LPIDTelah dibahas dalam postingan terdahulu KLIK DISINI bahwa memilih sekolah tempat kuliah harus mempertimbangkan banyak hal antara lain kemampuan (kecerdasan dan ekonomi), kemauan atau minat, pilihan kota.

Baru-baru ini Kementerian Pendayaguanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI mengumumkan secara terbuka kepada umum, khususnya mengundang putera-puteri terbaik lulusan SMU atau sederajat bahwa tahun anggaran  2016, membuka kesempatan untuk menjadi calon siswa-siswi / taruna-taruni pada Kementerian atau Lembaga tertentu.

Kementerian atau Lembaga tertentu tersebut tentunya yang memiliki Lembaga Pendidikan Ikatan Dinas. Kemneterian atau Lembaga tersebut adalah Kementerian Keuangan (PKN STAN), Kementerian Dalam Negeri (IPDN), Kementerian Perhubungan (STTD), Kementerian Hukum dan HAM (AIM dan Poltekip), Badan Pusat Statistik (STIS), dan Lembaga Sandi Negara (STSN).

Jumlah total lulusan SMU yang dibutuhkan sekitar 5940 siswa. Hal ini merupakan kesempatan emas bagi para siswa-siswi yang mendambakannya, tentu juga bagi para orangtuanya. Jika ini adalah pilihan bagi lulusan SMU 2015/2016 maka segera baca pengumuman pada gambar terlampir. Meski demikian (jika gambar tidak jelas) segera mencari keterangan valid dari sekolah, instansi pemerintah dan lainnya.

Melihat jumlah siswa yang diperlukan sebanyak sekitar 5940 merupakan total kebutuhan keseluruhan sekolah ikatan dinas yang dilakukan secara itegrated sebagaimana layaknya seleksi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).




Pendaftaran untuk hal diatas dilakukan secara online dan dikoordinir oleh Men PAN & RB. Informasi lengkap terkait dengan pendaftaran dapat diakses melalui portal kementerian masing-masing yang akan dibuka mulai tanggal 15 Maret sampai dengan 27 Mei 2016.

Mengingat tebatasnya waktu, segera lakukan pendafataran, selalu waspada terhadap segala upaya dan bentuk penipuan terkait pendaftaran sekolah pada Lembaga Pendidikan Ikatan Dinas (LPID).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.