RSS
Facebook

Masjid Raya Al-Mashun Medan

Raya Medan11Masjid Raya Al Mashun berada di kota Medan. Terkadang orang menyebutnya Masjid Raya Medan atau ada juga yang menyebutnya Masjid Raya Deli. Masjid ini berdekatan dengan istana Maimun. Diawal pendiriannya (1906 -1909) masjid Raya Al Mashun terletak dalam satu kompleks dengan istana Maimun. Jarak antara istana dan Masjid sekitar 200 meter. Konon semua pembiayaan pembangunan Masjid ini yang menghabiskan dana sekitar 1 juta Gulden ditanggung oleh Sultan Deli IX, yaitu Sultan Ma’moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah.


Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah berkuasa pada masa 1873-1924 Masehi. Pembangunan Masjid tersebut oleh beliau merupakan keputusan yang sangat monumental dan pada akhirnya memilki nilai sejarah yang sangat tinggi hingga sekarang.

Raya Medan33Luas bangunan Masjid berkisar 5000m2 dan dibangun diatas lahan seluas 18.000 m2. Masjid ini telah berusia satu abad lebih dan menduduki urutan ketiga masjid tertua di kota Medan setelah Masjid Al Osmani (Labuan Deli) dan Masjid Lama Gang Bengkok.

Dua arsitek Belanda terlibat dalam pembangunan masjid ini, mereka adalah Van Erp yang juga merancang istana Maimun dan arsitek kedua adalah JA Tingdeman.

Arsitektur masjid merupakan perpaduan gaya middle east (Arab & Parsia), Spanyol (Andalusia), India (Mughal), Turki (Ottoman) dan Eropa.

Material pembangunan masjid tidak semuanya berasal dari lokal (Indonesia) namun juga diimpor dari berbagai negara seperti marmer dari Italia & Jerman, kaca patri dari China, dan lampu gantung dari Perancis. Sebagian material lokal adalah berbahan kayu dengan kualitas nomor satu.

Masjid Raya Medan adalah masjid yang paling indah dan Masjid terbesar di Sumatera Utara. Bangunan Masjid ini begitu megah dan dikagumi banyak orang lantaran memiliki bentuk tidak sama dengan masjid pada umumnya.

Raya Medan44Masjid Raya Medan berbentuk persegi delapan (octagonal atau octahedron) dan memiliki empat serambi yakni dibagian depan, belakang dan samping kanan-kiri. Keempat serambi itu merupakan pintu masuk menuju bangunan utama Masjid.

Pada halaman depan masuk area masjid terdapat gapura besar bertembok tebal dimana gapura ini adalah pintu utama masuk area masjid.

Delapan pilar berdiameter 0,60 meter terdapat di bagian dalam masjid. Pilar-pilar menyangga kubah utama pada bagian tengah Masjid. Empat kubah lain yang lebih kecil berada diatas ke empat serambi. Sedangkan menara yang berjumlah 2 buah terdapat di samping kanan-kiri sisi belakang Masjid.

Di pelataran belakang masjid terdapat pekuburan para Raja Melayu, Gunernur Sumatera Utara, Haji Guru Kitab Sibarani, Pendiri yayasan zending Islam Indonesia.

Raya Medan22Karena nilai sejarah yang tinggi, masjid Raya Al Mashun tidak hanya dikunjungi oleh para muslimin namun juga non-muslim. Mereka yang non-muslim diperkenankan melihat-lihat area masjid tentunya dengan menggunakan pakaian yang pantas alias menutup aurat. Bagi yang tidak mengindahkan persyaratan izinnya hanya sampai ditepi pelataran dan area pekuburan saja.

Perawatan Masjid kebanggaan warga Medan sangat baik, ini terbukti meski sudah berusia tua namun Masjid ini tidak pernah direnovasi dari sejak pertama didirikan. Pemerintah kota Medan hanya pernah menambah sarana penunjang Masjid yakni seperti penambahan tempat wudhu wanita ditahun 1980.

Masjid Raya Al Mashun terletak di pusat keramaian kota tepatnya (sisi timur) di jalan Sisingamangaraja, Medan Kota, Sumatera Utara 20212. Sedangkan jika dilihat dari sisi utara maka Masjid ini terletak di jalan Masjid Raya, Medan Kota. Sekitar masjid banyak terdapat hotel dari berbagai kelas / bintang, mall, dan area kuliner.

Masjid Raya Al Mashun tak pernah sepi dari jamaah sholat 5 waktu terutama Subuh, Magrib dan Isya. Insya Allah membludaknya kehadiran jamaah ini pertanda Masjid ini terawat atau terpelihara baik secara fisik maupun non-fisik. Perlu pembaca tahu, bahwa ‘al mashun’ berarti ‘dipelihara’.***




Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: