RSS
Facebook

Matematika Sederhana Covid-19 Melahirkan 15 Juta Imam Baru

IMG_20200502_135705Per hari Sabtu, 2 Mei 2020, pukul 10:30:04 WIB, berdasarkan data Covid-19 telah merenggut 239,602 nyawa manusia diseluruh dunia, 800 nyawa diantaranya adalah di Indonesia.

Mari kita lihat jumlah masing-masing populasi umat beragama di dunia pada tahun 2020. Di dunia ini, terdapat beragam agama yang berbeda. Seseorang yang beragama percaya pada kekuatan yang mengendalikan, yakni Allah, atau setara dengan Allah menurut penganutnya.

Di tahun 2020 yang paling populer adalah agama Kristen, diikuti oleh sekitar 33% dari jumlah populasi dunia (2,22 milyar orang). Menguntit ketat dibelakangnya, Islam, yang diyakini dan diamalkan oleh lebih dari 24% (1,5 milyar orang). Dibelakangnya diikuti oleh agama-agama lain seperti Hindu, Budha, Yahudi, termasuk yang tidak beragama baik ateis maupun agnostik.

Jika kita korelasikan antara ketiga paragraf diatas secara pemikiran yang sangat sederhana maka kita akan mendapatkan bahwa dari angka yang meninggal karena wabah Covid-19 berasal dari kalangan Kristen sebanyak 33% dari 239.602 yakni 79.069 orang. Dari Muslim sebanyak 24%, yakni 57.504 orang. Sisanya sebanyak 103.029 orang berasal dari agama Hindu, Budha, dan lain-lain.

Raya Medan22Ramadan 1441H kali ini sangat unik dan istimewa dimana berbarengan dengan wabah Covid-19 yang telah muncul sejak awal tahun 2020.

Unik dan istimewa lainnya bisa dikatakan bahwa muslim diseluruh dunia secara serempak melakukan social distancing dan PSBB selama menjalani ibadah ramadan. Imbasnya adalah pada umat muslim dunia yang selalu melaksanakan solat tarawih berjamaah di masjid-masjid selama bulan ramadan.

Banyak masjid-masjid akhirnya tidak menyelenggarakan solat tarawih berjamaah demi memutus rantai penyebaran virus corona yang ujung-ujungnya umat muslim melaksanakan solat tarawih di rumah-rumah demi tetap menegakkan ibadah bulan ramadan.

Covid-19 adalah wabah membawa berkah bagi umat Islam. Tidak dapat melaksanakan solat tarawih berjamaah di masjid maka para muslim beralih berjamaah di rumah-rumah. Solat berjamaah pasti ada imamnya. Nah, akibat kondisi pandemi coronavirus ini bermunculanlah para imam solat tarawih baru.

Karena pemberlakuan social distancing dan PSBB maka banyak lahir imam-imam solat tarawih di rumah-rumah. Bisa jadi diantara mereka adalah baru dalam mengimami solat tarawih, namun tidak sedikit juga yang benar-benar baru menjadi imam dalam solat.

Kita bermain angka lagi, dengan asumsi dalam matematika yang sangat sederhana. Kita asumsikan para imam baru ini adalah 1% dari umat Islam Dunia, maka jumlah muslim yang lahir sebagai imam baru adalah 1% dari 1.5 milyar, yaitu 15 juta orang!

57.504 orang muslim telah meninggal dalam wabah Covid-19 disisi lain telah lahir para imam solat sebanyak 15 juta orang. Wallahualam bissawab.***




Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: