lorongwaktu-1Ku slalu menanti disini bersama dengan segala mainan kalian yang tertinggal ……

Goresan sejarah yang meluka tanpa cucuran darah telah kucatat beberapa saat setelah kepergian kalian yang tanpa lewati pintu ataupun jendela. Tanpa ciuman dan tanpa kata-kata. Semua ada seketika tiada

Beberapa benda-benda milik kalian yang tertinggal bagai barang tak bertuan, berserak dimana-mana. Di ruang tamu, di kamar kalian, di kamarku, di meja makan, di ruang tv, di dapur, dan dimanapun terutama diruang main. Semuanya terekam dimata yang seolah-olah bisa saja diputar ulang setiap saat terutama dikala aku dan jelmaan kalian bersatu dalam senandung kerinduan mendalam

Rindu berat seberat memikul bumi adalah kata yang sangat mudah terungkap kala beberapa hari selepas kalian pergi. Aroma keringat kalian mewangi masih melekat disarung bantal, dikarpet ruang tv, dicelah angin-angin musolah dan dinding tembok rumah. Meski tertiup angin, semerbak keringat itu sebagian besar terjebak dalam lubang hidungku. Kalian tak mungkin jauh dari nafasku

Ku slalu menanti disini bersama dengan segala mainan kalian yang tertinggal ……

Agar kepergian yang tanpa basa basi ini tak terus membisu, satu-satu mainan tertinggal itu kukirim kepada kalian. Kalian telah pergi kalian terbang tanpa sayap, jangankan sayap, tulang sayappun kalian tak punya. Sayap-sayap burung hantu itulah telah mengepakkan untuk kalian, kuyakin saat melayang digelap malam mata kalian terpejam ketakutan dengan seribu pertanyaan. Mungkin hanya terbesit sedikit kegembiaraan pada kalian saat dapat dari atas melihat awan-awan. Pergilah 3 malaikat kecilku. Pergilah, pergilah kalian sebab itu waktunya pergi buat kalian. Jangan ragu pergilah: nasihatku, sabar dan dinikmati. Diriku telah beranjak tak ragu lagi atas kepergian kalian semenjak riwayat ashabul kahfi kupahami.

Rembulan malam datang dan pergi tiada kuhitungi lagi. Aku tetap disini menanti kalian bersama mainan kalian yang tersisa. Inikah berulangnya riwayat ashabul kahfi yang menjalani menembus waktu, dimana telinga-telinga mereka ditutup beratus tahun didalam sebuah gua?

Tujuh hari tujuh malam kudengar dari seorang kawan yang ilmuwan fisika quantum. Panjang lebar ia jelaskan riwayat ashabul kahfi, kata kawanku itu, kepergian kalian itu hanyalah dalam cakupan ilmu teori perputaran, teori resonansi gelombang suara, teori relativitas, teori arus listrik, teori turbulensi, dan teori-teori lain dari buku tebal sumber segala ilmu tuntunan utama kehidupan. Kepergian kalian adalah bagian dari ilmu dan ketentuan Tuhan. Pergilah, sabar dan dinikmati. Janganlah sedikitpun merasa khawatir sebab disini aku selalu menanti kalian kembali. Doa panjangku adalah kendaraan tuk menjemputmu. Kalian disana bersama Lindungan Tuhan. Tunduklah hanya padaNya sebab Dialah yang mengatur kita dalam pertemuan terpanjang diwaktu mendatang yang segera menjelang.*

 

Sajak karya MA Bagayo, Juli 2015, Kawasan Kalidoni Palembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.