kentutBuang angin bermanfaat bagi kesehatan. Itu kalimat klasik, tapi jika buang angin dapat membantu dalam proses penyembuhan berbagai penyakit seperti kanker, atritis, jantung dan dimensia maka kita akan berfikir dan bertanya: apa iya begitu?

Para meneliti dari University of Exeter di Inggris mengemukakan hasil penelitiannya bahwa aroma menyengat dari kentut bisa menyembuhkan berbagai penyakit: kanker, jantung, atritis, dan dimensia.

Buang angin atau dalam bahasa sehari-hari ‘kentut’ merupakan gas hidrogen sulfida (H2S) yang dihasilkan makanan, dimana dipecahkan oleh bakteri. Gas H2S dari kentut ini dalam dosis sangat rendah, meskipun begitu gas H2S dalam dosis tinggi memang mematikan. Dalam dosis tinggigas H2S biasanya terdapat dalam sumur-sumur gas, dan gas H2S yang ini benar-benar berbahaya.

Dosis gas H2yang dapat diterima manusia pada konsentrasi normal dibawah 0,05 ppm (part permillion), sedangkan aliran gas yang mengandung H2S di sumur gas dan yang dialirkan ke kilang dapat mencapai angkat diatas 1000 ppm. Angka ini benar-benar menakutkan sebab bukan saja beracun, bukan saja berbahaya, namun dapat mematikan manusia seketika!!!

“Tetapi dalam kentut, dosisnya sangat rendah dan bisa menyehatkan,” kata Dr Mark Wood, Kepala Penelitian, Jumat 11 Juli 2014.

Gas H2S atau gas hidrogen sulfida dari kentut yang dihasilkan makanan, dipecahkan oleh bakteri.

Sebagai percobaan, Wood dan timnya membuat gas kentut buatan dengan nama AP39. Dosis kecil gas ini kemudian ditiupkan ke mitokondria, organ sel yang mampu menyerap nutrisi dan diubah jadi energi untuk memperbaiki kerusakan.

“Gas kentut buatan kami ternyata bisa menjaga mitokondria yang hancur dalam proses penciptaan energi. Kami percaya, mengembalikan mitokondria adalah kunci pengobatan berbagai penyakit,” kata Wood.

Hasil penelitian ini telah diterbitkan melalui Medicinal Chemistry Communications journal. Konon penelitian Wood ini juga ditampilkan dalam acara “The 3rd International Conference on H2S in Biology and Medicine” di Kyoto, Jepang, pada bulan Juni 2014.

Selama ini kita risih jika ada orang lain buang angin atau kentut (Inggris: farts), bahkan kita bisa marah. Nah, dengan adanya hasil penelitian Dr Mark Wood ini akankah kita tetap risih atau marah jika ada orang lain farts didekat kita?*

Dikutip dari sumber: http://theweek.com/speedreads/index/264585/speedreads-study-smelling-farts-is-good-for-your-health

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.