meetingSeperti telah disebut dalam tulisan yang diposting sebelumnya bahwa sebuah proyek konstruksi memerlukan organisasi. Organisasi ini mengolah sumberdaya untuk mewujudkan tujuan proyek konstruksi, yakni menjadi suatu bangunan. Dalam organisasi proyek konstruksi tersebut terdapat beberapa suborganisasi atau kita sebut pihak-pihak yang terlibat didalam sebuah proyek konstruksi.

Secara umum pihak-pihak dalam organisasi proyek konstruksi:

  1. Pemilik proyek (owner / client / principal / employer / bouwheer)
  2. Konsultan perencana (designer)
  3. Konsultan pengawas (supervisor)
  4. Kontraktor (contractor / aannemer)
  5. Pemasok (supplier)
  6. Institusi keuangan
  7. Badan pemerintahan

Pemilik proyek memberikan tugas kepada penyedia jasa melalui lelang (tender) ataupun penunjukan. Penyedia jasa adalah konsultan perencana, konsultan pengawas, kontraktor, dan pemasok. Jasa semua pihak-pihak penyedia jasa ini akan dibayar oleh pihak pemilik proyek. Penyedia jasa akan memberikan jasa sesuai keahliannya kepada pihak pemilik proyek. Penyedia jasa akan melaporkan kemajuan perkembangan proyek secara berkala.

Konsultan perencana menerima tugas dari pemilik proyek, yaitu membuat perencanaan bangunan secara lengkap baik bidang arsitektur, sipil, mekanikal, elektrikal dan lain-lain sesuai kontrak kerja yang disepakati hingga membentuk sebuah system bangunan.

Konsultan pengawas melakukan pengawasan dalam membantu kelancaran pelaksanaan proyek untuk selalu sesuai dengan perencanaan dari awal hingga akhir proyek.

Kontraktor setelah menerima tugas dari pihak pemilik proyek maka akan melaksanakan pekerjaan pembangunan proyek sesuai rencana yang diberikan. Kontraktor menyediakan tenaga kerja, peralatan-peralatan konstruksi yang dibutuhkan, menyediakan dan menjamin pelaksanaan proyek konstruksi selalu mematuhi keselamatan kerja konstruksi yang disyaratkan.

Komunikasi dan koordinasi yang baik dari semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi merupakan kunci utama tercapainya tujuan sesuai yang direncanakan, yakni tepat waktu, tepat kualitas dan tepat biaya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.