Covid konstruksiAkibat merebaknya wabah Covid-19, maka dunia konstruksipun berubah. Apanya yang berubah?

Artikel ini tidak membahas pada cakupan yang terlalu luas melainkan hanya membicarakan pada hal-hal yang simple namun sangat practical untuk diterapkan di lapangan konstruksi.

Semoga artikel ini dapat berfungsi sebagai referensi, inspirasi, komparasi atau apapun yang konstruktif bagi pembaca terutama jika anda sehari-hari bergelut dibidang konstruksi.

Sangat terasa sekali, industri konstruksi baik skala kecil maupun besar mendapat pengaruh dari merebaknya pandemik Covid-19.

Manusia di dunia konstruksi adalah makhluk yang sama dengan manusia pada umumnya, sebab mereka berasal dari masyarakat umum yang tergabung dalam area berkegiatan konstruksi.

Sebagaimana manusia biasa, mereka masyarakat konstruksi bisa sebagai pembawa virus maupun menjadi calon manusia terinfeksi oleh virus yang sampai saat ini belum ditemukan obat dan vaksinnya.

 

covid-19Peran masyarakat konstruksi
Sebagian item dibawah ini telah disebutkan pada artikel “Melawan Covid-19 Di Lapangan Konstruksi Bagian-1” dimana masyarakat konstruksi sebagai bagian dari masyarakat umum dituntut dalam hal:

1. Pembatalan atau penangguhan acara-acara dengan potensi penyebaran virus corona seperti kumpul-kumpul, hajatan, kenduri, pesta, dan lain-lain.
2. Penerapan jaga jarak “social/physical distancing” untuk mengurangi kontak langsung dalam berinteraksi yang terlalu dekat antar satu manusia dengan yang lainnya (dibeberapa website negara barat ada anjuran terlalu keras dalam social distancing ini yakni jangan bertemu orang lain, meski teman ataupun keluarga).
3. Mengurangi atau pembatasan melakukan perjalanan yang tidak terlalu penting, termasuk pengurangan penggunaan jasa penerbangan dan angkutan umum lainnya.
4. Melakukan karantina di rumah secara sukarela oleh seluruh anggota keluarga. Hanya pergi keluar untuk makan, alasan pelayanan kesehatan, dan lain-lain atau bekerja (jika anda tidak bisa bekerja dari rumah, WfH – work from home).
5. Penyesuaian pada perlakuan penanganan jenazah hingga pemakaman untuk meminimalkan jumlah pelayat / kerumunan dan paparan cairan tubuh dari jenazah terinfeksi.
6. Sering mencuci tangan.
7. Segera membersihkan badan setelah tiba di rumah.
8. Sering mengkonsumsi air mineral.
9. Mengenal indikasi awal terkena Covid-19.

Hal-hal diatas bukan saja seharusnya menjadi perhatian masyarakat umum namun juga masyarakat terbatas sebagaimana lingkup masyarakat konstruksi.

covid1Mengingat bahaya tertinggi akibat Covid-19 adalah kematian maka sembilan hal-hal diatas sudah seyogyanya menjadi perhatian serius dari kehidupan masyarakat konstruksi yang harus segera diejawatahkan dalam bentuk program-program. Program-program tersebut pada esensinya sebagai usaha kuat untuk menyetop penyebarluasan sikecil virus corona di tengah masyarakat khususnya masyarakat konstruksi. Usaha tersebut bisa dimaknai juga sebagai media pembelajaran bagi masyarakat umum di area konstruksi.

Program-program stop Covid-19
Tanpa disadari anda dapat berperan sebagai penyebar virus corona meski anda tidak menampilkan gejala-gejala telah terinfeksi. Itulah kata-kata kunci yang dapat menginspirasi lahirnya program-program khusus bagi masyarakat konstruksi dalam melawan Covid-19.

Program-program khusus tersebut harus dijalankan secara bersama oleh segenap masyarakat konstruksi tanpa memandang bulu. Manajemen lapangan tertinggi harus menggunakan powernya dalam mendukung program-program terpercaya yang diyakini betul-betul efektif tanpa ekses yang berarti dalam membendung masuknya virus corona ke area konstruksi. Hindari program pencitraan yang kontra produktif yang pada akhirnya akan membuang waktu dan biaya.

Mengacu pada sembilan item diatas, masyarakat konstruksi dapat mempertimbangkan untuk melakukan program-program, namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:

1. Social/physical distancing.
Menjaga jarak misal di area pejalan kaki/pedestrian, tempat wudlu, mushola, shelter, tempat makan / kantin, toolbox meeting – TBM, senam, ruang training, ruang meeting, dalam kantor, dan lain-lain.
2. Meningkatkan kebersihan badan dan lingkungan baik di dalam officce maupun di lapangan konstruksi.
Seperti mencuci tangan dan penyediaan fasilitasnya, membudayakan berjemur pada jam tertentu, penyemprotan disinfektan, general housekeeping.
3. Meningkatkan fasilitas kesehatan.
Seperti mempertimbangkan penambahan tenaga medis, penyediaan masker, meningkatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemberian vitamin, pengontrolan temperatur tubuh dan kondisi tubuh terhadap gejala umum Covid-19.
4. Sosialisasi do-don’t terkait Covid-19.
Seperti menghindari memegang benda yang tidak perlu, menghindari kebiasaan meraba atau usap-usap wajah sendiri.
WhatsApp Image 2020-04-11 at 23.58.055. Promotion/campaign.

Lima item diatas hanyalah cakupan program-program secara umum dan perlu dirincikan dalam program-program khusus. Jika anda sebagai bagian dari manajemen maka akan otomatis masuk dalam tim gugus tugas melawan Covid-19 di area konstruksi anda. Andalah yang bertugas merinci dan merumuskan program-program apa yang diperlukan dan paling sesuai.

Namun jika memerlukan pembanding dalam program-program rinci maka hal tersebut akan dibahas pada artikel “Melawan Covid-19 Di Lapangan Konstruksi Bagian-3”.***

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.