i01Masjid yang disaat pembangunannya dimulai pada tanggal 3 Oktober 1958 ini telah mengerahkan berbagai pihak dengan sistem kerja bakti. Berbagai pihak di tahun 1958 itu sengaja diundang panitia pembangunan masjid, pihak-pihak itu antara lain instansi-instansi Pemerintah, Swasta, Pendidikan, masyarakat umum, dan lain-lain.

Dalam pembangunan masjid di lahan ex-taman (wilhelmina park) peninggalan kolonial Belanda ini harus dengan susah payah terlebih dahulu merobohkan patung “vredes engel” yang berbahan perunggu. Vredes engel berarti dewi perdamaian.

Masjid karya arsitek Frederich Silaban, putra Tapanuli, Sumatera utara ini terletak ditengah pusat Ibukota Jakarta. Masjid istiqlal dibagian Timur bertetangga dengan gereja Katedral, sebelah selatan bertetangga dengan kantor pusat PT Pertamina yang merupakan BUMN papan atas. Sebelah barat berbatasan dengan rel kereta api yang menghubungkan stasiun Juanda dan stasiun Gambir. Sedangkan sisi utara berdekatan dengan stasiun Juanda.

Masjid ini tentunya sama dengan masjid-masjid lain yang ada disekitar kita dan sama juga dengan masjid-masjid lain yang ada di negara-negara lain. Maksudnya sama dalam fungsinya yakni sebagai tempat beribadah bagi umat islam. Sama dengan masjid lainnya, siapapun boleh melakukan ibadah didalamnya selama mereka termasuk yang beragama islam dan dengan cara-cara islami.

Jamaah regular & wisatawan domestik

Setiap akhir pekan masjid ini lebih ramai pengunjung dari pada hari biasanya, kecuali hari Jum’at tentunya. Pengunjung berduyun-duyun datang dihari Sabtu dan Minggu untuk melakukan ibadah disana. Mereka yang datang berbaur antara jamaah yang rutin datang di waktu solat wajib tiba dengan mereka yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia. Mereka adalah wisatawan domestik.

i02Jika dilihat dari kendaraan roda empat milik pribadi dapat dilihat dari nomor plat mobil adalah mereka berasal dari area Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi). Selain mobil pribadi sekolahajadotcom (SDC) menyaksikan lima bus diparkir di area parkir yang ada di timur masjid Istiqlal. Plat polisi lima bus tersebut H, P, F, B, D (Semarang, Besuki, Bogor, Jakarta, Bandung). Ketika SDC berada di area parkir datang lagi dua bus baru memasuki area parkir dimana sebelumnya telah menurunkan para penumpang didekat pintu masuk masjid sebelah timur.

Ba’da solat dzuhur ketika SDC ikut antri di pintu keluar timur laut masjid menuju taman sangat jelas mereka jamaah yang antri berkomunikasi dengan rekan-rekannya selain menggunakan bahasa Indonesia ada juga diantara mereka yang menggunakan bahasa daerah seperti bahasa Cirebon, Padang, Sunda, Tegal, dan lainya terdengar menggunakan dialek Jawa Timuran. i03Sesampai diluar masjid, di taman, SDC langsung menuju fasilitas power charge baterei hp gratis. SDC menggunakan fasilitas charge tersebut. Di lokasi itu SDC berkenalan dan berkomunikasi dengan bapak berusia sekitar 60 tahunan, mengaku bernama Parjan Sutrisno, asal Jombang. Pak Parjan ini diantar oleh anaknya yang sudah tiga tahun bekerja di kawasan industri Jakarta Utara. Mereka datang ke Istiqlal dengan menggunakan alat transportasi commuter yang dimiliki PT KAI, BUMN yang sedang naik daun.

Pak Parjan sudah mendambakan sekian lama untuk bisa mampir di masjid bersejarah ini dan melakukan solat disana. Keinginan pak Parjan akhirnya terpenuhi di tahun 2015 ini. Pada kesempatan itu pak Parjan dan anaknya akan pulang ke kawasan Jakarta Utara sehabis solat magrib berjamaah.

Wisatawan mancanegara

i04Jujur saja, SDC terkejut ketika saat didalam masjid Istiqlal, langkah kaki SDC disalip oleh dua orang wanita dengan busana boleh dibilang minim untuk ukuran didalam tempat ibadah seperti masjid. Wanita itu semuanya berkulit sedikit merah. Karena penasaran maka SDC mengikuti dan ternyata mereka berdua mengikuti rambu “guest room”. Mereka adalah dua diantara sejumlah wisatawan mancanegara yang siang itu mengunjungi masjid Istiqlal.

Akhirnya diketahui dari Parlin Siregar, salah satu petugas Istiqlal yang berhubungan dengan wisatawan mancanegara bahwa siang itu Istiqlal sudah dikunjungi para bule sekitar puluhan orang yang berasal dari negara-negara seperti Jepang, Korea, China, Amerika Serikat, Inggris dan Lithuania.

i05Parlin menjelaskan bahwa setiap bule yang datang diharuskan melakukan registrasi. Registrasi cukup dilakukan oleh satu orang saja sebagai perwaikilan rombongannya. Parlin menyediakan buku registrasi seukuran kertas folio. Parlin merupakan petugas yang ramah dalam berkomunikasi. Ia mampu memberikan sapaan dan canda yang membuat tamu senang. Ruang registrasi tersebut berada di lantai dasar masjid.

Dalam ruang guest room terdapat meja terima tamu yang mirip meja bar, kursi tunggu berbentuk huruf L terbalik, rak sepatu untuk pengunjung. Pada satu dinding di guest room terdapat rangkaian tempelan kertas tebal seperti poster. Ada enam poster yang ditempel di dinding itu. Poster itu merupakan rangakaian sejarah dan informasi mengenai masjid Istiqlal. Poster itu berisi antara lain kapan masjid dibangun, kapan diresmikan, siapa arsiteknya, tanggal solat Jumat pertama dilakukan di masjid itu dengan informasi siapa khotib dan muazinnya.

i06Dalam ruangan guest room tersebut terdapat ruang kecil yang didalamnya ada lemari baju yang berisi baju-baju kimono yang jumlahnya sekitar belasan. Baju-baju kimono tersebut sengaja disediakan dengan maksud untuk membantu para wisatawan mancanegara yang datang ke masjid Istiqlal yang hanya dengan menggunakan baju ‘ala kadarnya’. Memang betul, tidak sedikit para bule laki-laki yang datang hanya menggunakan celana pendek. Begitupun yang wanitanya ada yang menggunakan baju kaos lekton (sejenis model singlet). Dengan menggunakan kimono bagian-bagian tubuh yang terbuka menjadi tertutup. Manusia berbaju kimono berkeliling masjid Istiqlal dengan rute yang telah ditentukan oleh pengelola masjid. Jika saja mereka diberi pedang, nampaknya orang-orang yang tak tahu akan menduga mereka adalah para samurai yang sedang tersesat.

i07Lepas dari tersedianya baju kimono dengan jumlah yang cukup, sepertinya pihak masjid perlu mensosialisasikan kepada pihak-pihak tertentu bahwa setiap pengunjung yang hendak berkunjung untuk selain ibadah harus tetap berpakaian sopan menurut ukuran fasion muslim. Meski demikian penandaan khusus perlu juga diberlakukan sebagai pembeda antara pure wisatawan dengan wisatawan muslim yang melakukan ibadah bersama para jamaah pada umumnya. (baca: Wisatawan Mancanegara Kunjungi Masjid Istiqlal)

 

Rambu-rambu masjid

i08Sangat layak rambu-rambu yang terpasang baik yang didalam dan maupun rambu-rambu yang diluar masjid. Rambu-rambu tersebut mudah dilihat dan dibaca dari jarak cukup jauh. Rambu-rambu dengan penandaan standar umum (standar internasional) ditempatkan pada lokasi yang sangat tepat dan tidak mengganggu para lalu lalang. Pelintas pun tak jahil mengganggu rambu-rambu tersebut. Jumlahnya cukup, disajikan dalam tiga bahasa yakni Indonesia, Arab dan Inggris. Hampir sama dengan yang ditemui di masjid haramain Makkah dan Madinah.

Rambu-rambu itu terpasang sebagai penunjuk jalan dalam masjid, sungguh sangat terbantu dengan rambu yang telah terpasang. Selain sebagai penunjuk jalan, rambu-rambu tersebut menunjukkan tempat tertentu misal, toilet, perpustakaan, tempat sholat, tempat wudlu, tempat penitipan barang bawaan/sandal/sepatu, dan lain-lain.

i09Ada satu rambu yang menarik yang terpasang di toilet sisi timur, dalam rambu tersebut meminta perhatian yang ditujukan kepada pencuri keran air. Beberapa waktu masjid memang kerap kehilangan keran yang telah terpasang, begitu kata salah seorang petugas tunggu di toilet sebelah timur.

Meski demikian masih ada satu rambu yang diperlukan namun belum tersedia yaitu rambu yang melarang melintas batas bagi wisatawan non-muslim ke area tempat sholat. Hal ini dialami kemarin Ahad ada dua wisatawan Jepang berjenis kelamin wanita yang secara sengaja melintasi dan masuk area ibadah kaum adam bahkan mereka sempat duduk diarea tengah tempat muslim melakukan ibadah sholat dilantai utama.

Rambu-rambu yang tersedia diluar masjid secara umum bagus seperti di area parkir, taman, pintu gerbang kendaraan dan lain-lain.

Soal kebersihan di luar masjid masih perlu ditingkatkan, hal ini tentunya sangat diperlukan kesadaran dan partisipasi setiap pengunjung masjid. SDC mengamati jumlah petugas kebersihan yang rajin dan jumlah tempat sampah sudah cukup tersedia.

Fasilitas masjid

i10Fasilitas yang seharusnya ada pada masjid telah tersedia dan terawat dengan baik di Istiqlal ini. Memang sudah seharusnya untuk ukuran masjid Istiqlal mememiliki fasilitas-fasilitas seperti urinoir dan toilet dalam jumlah yang sangat memadai dan bersih. Ketersediaan air sangat baik dan tidak terlihat adanya kebocoran-kebocoran pipa air. Tempat wudlu yang ideal dan aliran air buangan sangat lancar. Lantai antara tempat wudlu dan lantai diluar tempat wudlu tersedia keset berbahan plastik/karet memanjang dan selalu kering. Kegesitan petugas cleaning yang standby pada jumlah cukup dan hampir selalu bekerja setiap ada basah di atas lantai.

Fasilitas-fasilitas umum lainnya yang tersedia di masjid Istiqlal adalah power charger baterei hp, tempat sampah, taman, penjual makanan-minuman, tempat penitipan sepatu/sandal gratis, tv display layar lebar berukuran besar, area parkir dengan rambu jelas, dan lain-lain.

 

Petugas masjid

i11Petugas yang dimaksud disini adalah diluar imam dan muazin. Para petugas yang penuh tanggung jawab dalam melakukan tugasnya itu yang terlihat ada di dalam dan luar masjid adalah petugas kebersihan, Security, Petugas informasi / wisatawan, penjaga gate, petugas penitipan sandal dan juru parkir.

Penataan pedagang

Di bagian timur masjid terdapat deretan penjual menjaja beragam barang dagangan dari mulai buku, aneka makanan, busana atau pakaian, asesoris hp dan pernak-pernik lainnya.

i12Makanan yang dijajakan disana ada sate padang, minuman kemasan, minuman instan, rujak buah, rujak bebek, es dogger Banjarnegara, warung nasi Padang, bakso Malang, ketoprak, siomay, es campur, dan lain-lain.

Beragam model dan ukuran baju kaos dengan gambar-gambar khas Jakarta seperti gambar Monas dan Istiqlal. Selain itu dijual pula kerudung, jilbab, kopiah, batu akik,  pernak-pernik perempuan seperti bando dll.

 Istiqlal Mosque video CLICK HERE!

Program-program pelajar

i13Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal mengadakan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dalam program terkait pelajar. Tujuannya adalah mengajak para pelajar untuk meraih kemuliaan dan kesuksesan dalam ujian nasional melalui program qiyamul-lail bersama 4.100 siswa.

Kerjasama ini sudah dilakukan untuk tingkat MA/SMA/SMK pada hari Kamis malam Jum’at, tanggal 2 April 2015. Sedangkan untuk tingkat MTs/SMP akan dilaksanakan pada hari Jum’at malam Sabtu, tanggal 24 April 2015.

Adapun tema program ini adalah Membangun Generasi Muda Harapan Bangsa Berakhlaqul Karimah (To Build The Nation’s Future Generation With Good Character).

Selain program diatas, pihak Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal juga melaksanakan bimbingan terhadap pelajar di wilayah DKI Jakarta.*

               

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.