upilPernah terbayang gak kalo ada kotoran dimana bisa membantu kesehatan??? Dia berperan lho dalam misi menjaga kesehatan paru paru kita! Apa-an tuch….?!

Kotoran hidung, bahasa sehari-hari kita sebut ‘upil’ adalah air lendir yang keluar dari hidung saat kita pilek, alergi atau bersin, yang telah mengeras. Dalam dunia medis ingus dikenal dengan sebutan mukus (mucus). Fungsinya untuk melindungi paru-paru. Udara yang masuk kedalam hidung mengandung debu, kuman, bakteri, virus, serbuk sari, dan sebagainya. Jika partikel-partikel ini masuk ke dalam paru-paru maka dapat menyebabkan iritasi, infeksi, dan penyakit. Nah, mukus berfungsi seperti perangkap. Mukus menjebak partikel-partikel tersebut agar tidak terbawa masuk ke paru-paru. Jadi, mukus adalah garis depan pertahanan tubuh melawan infeksi.

Darimana mukus berasal? Mukus berasal dari air, enzim, gula, protein, antibodi, dan garam dalam tubuh kita. Mukus lengket karena suatu molekul bernama polisakarida dan musin. Nah, si upil inilah hasil dari partikel pertikel yang bercampur dengan mukus dan mengering. Kenapa kadang kita tersadar ada upil di hidung, kenapa ia nempel di lubang hidung? Namanya silia (cilia) yang melakukan tugas mengeluarkan mukus yang sudah bercampur dengan partikel dan mengering tadi dan mengerah untuk keluar kemudian menyediakan tempat baru agar mukus baru terbentuk atau diproduksi lagi.

Ketika udara dingin, hidung akan mengeluarkan mukus lebih banyak daripada biasanya. Hal ini karena udara di dalam hidung lebih hangat dibandingkan udara di sekitar. Tetes air akan mengumpul berkondensasi, bercampur dengan mukus lalu keluar dari hidung.

Jika tubuh kita alergi seperti alergi pada bulu hewan atau debu maka bulu hewan atau debu itu seolah-oleh menjadi musuh tubuh kita, maka hidung kita akan mengeluarkan mukus berlebih, tujuannya yaitu tadi, agar benda-benda penyebab alergi kita (bulu hewan atau debu) itu bisa terusir dan keluar dari tubuh.

Apa yang terjadi jika kita sedang pilek? Pilek, biasa juga dikenal sebagai nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma, merupakan penyakit menular pada sistem pernapasan, mudah menyebar dan terutama menyerang hidung. Gejalanya meliputi batuk, sakit tenggorokan, hidung meler, nyeri, sakit kepala, dan demam. Gejala tersebut biasanya mereda setelah tujuh hingga sepuluh hari. Namun, beberapa gejala dapat berlangsung hingga tiga minggu. Lebih dari dua ratus virus dapat menjadi penyebab pilek. Pada saat pilek, membrane mukosa rongga hidung kita akan bekerja lebih keras untuk memproduksi mukus. Tujuannya adalah agar si virus-virus nakal tadi dapat dikeluarkan dari paru-paru bersama mukus, silia bekerja untuk mengeluarkan virus, bakteri, dan kuman dari paru-paru ke mukus. Nah mukus akan mengalir ke hidung, tenggorokan, bahkan kepala, itulah kenapa kalau kita pilek rasanya nyeri, sakit kepala dan demam atau pusing.

Jadi ternyata ingus yang ada di rongga hidung kita sangat bermanfaat dan berjasa buat tubuh kita. Jijik? Ehh, kalo masih ada ingus dan upil itu artinya para ‘prajurit’ di tubuh kita masih bekerja dengan baik, itu sehat!*

Helen “Phill Hammond” Mirana. (On Trust me I’m a doctor).

         

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.