serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Kedisiplinan ini diharapkan dapat menjadi salah satu motivator bagi anak didik untuk mencapai prestasi lebih baik lagi, baik prestasi akademik maupun non-akademik dan yang dapat meningkatkan taqwa kepada Allah SWT.

Berikut adalah beberapa rangkaian kegiatan pembinaan kedisiplinan di SMAN PLUS Riau yang dapat dipantau sekolahajadotcom dalam 2 hari kunjungan di sekolah tersebut. Lebih detail dapat dilihat pada video dibagian terbawah pada artikel ini.

Rambut

Panjang rambut. Disiplin para anak didik dimulai dari bagian tubuh teratas, yakni kepala, tepatnya panjang rambut. Penampilan anak didik dalam keseharian harus rapih termasuk kerapihan rambut. Setiap anak didik harus dapat mengontrol panjang rambutnya masing-masing. Secara berkala tukang pangkas rambut akan hadir di lingkungan sekolah, jika ada yang merasa sudah panjang sampai batas maksimum tertentu maka si anak didik harus masuk dalam antrian untuk melakukan pangkas rambut. Pangkas rambut disini diberlakukan untuk para anak didik pria. Kenapa rambut anak didik pria harus pendek? Secara umum rambut pendek mudah perawatannya dan tidak butuh waktu lama untuk penataannya, lebih bersih, sehat dan sopan. Kita tidak melihat jenis rambut para anak didik bergaya mengikuti mode-mode rambut yang lagi nge-trend yang membuat seseorang fashionable. Mungkin ini sebagai simbol yang menunjukkan isi kepala jauh lebih penting dari kepala bagian luar.

Panjang rambut anak didik pria dapat dikontrol oleh sipemilik rambut itu sendiri dan orang lain. Bagaimana dengan para anak wanita? Seluruhnya berhijab.

makanCompress

Upacara Makan. Makan 3 kali sehari. Sarapan pagi jam 6, makan siang dilakukan ba’da solat Dzuhur dan makan malam ba’da solat Magrib. Ruang makan berupa bangsal atau aula beratap dengan dinding separuh terbuka, lengkap dengan kursi dan meja makan. Jika waktu makan tiba maka para anak didik secara berkelompok berjalan berbaris menuju ruang makan. Setiap barang bawaan seperti tas termasuk sepatu dan lain-lain ditinggal secara rapih di teras luar kecuali gelas minum kosong yang mereka bawa. Setiap anak didik sambil memasuki ruang makan melalui antrian untuk mengambil satu porsi nasi / rantang dan lauk pauknya kemudian duduk ditempat yang telah ditentukan.

Setelah setiap anak didik mendapatkan 1 porsi makan / rantang dan duduk maka akan ada pertanyaan dari pemimpin upacara makan, siapa yang belum mendapatkan jatah makan? Jika semua sudah mendapatkan maka pemimpin upacara makan akan laporan kepada inspektur upacara makan bahwa acara makan bersama dapat segera dimulai. Inspektur upacara mempersilahkan acara makan segera dilaksanakan yang diawali dengan doa sebelum makan secara bersama-sama. Usai doa sebelum makan maka akan terdengar suara anak didik secara serempak “selamat makaaan” dan membuka penutup rantang pun serempak dilakukan, puncak acara makan bersama dimulai.

Usai acara makan, dilanjutkan doa setelah makan secara bersama kemudian seluruh anak didik meninggalkan kursi dan meja makan dalam keadaan bersih dengan posisi kursi seperti sediakala. Rantang kosongpun bertumpuk rapih. Seluruh anak didik meninggalkan ruang makan persis sama tertibnya tatkala mereka datang untuk makan.

sapu

Bersih-bersih. Tak ada banner atau spanduk yang berisi slogan-slogan dalam ukuran besar maupun kecil terpampang di lingkungan sekolah mengenai jagalah kebersihan atau yang senada dengan itu namun pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah cukup terkesan dimata yang memandangnya. Sepertinya mereka tak butuh slogan namun yang penting tugas bersih-bersih dilakukan.

SMAN PLUS Riau tidak hanya fisik bangunannya yang menjulang tinggi namun pepohonan besarpun tegak berdiri. Sementara di bagian-bagian tertentu taman-taman hijau menghiasi sekeliling gedung-gedungnya. Dedaunan kering dari pohon-pohon besar berguguran setiap hari, begitupun para anak didik membersihkannya setiap hari secara bergiliran disore hari sesuai jadwal. Siapapun yang melaksanakannya nampak tak ada beban. Ada yang menyapu jalan, menyapu taman, mencangkul tepi taman, membersihkan gorong-gorong, ada yang mengumpulkan sampah dan memasukkannya ke tempat sampah dan lain-lain.

Tempat-tempat sampah dikosongkan isinya, sampah-sampah dikumpulkan menjadi satu yang kemudian dibuang di tempat pembuangan sampah akhir yang ada di lingkungan sekolah. Lingkungan SMAN Plus bersih bukan karena jasa para tukang sapu melainkan oleh para anak didik itu sendiri. Lingkungan sekolah yang bersih sangat menunjang kenyamanan proses belajar. Tidak berlebihan jika dikatakan SMAN PLUS dapat berprestasi juga karena disiplin dalam menjaga kenyamanan belajarnya.

imtaq

Imtaq. Integrasi iptek dan imtaq ada di SMAN PLUS ini. Pembinaan keimanan dan ketaqwaan SMAN PLUS Riau ini terpusat di bangunan masjid dua lantai, Darul Ihsan, yang berada di lingkungan sekolah. Pembinaan keimanan dan ketaqwaan anak didik merupakan inti tujuan pendidikan nasional. Di masjid  Darul Ihsan ini dijadikan wahana pengembangan keimanan dan ketaqwaan para anak didik SMAN PLUS.

Yang terpantau kegiatan di masjid Darul Ihsan adalah wajib melaksanakan solat fardlu berjamaah diwaktu Subuh, Magrib dan Isya. Kehadiran anak didik di 3 waktu solat tersebut dipantau, siapa mangkir atau tidak hadir akan mendapat hukuman. Hukuman bersifat mendidik, misal harus menghafal surat Ar-Rahman. Kegiatan lain selain solat berjamaah antara lain tahfidz Quran, pembacaan hadits, solat sunah duha dan ceramah agama. Selain itu para anak didik pun dilatih membiasakan berpuasa sunah Senin-Kamis.

00cover3

Baris berbaris. Selama di lingkungan sekolah, kemanapun pergi berjalan kaki para anak didik SMAN PLUS tidak akan pernah pergi berjalan secara sendiri-sendiri atau bergerombol tak berbentuk, mereka akan berjalan bersama membentuk barisan dengan satu pemimpin disudut kanan depan. Itulah yang selalu mereka lakukan dalam kesehariannya dengan formasi berbaris saat pergi ke kelas, ke ruang makan, ke masjid, dll. Soal baris berbaris sangat kentara secara dasar dikuasai oleh semua anak didik, ini tak heran karena SMAN PLUS memiliki 2 orang pembina kedisplinan dari TNI AD. SMAN PLUS bukanlah sekolah semi militer, namun kedisiplinan militer yang sesuai diterapkan di sekolah ini.

Raungan pengeras suara. Selama pemantauan di lingkungan sekolah SMAN PLUS Riau dalam keseharian sangat kerap terdengar lagu-lagu mars, musik terompet ala militer, dan pengumuman-pengumuman disampaikan lewat PA system (public announcement atau pengeras suara). Lagu-lagu mars yang membangkitkan semangat, musik terompet yang menandakan sesuatu keadaan maupun pengumuman itu terdengar sebagai panggilan, pemberitahuan, atau pengumuman bagi para anak didik dari para petugas piket yang juga para anak didik sendiri atau oleh Pembina Asrama.

Selain hal-hal diatas ada satu hal yang unik, dan ini mungkin hanya dimiliki oleh SMAN PLUS Riau, yaitu saat mereka para anak didik bertemu dengan para senior, para guru dan orang-orang tua didalam lingkungan sekolah maka sianak didik akan melakukan gerakan hormat selayaknya para tentara namun anak didik ini memberikan gerakan hormat sambil mengucapkan ‘assalamualaikum…’.

Kegiatan-kegiatan lain yang terkait dengan pembinaan kedisiplinan anak didik yang dilakukan SMAN PLUS antara lain Pramuka, English day (every Thursday and Saturday), upacara harian sebelum masuk kelas, Passus, Mading, Majalah Sekolah ‘Bahana Plus’, sepak bola. Untuk melihat langsung bagaimana kedisiplinan para anak didik SMAN PLUS Riau ini, silahkan klik video dibawah ini.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.