AnnurrrUraian dibagian bawah ini semuanya berdasarkan cerita satu kawan saya yang saat menghabiskan masa liburan sekolah di akhir tahun 2017 lalu dilewati dengan biaya murah.

Semoga cerita singkat ini bermanfaat dan dapat menginspirasi pembaca terutama bagi pembaca yang keadaannya tidak jauh berbeda dengan kondisi kawan saya ini.

Meski kawan saya ini bersuamikan seorang konglomerat di kotanya, namun saat liburan sekolah ia bersama suami dan anak-anaknya memilih tetap berada di kotanya, di rumah saja. Gak pergi keluar kota sama sekali. Hanya fokus buat belajar baca Alquran, terutama hafalan surat-surat pendek juz 30 kepada seorang imam masjid di masjid tertua di kotanya.

Suami kawan saya ini sudah berusia lebih dari setengah baya namun bisa dikata belum bisa membaca Alquran. Pelafadzan huruf-huruf Arab pun masih belum baik. Sejak 7 tahun lalu sebenarnya kawan saya ini mengenalkan surat-surat pendek dan huruf-huruf Arab kepada suaminya melalui aplikasi di handphone, namun tidak efektif sama sekali. Hal ini dikarenakan si suami kawan saya tidak bisa intens belajar. Si suami sering keluar kota atau pulang setelah lepas isya dalam keseharian menjalankan bisnisnya. Usaha mendatangkan ustadz ke rumah pun berulang kali kandas karena kesibukan sang suami.

Suami kawan saya ini seorang mualaf sejak akan menikahi kawan saya sekitar 20an tahun lalu. Kawan saya ini punya keinginan begitu dalam, yakni dapat melakukan sholat berjamaah di rumah bersama keluarganya, diimami oleh suaminya dan dengan bacaan sholat yang benar. Kawan saya ini pula berkeinginan agar suaminya tidak lagi ditegur keempat putrinya soal bacaan sholat seusai melakukan sholat berjamaah. Kawan saya sangat ingin menjaga wibawa suaminya dimata keempat putrinya yaitu dengan mendorong suaminya untuk lebih giat belajar membaca dan menghafal bacaan sholat selama waktu liburan sekolah.

7Dalam 2 minggu liburan sekolah tahun kemarin, kawan saya sekeluarga selalu berada di masjid tertua di kotanya khususnya disaat subuh hingga duha dan magrib hingga isya untuk belajar membaca dan menghafal Alquran dengan fokus pada beberapa surat pendek.

Dari seringnya datang ke masjid tersebut kawan saya beserta suaminya dipersilahkan oleh imam Masjid itu untuk datang ke masjid setiap hari di waktu subuh dan belajar mengaji seusai acara kuliah subuh.

Sejak tanggal 1 Januari 2018 lalu kawan saya setia mendampingi suami tercintanya datang ke masjid disetiap menjelang subuh. Mereka berdua belajar soal bacaan sholat dan belajar membaca surat-surat pendek dengan tajwid secara benar. Kawan saya ini bukanlah seorang wanita yang pandai dalam bacaan sholat begitu juga dalam membaca Alquran meskipun surat-surat pendek, namun ia mengakui dirinya sedikit lebih pandai dari suaminya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.