RSS
Facebook

Pengendalian Bahaya & Resiko Pekerjaan Erection

erect1Kata erection (ereksi) sering kita dengar dalam keseharian. Erection dikenal dalam istilah kesehatan maupun dalam dunia konstruksi. Kata erection pada artikel ini akan bermakna pemasangan pembangunan, penegakan. Kata erection dalam pembahasan kita kali ini terkait dengan aktifitas konstruksi bangunan.

Kata erection dalam dunia konstruksi dapat diartikan secara bebas, adalah suatu proses persiapan dan pemasangan atau membangun tempat di mana instalasi baru akan dipasang disatu tempat.

Beberapa jenis pekerjaan erection (erection work) berdasarkan jenis material yang diangkat :


Pekerjaan erection merupakan bagian dari aktifitas konstruksi. Pekerjaan erection memiliki bahaya dan resiko tinggi, dimana semuanya tergantung pada keakuratan dan kesempurnaan perencanaan serta control system.

Bahaya utama dan pengendaliannya.

Pekerjaan erection merupakan kegiatan penuh bahaya, antara lain:

  • jatuh dari ketinggian
  • terhimpit dua benda (kegencet)
  • benda yang di erection terjatuh
  • kejatuhan/tertimpa benda
  • cedera mata akibat serpihan logam melayang
  • cedera punggung dan tulang belakang karenan pengangkatan manual saat mengangkat dan memindahkan beban berat
  • sengatan listrik dari peralatan listrik yang digunakan atau sumber tegangan tinggi, jika ada.

Pengendalian tiap bahaya yang telah diidentifikasi dan dianalisa lantas ditabelkan. Table tersebut biasa disebut Job Safety Analysis – JSA. JSA ini harus disusun dengan melibatkan semua pihak terkait dalam pekerjaan erection tersebut yang kemudian disampikan poin-poinnya terhadap seluruh erection crew  beberapa saat sebelum dimulainya pekerjaan erection.

Erection beresiko tinggi

Kapan pekerjaan erection berubah menjadi sebuah pekerjaan konstruksi yang berisiko tinggi? Yaitu  apabila dalam pekerjaan tersebut muncul hal-hal berikut, antara lain:

  • Pekerjaan dengan barang/material, equipment yang berukuran sangat besar (over dimension), sangat berat (heavy), berbentuk unik/janggal dimana titik berat atau center of gravity tidak terletak di titik simetris atau ditengah (awkward).
  • Pekerjaan menggunakan lebih dari satu crane.
  • Bekerja di ketinggian setidaknya 2 meter, ada resiko pekerja jatuh.
  • Pemasangan struktural atau lainnya yang membutuhkan dukungan sementara (temporary supports) untuk mencegah ambruk atau keruntuhan.
  • Pekerjaan dilakukan di atau dekat poros parit (trench) atau galian (excavation) yang dalamnya lebih dari 1,5 meter.
  • Pekerjaan dilakukan di atau dekat atau dibawah listrik tegangan tinggi.
  • Pengaruh kondisi alam, misal erection di area yang berangin kencang, curah hujan tinggi, sering terjadi petir, dan lain-lain.

Pengendalian resiko

erect2Jika menemui pekerjaan erection dengan resiko-resiko diatas maka kita harus menyiapkan dan mempunyai cara kerja aman untuk erection tersebut (a safe work method statement – SWMS). Di dunia konstruksi Indonesia, kita sering menyebutnya method statement saja.

Level manajemen peran aktifnya sangat dibutuhkan dalam menyukseskan pekerjaan erection. Selain level manajemen maka para ahli dengan kualifikasi khusus dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan erection. Mereka para ahli itu terkait engineering, rigging dan crane crews.

Crew of rigging & crane harus berkualifikasi, terlatih, berpengalaman dan berkompeten seperti yang disyaratkan baik persyaratan legal aspect maupun teknis. Hal ini bertujuan untuk tindakan pengendalian dan mengelola bahaya dan risiko pekerjaan erection itu sendiri.

Level manajemen merupakan pendukung utama dalam pekerjaan erection ini. Manajemen berkewajiban menyediakan, antara lain: menetapkan schedule, disain dan perencanaan yang baik, lahan yang layak dan memadai (untuk storge area, posisi crane, dll), alur pekerjaan jelas, tersedianya akses yang baik.

Manajemen pun harus yakin terjadinya sinkronais antara pihak engineer, fabricator dan erector yang terlibat dlam pekerjaan erection. Misal dalam hal-hal: gambar kerja (shop drawings), urutan erection (erection sequence), tersedianya erection method statement dan Job Safety Analysis (JSA), terjaminnya peralatan dan asesorisnya yang akan digunakan. Pihak manajemen juga harus sudah memiliki sebuah dokumen yang mengcover jika terjadi hal-hal yang bersifat darurat (emergeny plan document).***




Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: