RSS
Facebook

Motor

Sore hari yang cerah di bulan Februari 2015. Kubuka tabloid wanitaPara Cewek Dunia Konstruksi. Read more ... » terbaru. Dua cangkirMenggapai Cita-cita!. Read more ... » kopiSang Pengkhayal. Read more ... » yang masih panasWisata Alam Muara Enim. Read more ... » dan sepiring pisangPisang Diatas Nanas. Read more ... » goreng hangat menemani waktuWaktu dan Usia. Read more ... » santaiku di teras rumahRumah. Read more ... ». Sesekali kualihkan pandanganku pada suami yang asyik mencuciMencuci Sebelum dan Sesudahnya. Read more ... » sepeda motorMotor Grader. Read more ... » di carport rumahRumah. Read more ... » kami. Senyum simpul tersungging dibibirku tepat saat suami melihat ke arahku.

“Senyum-senyum sendiri. Ada berita lucu di tabloid itu?” tanya suamiku sambil tetap dengan kesibukannya mengelap sepeda motorMotor Grader. Read more ... » yang baru selesai dicucinya.

“Nggak ada berita yang lucu, kok,” jawabku.

“Terus kenapa senyum-senyum sendiri?” tanyanya sambil terus asyik mengelap kacaCermin. Read more ... » spion sepeda motorMotor Grader. Read more ... » itu.

Aku kembali tersenyumTertawa. Read more ... ». Kumasukkan potongan kecilTertawa. Read more ... » pisangPisang Diatas Nanas. Read more ... » goreng hangat ke mulutku. Kukunyah pelan-pelan. Kuhirup harumnya aromaAroma Bak Wudlu. Read more ... » kopiSang Pengkhayal. Read more ... ». Kudengar suara khas pintu pagar rumahRumah. Read more ... » tetangga sebelah sedang dibuka seseorang. LangkahBasic Incident Investigation-4: Langkah-langkah Investigasi. Read more ... » suami mendekatiku.

“Sudah selesai belum nyuci motornya?” tanyaku. “Ini kopinya nanti keburu dinginMahapatih Gajahmada Kerokan Juga?. Read more ... »,” aku menunjuk cangkirMenggapai Cita-cita!. Read more ... » kopiSang Pengkhayal. Read more ... » yang kusediakan untuknya.

“Sudah, tapi sebentar ya, cuci tanganMencuci Sebelum dan Sesudahnya. Read more ... » dulu. Nanti balik lagi,” katanya menghilang di balik pintu.

Tak lama kemudian, dia sudah balik dan duduk bersamaku di teras itu. Dia menghirup dan mengambil kopiSang Pengkhayal. Read more ... » yang kusediakan, menyeruputnya pelan-pelan. Kupandang terus suamiku. Dia balik memandangku.

“Jadi, sebenarnya apa yang membuatmu senyum-senyum sendiri tadi?” tanyanya.

“Oh, itu. Hahahaha…… Lucu aja setiap kali memandang motorMotor Grader. Read more ... » kita itu!” kataku menunjuk sepeda motorMotor Grader. Read more ... » kami yang terlihat bersihPHBS dan Germas. Read more ... » mengkilap.

“Hebat kan, motorMotor Grader. Read more ... » kita. Walaupun sudah delapan tahun, tetap nggak bermasalah dan selalu kelihatan baru,” katanya gak nyambung dengan apa yang sedang kupikirkan.

“Jadi, apanya yang lucu dengan motorMotor Grader. Read more ... »?” tanyanya tersadar.

“Aku ingat saat pertama kali motorMotor Grader. Read more ... » itu datang. Kemudian sulung yang saat itu berumur empat tahun berlari keluar dengan gembira untuk menyambutnya. Tapi kemudian dia kembali masuk rumahRumah. Read more ... » dengan wajahSi Anu Mirip Si Fulan - Doppelganger. Read more ... » sangat kecewa,” kataku mengingat-ingat saat sepeda motorMotor Grader. Read more ... » itu dikirim ke rumahRumah. Read more ... » ini dengan diangkut mobil pick up.

Suami mengunyah pisangPisang Diatas Nanas. Read more ... » goreng untuk kali ke dua yang diambilnya dari piring sambil senyum-senyum mengikuti yang sedang kukenang. Rupanya dia pun sedang mengenang kejadian delapan tahun lalu di teras ini.

“Sulung marahPilih Senyum atau Marah?. Read more ... » padaku saat itu. Dia protes kenapa yang datang motorMotor Grader. Read more ... », kok bukan mobil?” kenang suamiku. Kamipun tertawaTertawa. Read more ... » bersama mengingatnya.

“Lucunya, keesokan harinya sulung sudah melupakan kekecewaannya sama sekali. Sulung gak protes saat kami  memulai rutinitas harian bertiga dengan motorMotor Grader. Read more ... » itu. Pagi pergi ke sekolahMasalah Sekolah Pinggir Kota. Read more ... » TK sulung, siangnya kami jemput dari TK dan langsung ke TamanTiome Siagian, Ibu Kepala Sekolah (part-3, Habis). Read more ... » Penitipan AnakTiome Siagian, Ibu Kepala Sekolah (Part-2). Read more ... » beberapa blok disebelahnya. Pulang kita jemput lagi. Begitu setiap hari selama dua tahun,” katanya.

“Ya, setelah itu kita bertiga sering jalanMotor Grader. Read more ... »-jalanMotor Grader. Read more ... » di hari liburIedul Fitri & Iedul Adha Hari Libur di New York. Read more ... » dengan motorMotor Grader. Read more ... » itu,” aku mengingat kenanganKaos Memento. Read more ... » demi kenanganKaos Memento. Read more ... » bersama sulung dengan sepeda motorMotor Grader. Read more ... » kami.

MotorMotor Grader. Read more ... » itu pula yang mengantarmu ke rumahRumah. Read more ... » sakitRambut & Kuku Dipotong Tak Terasa Sakit, Kenapa?. Read more ... » dan kamu melahirkan si bungsu.”

Suami mengunyah pisangPisang Diatas Nanas. Read more ... » goreng terakhir yang sudah mulai dinginMahapatih Gajahmada Kerokan Juga?. Read more ... ». Menghabiskan kopinya. Begitu pula aku menghabiskan kopiku. Sore hari ini benar-benar cerah dan kami bisa berdua di teras rumahRumah. Read more ... » kami yang penuh kehangatan. Sulung dan bungsu masih berada di masjidMasjid Raya Al-Mashun Medan. Read more ... », mengajiNgabuburit Yang Gak Ngeluarin Duit. Read more ... ».

Hening sekejap. Beberapa saat kemudian suamiku bersuara, “WaktuWaktu dan Usia. Read more ... » bungsu masih kecilTertawa. Read more ... », kita masih bisa pergi berempat dengan mengendarai motorMotor Grader. Read more ... » itu dan jalanMotor Grader. Read more ... » ke tempat-tempat yang sulung suka”.

“Aku masih ingat betul, kamu duduk di jok belakang sambil menggendongGado-Gado Menggendong Anak. Read more ... » bungsu sedangkan sulung duduk di jok depan, depanku”, tambahnya.

“Tapi seingatku saat itu sulung pergi pulang sekolahMasalah Sekolah Pinggir Kota. Read more ... » sudah naik mobil antar jemput, gak pakai motorMotor Grader. Read more ... » kita,” tambahnya lagi dengan mimik muka seperti menerawang ke masaWaktu dan Usia. Read more ... » lalu. Aku mengiyakan ingatannya dengan diam sambil kulihat isi cangkirMenggapai Cita-cita!. Read more ... » kopinya yang sudah tak lagi bersisa.

“Oh ya, diwaktu yang gak begitu lama dari itu lalu kamu berhasil menyelesaikan sekolahmu di tingkat S3Anak Pak Satiman S3 Di Jerman. Read more ... ». Lalu, kita pernah diskusi di suatu malamBayangan. Read more ... » tentang motorMotor Grader. Read more ... » itu,” kataku.

“Aku gak akan pernah lupa diskusi kita dimalam itu,” katanya tersenyumTertawa. Read more ... ». Senyum termanis suami untukku di sore itu.

“Saat itu aku memberikan pilihanMenentukan Pilihan. Read more ... » padamu, apakah yang kamu inginkan, membeli mobil baru atau merenovasi rumahRumah. Read more ... » kita menjadi rumahRumah. Read more ... » yang kita idam-idamkan sejak dulu?”

Aku tersenyumTertawa. Read more ... » sambil berulang-ulang mengenang tawaran suamiku saat itu. Ketika itu  aku benar-benar menyadari bahwa aku telah menjadi wanitaPara Cewek Dunia Konstruksi. Read more ... » dewasaHari Buku Nasional 2015. Read more ... » yang harus bisa menentukanMenentukan Pilihan. Read more ... » sebuah pilihanMenentukan Pilihan. Read more ... ». Pilihanku tentu tak boleh salah dalam kondisi keterbatasan keuanganKerja Sambil Kuliah? Gue Banget!. Read more ... ». Aku sangat merasakan makna bahwa hidupPHBS dan Germas. Read more ... » itu adalah sebuah pilihanMenentukan Pilihan. Read more ... ».

“Aku ingat. Aku bilang padamu bahwa aku ingin merenovasi rumahRumah. Read more ... » jika memang harus dipilih. Seandainya kamu menawarkan keduanya untuk diwujudkan tentu aku lebih senang. Tapi, hidupPHBS dan Germas. Read more ... » adalah realita, dan aku berusaha mengerti, jadi waktuWaktu dan Usia. Read more ... » itu aku pilih renovasi rumahRumah. Read more ... » dulu, karena aku berpikirHari Buku Nasional 2015. Read more ... » kita tidak terlalu butuh mobil dan masih ada motorMotor Grader. Read more ... » yang bisa digunakan untuk mengantar kita berdua berangkat dan pulang kerjaBasic Incident Investigation-4: Langkah-langkah Investigasi. Read more ... »,” jawabku.

Dia menoleh padaku dan senyum-senyum sendiri. Senyuman yang aneh dan seperti mentertawakanku. Ah, padahal aku masih memerlukan senyuman termanisnya yang kali kedua di sore itu.

“Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanyaku padanya. PertanyaanPertanyaan-pertanyaan umum. Read more ... » yang sama yang tadi dia tanyakan saat mencuciMencuci Sebelum dan Sesudahnya. Read more ... » sepeda motorMotor Grader. Read more ... ».

“Tadi aku mendengar bahwa kita tidak terlalu butuh mobil? Benarkah itu?” tanyanya masih senyum-senyum lagi.

motorAku terdiam. Aku ingat dan tersadar, aku sering berkata padanya bahwa sepeda motorMotor Grader. Read more ... » itu sudah tidak layak lagi dan minta diganti dengan mobil. Aku juga suka mengeluh padanya bahwa dengan sepeda motorMotor Grader. Read more ... » itu kita terkadang kehujanan dan tidak bisa lagi digunakan untuk berempat, sulung dan bungsu sudah besarMenentukan Pilihan. Read more ... ». Kami berempat saat mengunjungi tempat-tempat untuk refresh di akhir pekan harus dengan bis kotaMasalah Sekolah Pinggir Kota. Read more ... » atau angkutan kotaMasalah Sekolah Pinggir Kota. Read more ... ». Aku menjadi tidak sabar dan nyaris memaksanya untuk segera membeli mobil dan memintanya berhutang untuk bayar uangNge-blog Menghasilkan Uang: Bohong!. Read more ... » muka. Kukemukakan ketidaksabaranku itu tak hanya sekali, berulang-ulang. Karenanya, kami sering perang dinginMahapatih Gajahmada Kerokan Juga?. Read more ... » dan diantara kami jadi hanya bicaraDilarang Bicara Dengan Sopir!. Read more ... » seperlunya saja. Kehangatan keluarga menjadi terasa terganggu dan terancam sirna hanya dikarenakan keinginanku untuk segera mempunyai mobil. Hal yang sungguh berbeda dan tak pernah terjadi ketika kami berencana dan memutuskan membeli sepeda motorMotor Grader. Read more ... », sepeda motorMotor Grader. Read more ... » yang barusan dicuci suamiku. Sepeda motorMotor Grader. Read more ... » yang telah berjasa bagi keluarga kami selama delapan tahun.

“Aku setuju pada apa yang kamu inginkan, bahwa suatu saat nanti kita akan mempunyai mobil,” katanya berhenti sejenak. “Tapi, motorMotor Grader. Read more ... » itu tidak boleh dijual, masih akan kita pakai sekali-kali dan tetap kita akan butuh motorMotor Grader. Read more ... » itu untuk menghindari kemacetan saat diperlukan.”

Aku menoleh padanya. Aku tahu dia tidak pernah gegabah dalam berkata.

“Jadi, kapan kita beli mobil?” tanyaku.

Dia senyum-senyum lagi. Aku jadi sebel meski senyum itu terasa manis. Aku ingin kami segera punya mobil.

“Insya AllahWaktu dan Usia. Read more ... » kita beli, nunggu tabunganBangkit dari Keluarga Broken Home! (Part-3). Read more ... » cukup untuk bayar uangNge-blog Menghasilkan Uang: Bohong!. Read more ... » muka dan tanpa mengganggu operasional lainnya terutama untuk sekolahMasalah Sekolah Pinggir Kota. Read more ... » anakTiome Siagian, Ibu Kepala Sekolah (Part-2). Read more ... »-anakTiome Siagian, Ibu Kepala Sekolah (Part-2). Read more ... »,” katanya sambil beranjak dari duduknya untuk membuka pagar rumahRumah. Read more ... » ketika dilihatnya kedua putri kami datang.

“Mengkilap amat nih motornya? AyahI Love U and I miss U. Read more ... » pintar banget dech merawat motorMotor Grader. Read more ... »,” kata sulung yang berponi ala Yulia Peres sambil terus melenggang masuk rumahRumah. Read more ... » diikuti oleh bungsu.

“Aku yakin, kita akan segera punya mobil” kata suami sambil mengedipkan sebelah matanya dan lantas ikut masuk ke dalam.

Aku menghela nafasLorong Waktu - 1. Read more ... » sambil mengamini ucapan suamiku.

Aku segera membereskan cangkirMenggapai Cita-cita!. Read more ... » dan piring lantas membawanya ke dalam rumahRumah. Read more ... » hendak menyusul mereka bertiga. Suami benar. Sepeda motorMotor Grader. Read more ... » itu telah berjasa, dan aku tidak boleh melupakannya begitu saja. Sebelum masuk ke dalam rumahRumah. Read more ... », kutolehkan kepalaku dan memandang sepeda motorMotor Grader. Read more ... » di carport. Sepeda motorMotor Grader. Read more ... » itu tetap kokoh dan anggun seperti dulu. Kututup pintu depan perlahan dan masuk ke dalam rumahRumah. Read more ... ». Kudengar dari kejauhan suara adzanMasjid Agung Palembang. Read more ... » maghrib berkumandang kemudian bersahut-sahutan. Aku ingin segera bersujud memohon ampunNya, ternyata selama ini aku kurang bersyukur dengan apa yang telah kami milikki tanpa disadari terlalu sering mengeluh dan mengeluh hanya untuk sesuatu materiHow to Improve Your Toolbox Meeting?. Read more ... » yang diinginkan. Aku tidak menyadari dalam keluhan itu, TuhanJempol Turut Menentukan Arah Hidup. Read more ... » telah memberikan nikmat yang luar biasa pada keluarga kami. KesehatanMencuci Sebelum dan Sesudahnya. Read more ... », kebahagiaan, keharmonisan dan kehangatan didalam keluarga kami. Yang pasti buatku, hidupPHBS dan Germas. Read more ... » ini adalah belajarMenumbuhkan Minat Baca Anak. Read more ... ». Aku sedang belajarMenumbuhkan Minat Baca Anak. Read more ... » dari kesalahan dan ingin memperbaiki.*

Farhah Faridah

BogorTiome Siagian, Ibu Kepala Sekolah (Part-1). Read more ... », Februari 2015

(CeritaDurian Di Kebun Karet. Read more ... » ini hanya fiktif, maaf bila ada kesamaan ceritaDurian Di Kebun Karet. Read more ... »/kejadian)




Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: