kurbannSebentar lagi iedul adha, sebagian kita terkadang menyebut iedul qurban, sebagian lagi menyebut hari raya qurban. Kata ‘qurban’ berasal dari bahasa arab yang berarti dekat (قربان). Qurban juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Iedul Adha selalu jatuh pada tgl 10 bulan Zulhijjah disetiap tahun dalam kalender Islam, pada tahun 2015 ini akan bertepatan pada hari Kamis tanggal 24 bulan September 2015. Seperti ditahun-tahun sebelumnya ketika menjelang hari Raya Qurban maka para peternak hewan qurban akan menjual hasil ternaknya. Penjualan ini dapat dilakukan langsung dari peternak ke orang yang hendak berqurban (shahibul qurban) atau menjualnya ke pedagang lain.

Melihat perdagangan hewan qurban ini maka akan terjadi pemindahan hewan qurban dari satu tempat ketempat lainnya. Lalu-lintas hewan qurban ini memiliki kebiasaan yang hampir sama dari tahun-tahun sebelumnya. Kita dapat melihat para hewan qurban dari Povinsi Lampung akan meramaikan pasar hewan di kota Palembang, Sumatera Selatan, yang dijual di pinggiran jalan strategis di kota tersebut bersama hewan qurban yang didatangkan dari beberapa kota di Sumatera Selatan sendiri.

Banjarmasin, selain produk peternak lokal (dari Kabupaten Tanah Laut atau Barito Kuala / Batola) maka Ibukota Kalimantan Selatan ini biasanya mendatangkan juga sapi dari Madura dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Daerah lain sebagai pemasok hewan qurban ke kota-kota yang ada di pulau Jawa adalah sapi yang berasal dari NTT. Lain lagi cerita kota Purwakarta di Jawa Barat untuk memenuhi permintaan pasar maka kota ini mendatangkan hewan qurban dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jadi dapat kita bandingkan di Indonesia ini bahwa pada saat Hari Raya Iedul Fitri banyak sekali manusia yang lalu lalang dijalanan hendak mudik sedangkan pada saat menjelang Hari Raya Iedul Adha banyak sekali hewan qurban yang lalu lalang dikirim pemiliknya untuk dijual. Untung sekali hari Raya Iedul Fitri dan Iedul Adha tidak jatuh di hari, tanggal dan bulan yang sama di setiap tahunnya. Coba banyangkan jika hari Raya Iedul Fitri dan Iedul Adha jatuh di hari, tanggal bulan yang sama di setiap tahunnya maka akan banyak sekali manusia, sapi dan kambing yang lalu lalang dijalanan diatas kendaraan.

Dari daerah manapun asalnya, yang namanya hewan qurban harus melalui seleksi fisik secara ketat agar memenuhi persyaratan hewan qurban yang telah ditentukan menurut syariat Islam. Tujuannya agar tercapai maksud dari ibadah berqurban termasuk aman saat dikonsumsi. Hewan kurban tidak boleh sedang sakit, cacat (seperti buta, pincang, kuping serta ekornya harus utuh, cukup umur yakni unta, sapi / kerbau telah berumur dua tahun, dan domba atau kambing telah berumur satu tahun. Pemeriksaan kesehatan hewan qurban akan dilakukan oleh Dinas Peternakan setempat.

Mengenai harga jual hewan kurban bervariasi tergantung ukuran dan beratnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.