RSS
Facebook

Melawan Covid-19 Di Lapangan Konstruksi (Part-3) – Program dan penjelasannya

Program-program khusus untuk membendung masuknya Covid-19 ke area konstruksi harus dijalankan secara bersama oleh segenap masyarakat konstruksi tanpa memandang bulu.

Manajemen lapangan pada level tertinggi secara sadar harus tampil di depan dalam mengendalikan arah program-program yang diyakini betul-betul efektif. Efektif dengan tanpa ekses yang berarti bagi individu maupun company, baik jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang.

priyoh1Jauhkan godaan dari melakukan program yang bertujuan pencitraan belaka. Percayalah jika model program yang dipilih adalah hanya mengumbar dan mengejar pencitraan maka hampir pasti yang terjadi adalah kontra produktif yang hanya akan membuang waktu dan biaya, karena pencitraan jauh dari keikhlasan!

Mengacu pada  artikel sebelumnya, “Melawan Covid-19 Di Lapangan Konstruksi Part-2”, dimana disebutkan lima item program yang setidaknya dapat dipertimbangkan penerapannya di lingkungan konstruksi dalam semangat membendung penyebaran Covid-19:

  1. Social/physical distancing.
  2. Meningkatkan kebersihan individual dan lingkungan.
  3. Meningkatkan fasilitas kesehatan.
  4. Sosialisasi do-don’t terkait Covid-19.
  5. Banner promotion/campaign.

Lebih rinci mengenai penerapan lima item tersebut diatas adalah sebagai berikut namun tidak terbatas pada yang dijelaskan disini. Anda dapat leluasa mengembangkannya disesuaikan dengan kondisi area anda.

 

Social/physical distancing

Tidak perlu dibahas perbedaan antara kata social dan physical yang dipakai pada artikel ini. Yang terpenting adalah menerapkan menjaga jarak antara satu individu dengan indidvidu yang lain sebisa mungkin dan disetiap kesempatan.

priyHarus menjaga jarak disetiap kesempatan artinya selalu ambil jarak satu individu terhadap individu lainnya, misal di area pejalan kaki / pedestrian, tempat wudlu, mushola, shelters, tempat makan,  kantin, aerobik / senam, ruang training, ruang meeting, ruang kerja, tempat cuci tangan, urinoir, dan lain-lain.

Social atau physical distancing mengandung pengertian bahwa masyarakat konstruksi diminta untuk menghindari hadir di pertemuan besar atau kerumunan orang dengan tanpa jarak alias empet-empetan.

Masyarakat konstruksi mempunyai beragam program yang sangat mungkin akan terjadi saling berdekatan antara satu dengan yang lainnya.

Alasan program dan aktifitas konstruksi tetap harus sama-sama berjalan maka sedapat mungkin kita harus berada di sekitar orang dengan selalu menjaga jarak terhadap orang lain pada idealnya sekitar 6’ (2 meter). Manajemen lapangan harus bisa mengendalikan hal ini secara seksama dan tepat.

Kenapa harus social/physical distancing? Ini tindakan sengaja dalam mengatur ruang fisik interaksi masyarakat konstruksi dalam menghindari penyebaran si kecil virus corona.

Video social/physical distancing 

 

Meningkatkan kebersihan dan kesehatan individual

Individu masyarakat konstruksi harus selalu menjaga kebersihan agar terhindar dari predikat sebagai penular dan atau mencegah menjadi korban tertular.

IMG_20200418_005755Beberapa yang disebutkan disini adalah cara para individu menjadikan masyarakat konstruksi yang cerdas dalam mensikapi merebaknya wabah virus corona.

Menjaga kebersihan dan kesehatan pada individu masing-masing seperti mandi setibanya di rumah selepas kerja. Jika berada ditempat kerja mengetahui kapan harus cuci tangan, hindari memegang benda-benda umum atau menghindari yang tidak perlu dipegang, termasuk mengurangi atau menghindari mengusap wajah terutama pada bagian mulut, hidung dan mata.

Menggunakan penutup bagian wajah tertentu misal dengan menggunakan masker atau sejenisnya yang berfungsi sama. Berjemur pada sinar matahari pagi secara langsung di sekitar jam sepuluh pagi. Mengatur keseimbangan dalam beraktifitas dengan istirahat cukup.

Ikut berpartisipasi secara aktif pada program menjaga kebersihan umum, misal pada program housekeeping day dan sejenisnya.

Bagaimana dengan menggunakan disinfectant chamber untuk membersihkan atau mensterilkan diri? Khusus item ini akan muncul sebagai subject utama pada artikel “Melawan Covid-19 Di Lapangan Konstruksi (Part-4)  – Tepatkah menggunakan disinfectant chamber?

 

Meningkatkan kebersihan lingkungan

Lapangan konstruksi tempatnya para manusia beraktifitas dan berinteraksi. Masyarakat konstruksi merupakan masyarakat yang berasal dari beragam daerah, negara, etnik, kebiasaan, bervariasinya latar belakang pendidikan, dan lain-lain.

priyohhKeberagaman dalam masyarakat konstruksi ini merupakan situasi yang dapat menciptakan beragam pemahaman tentang sesuatu. Terjadi gap dalam banyak hal, mungkin saja. Tugas manajemen lapanganlah yang harus berusaha keras agar terjadinya kesepahaman diantara mereka tentang sesuatu pesan penting.

Misal kesepahaman tentang hidup dengan lingkungan bersih. Masyarakat konstruksi harus bahu membahu dan secara bersama melakukan gerakan lingkungan bersih. Mudah contohnya, tidak membuang sampah termasuk masker bekas sembarangan. Meludah pada tempat yang tepat.

Contoh lainnya adalah melakukan disinfectant pada area indoor dan outdoor secara berkala. Berpartisipasi dalam program housekeeping day dengan penuh kesadaran.

Merapikan dan membersihkan tempat kerja sebelum meninggalkan lapangan juga merupakan cara menciptakan lingkungan yang bersih. Masih ingat istilah 5R atau 5S?

 

Menyediakan fasilitas yang memadai

Manajemen lapangan tidak seharusnya hanya menuntut mayarakat konstruksi untuk berpartisipasi penuh dalam menjaga kebersihan individu maupun lingkungan. Level manajemen juga harus mau untuk menyediakan beberapa fasilitas pendukung untuk mereka.

covid cuciFasilitas yang perlu disediakan semisal memperbanyak tempat mencuci tangan berikut sabun untuk kebutuhan massal dengan penempatan yang tepat, sering dilalui pekerja misalnya. Menyediakan pasokan masker, jika pasokan dipasar sulit atau mahal, berfikirlah mencari jalan keluar untuk segera teratasi.

Menjadwalkan dilakukan desinfektan pada area-area secara menyeluruh dengan komposisi bahan secara tepat. Menciptakan ventilasi udara dan sinar terbaik, menjaga kelembaban dan temperatur pada ruang-ruang kantor, warehouse, bengkel dan lain-lain.

Menyediakan tempat makan, merokok, istirahat bagi para pekerja secara memadai baik dari luasan, kesehatan, kebersihan dan kenyamanannya.

 

Meningkatkan fasilitas kesehatan

Mempertimbangkan keberadaan fasilitas dan sistem yang ada terkait kesehatan bagi masyarakat konstruksi adalah pemikiran bijak dalam usaha menangkal liarnya penyebaran si makhluk kecil yang nakal yang bernama virus corona alias Covid-19.

covvMengkaji ulang kecukupan dan kecakapan tenaga medis yang ada, menjamin pasokan masker lancar, menjamin ketersediaan pasokan alat pelindung diri khususnya sarung tangan dan kacamata kesehatan, menaikan daya tahan tubuh pekerja dengan membagikan vitamin yang diperlukan.

Yang terpenting manajemen harus sudah memahami bagaimana mengendalikan dari mulai peralatan penangkal yang dibutuhkan, mengenali secara dini pada gejala umum terinfeksi Covid-19, siapa saja yang harus diidentifikasi dan siapa yang melakukannya, melakukan perlakuan apa yang tepat pada mereka yang memiliki gejala awal, dan seterusnya.

Mengontrol keluar masuk dan pergi datangnya orang-orang konstruksi. Ia / mereka datang dari zona merahkah yang telah ditetapkan pemerintah? Lantas jika ya, perlakuan apa yang harus dikenakan kepada yang bersangkutan, apakah harus ada penyataan sehat dari dokter rumah sakit yang ditunjuk? Apakah karantina 14 hari? Work from home? Apakah akan local lockdown?

Sistem penanganan kasus per kasus harus sudah disiapkan, ini penting.

 

Penyebaran informasi

Sebelum membahas mengenai subtittle ini, pembaca bisa menyimak beberapa pesan melalui video ini https://youtu.be/jYED0-IR4wM bagaimana usaha sebuah kontraktor dalam melakukan penyebaran informasi pola hidup sehat untuk membendung merebaknya virus corona di areanya.

WhatsApp Image 2020-04-19 at 01.38.40Penyebaran informasi merupakan alat penting untuk menyampaikan pesan baik bersifat pengetahuan ataupun kebijakan.

Masyarakat konstruksi dapat memanfaatkan media umum yang sering dilakukan para insan konstruksi seperti toolbox meeting, coordination meetings, notice boards, banners, posters, screen display, dan lain sebagainya. Perlu dipertimbangkan seperti penempatan media itu di area yang sangat sering dilalui orang, visible, penggunaan bahasa yang sederhana dan lugas.

WhatsApp Image 2020-03-23 at 09.16.38Tidak kalah pentingnya dalam penyajian informasi adalah mempertimbangkan segi kemasan. Kemasan yang harus dipilih adalah yang sangat atraktif dan efektif bukan memilih yang kontra produktif. Misal pesan mudah dicerna dalam bentuk Do-Don’t, boleh-tidak boleh.WhatsApp Image 2020-04-13 at 16.24.54

Sangat penting untuk dihindari, meski berulang disebutkan dalam artikel ini:

  1. Menjalankan program yang mengejar pencitraan belaka.
  2. Menjalankan program yang bertele-tele, akurasi atau validitasnya tidak memadai, tidak sistematis.
  3. Melakukan program yang sudah jelas-jelas berlawanan dengan referensi valid dari para ahli atau dari badan otoritas lokal maupun internasional.

Semoga artikel ini bermanfaat dalam menyetop Covid-19 di lapangan konstruksi!***




Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: