ngabuburitNgabuburit merupakan salah satu pengaya kosakata bahasa Indonesia. Konon sudah masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (sekitar tahun 2009).

Ngabuburit adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Sunda. Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS), ngabuburit berarti ngalantung ngadagoan burit (kira-kira artinya santai melenggang menunggu sore). Kata ngabuburit dibentuk dari kata dasar “burit” yang memperoleh proses reduplikasi dwipurwa (pengulangan suku kata pertama) dan penambahan prefiks nga- (imbuhan bahasa Sunda) yang membentuk kata kerja.

Kata ngabuburit tidak ada hubungannya sama sekali dengan bulan puasa atau bulan ramadlan. Ngabuburit istilah yang biasa digunakan oleh orang Sunda dalam melakukan sesuatu sambil menunggu waktu sore. Tapi lantas mengapa kata ngabuburit akhirnya menjadi identik dengan bulan puasa? Sampai-sampai ada yang mengartikan ngabuburit adalah melakukan sesuatu sambil menunggu saat berbuka puasa. Artinya, ada suatu momen yang membuat kata tersebut menjadi seolah-olah berhubungan dengan bulan puasa.

Mungkin, karena istilah ngabuburit (yang telah terlanjur populer) lebih sering dan BhamBecak2lebih banyak digunakan dan dilakukan orang pada bulan puasa sebagai kegiatan menunggu waktu berbuka, akhirnya pemahaman dan pemaknaan ngabuburit menjadi sempit sebagai menunggu saatnya buka puasa. Pengertian itu sejalan dengan makna ngabuburit yang tercantum dalam Ensiklopedia Sunda: menunggu saat berbuka puasa sambil mengerjakan sesuatu atau bermain-main, berjalan-jalan sekadar melupakan perut lapar sampai magrib saat berbuka puasa.

Dari penjelasan diatas kita syah-syah saja atau boleh menggunakan kata ngabuburit diluar bulan puasa.

Tulisan ini tidak ingin berlama-lama menyoal kata ngabuburit. Sebab secara hakekat ngabuburit tidak ada hubungannya dengan nilai-nilai keagamaan, Islam dalam hal ini. Aktifitas ngabuburit bisa saja terjadi justru menjauh dari nilai-nilai agama misal, kongkow-kongkow sambil ngerumpi yang merugikan orang lain, ber-khalwat tanpa muhrim (bisa melalui hp dengan beragam media sosial digital).

Namun ngabuburit pun sangat bisa mendatangkan kebaikan bila digunakan dan diniatkan untuk berbuat kebaikan misal, membaca buku keilmuan, tadarus, pesantren kilat, silaturahim dengan saudara (teman lama, dll), menonton tv yang memperkaya pengetahuan positif.

Ngabuburit bisa disimpulkan seperti mata uang logam yang dilempar, akan salah satu yang terbuka dan lainnya tertutup. Begitu pun ngabuburit, semuanya tergantung kepada kita yang memilihnya. Selamat berpuasa dan semoga puasa kita memenuhi adzab berpuasa.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.