helenProyek konstruksi adalah rangkaian kegiatan pembangunan baik sarana maupun prasarana dalam satu atau beberapa area yang dibatasi waktu dan biaya. Pada kegiatan proyek konstruksi akan melibatkan pemilik proyek konstruksi (owner), konsultan, kontraktor, vendor, supplier, dan lain-lain.

Para pihak dalam proyek konstruksi tersebut banyak memperkerjakan para engineer dan non-engineer. Tidak sedikit sebagian dari mereka adalah bergender wanita atau perempuan atau kaum hawa alias cewek. Sebagian para cewek itu engineer. Sebagian lagi dari mereka adalah operator alat-alat berat termasuk lifting equipment (crane) dan lain-lain.

Dunia konstruksi memang di dominasi kaum pria namun sekali lagi cewek pun tidak sedikit yang terlibat langsung di pekerjaan lapangan.

Dunia konstruksi itu keras, kata sebagian orang. Bekerja di lapangan terbuka, bersahabat dengan terik matahari, kadang kehujanan, harus overtime dan bertemu dingin malam, masuk hutan, atau harus hidup diarea terpencil (remote area). Kerasnya dunia konstruksi bisa juga digambarkan oleh bersatunya pelaku konstruksi dengan pergerakan alat-alat berat, bekerja di dalam galian atau di ketinggian yang penuh bahaya dan resiko terhadap keselamatan.

Sekarang adalah tahun ke 25 saya bekerja di lapangan proyek konstruksi, apakah dunia konstruksi itu keras? Bisa dijawab ‘ya’, karena dunia konstruksi itu merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dibatasi kualitas, keselamatan waktu dan biaya. Segalanya harus sesuai spesifikasi, code, standar, kepatuhan, method yang tepat, cepat dan hemat biaya.

Sekali lagi, apakah dunia konstruksi itu keras? Bisa juga dijawab ‘tidak’. Selama ini terbukti orang-orang lapangan konstruksi yang ditemui itu tak sedikit yang lembut, banyak canda, agamis dan banyak yang alim selayaknya dalam lingkungan perumahan di kota-kota maupun di desa-desa. Sebab meski bagaimanapun orang-orang konstruksi juga berasal dari kota-kota maupun desa-desa.

cewek kost2Para cewek yang bekerja di proyek konstruksi tersebar di:

  • Perusahaan yang terlibat di proyek konstruksi itu sendiri seperti owner, konsultan, kontraktor, vendor, supplier, dll.
  • Hampir tiap departemen atau bagian, seperti: quality control, project control, HSE, electrical, instrument, civil, mechanical, painting & insulation, umum / keuangan & administration, contract, pergudangan (warehouse), operator alat-alat berat, dll.
  • Semua tingkatan, posisi, jabatan atau level. Mereka para cewek itu menduduki dari tukang sapu, juru masak, camp boss, juru bayar, inspector, supervisor, superintendent, hingga tingkat manajer, bahkan ada juga yang lebih tinggi dari itu.

cewek konst1Jadi kesimpulannya saat ini tidak sedikit kaum hawa alias cewek yang bekerja di proyek konstruksi, di lapangan konstruksi.

Mereka, para cewek  berasal dari jenjang pendidikan beragam mulai SMU hingga S2, dari beragam tempat asal/suku/agama, dan kebiasaan yang berbeda.

Cara berpakaian yang sering dilihat adalah menggunakan celana panjang (seringnya berbahan jean) baju seragam lengan panjang dan jilbab bagi yang berhijab. Tidak sedikit para cewek yang bekerja di proyek konstruksi berhijab dan rajin mengaji, bahkan diantara mereka bukan saja rajin mengaji namun getol menjalankan ODOA juga ODOJ. ODOA = one day one ayah; ODOJ = one day one juz!

Para cewek tersebut dapat hidup enjoy dalam dunia konstruksi selayaknya kehidupan normal dalam lingkungan rumah asalnya. Mereka secara umum memegang erat nilai-nilai agama dan norma-norma masyarakat yang umum.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.