arif1PHBS, kependekan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Manfaat PHBS yaitu perilaku hidup yang dapat mencegah berbagai penyakit dari diri kita. Jika kita melakukan PHBS maka akan sangat mungkin terhindar dari berbagai penyakit baik yang menular ataupun tidak. Contoh PHBS yang paling sederhana yang bisa dan biasa kita lakukan adalah kebersihan diri sendiri (personal hygiene), yang berguna mencegah penyakit seperti ISPA (infeksi saluran nafas atas), demam, batuk, gatal-gatal di kulit, dsb.

PHBS mencakup juga kebersihan lingkungan sekitar kita, contohnya kebersihan lingkungan rumah, sekolah, sanitasi makanan dan minuman yang mana dimaksudkan pola hidup yang bisa mencegah berbagai penyakit menular seperti demam berdarah, tipes, diare, kolera, TBC, dsb.

Melakukan PHBS diperlukan kesadaran individu, keluarga atau sekelompok orang sehingga baik individu atau kelompok orang tersebut dapat meningkatkan tingkat kesehatan dirinya sendiri dan kelompoknya. Impak positif dari PHBS antara lain individu atau anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah terserang sakit (imun), kesempatan untuk hidup lebih produktif, anak-anak tumbuh sehat dan dapat menjalani kegiatan ajar-belajar lebih baik.

Berikut merupakan hasil bincang santai antara sekolahajadotcom dan dua petugas Puskesmas Kecamatan Semendo Darat Laut, Kabupaten Muara Enim. Arif dan Ahdan, petugas/perawat Puskesmas tersebut menyampaikan pengalamannya terkait penerapan PHBS di desa Karya Nyata Kabupaten Muara Enim. Desa Karya Nyata merupakan desa dimana mereka Arif dan Ahdan ditugaskan.

Muara Enim merupakan salah satu kota kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, letaknya sekitar 6 jam dari kota Palembang melalui jalan darat. Sedangkan jarak waktu dari Muara Enim ke Desa Karya Nyata sekitar 4 jam perjalanan darat. Desa ini terlatak diketinggian kurang lebih 1400 meter diatas permukaan laut.

Di desa tersebut Arif dan Ahdan melaksanakan salah satu tugas rutinnya yaitu mensosialisasikan dan sekaligus mengajarkan untuk penerapan program PHBS. Arif dan Ahdan menjalankan program PHBS melalui penyuluhan di tempat Posyandu Desa sejak tahun 2013 dibawah pemegang program PHBS Puskesmas Pulau Panggung, Ibu Hajjah Nurbaity. Yang menjadi obyek penyuluhan PHBS terfokus kepada lingkungan rumah dan sekolah terutama terkait MCK (Mandi-Cuci-Kakus).

Cakupan area baik rumah maupun sekolah, meliputi sistem ventilasi udara, sistem sinar matahari yang memadai, kebersihan dalam bangunan, penyediaan air bersih, MCK, permasalahan sampah, sanitasi makanan, dll.

arif2Arif dan Ahdan menjelaskan mengenai adanya beberapa kendala pelaksanaan program PHBS di Desa Karya Nyata dimana tingkat pendidikan penduduk disana rata-rata lulusan SMP. Menurut Arif dan Ahdan, di Desa Karya Nyata baru terdapat 1 sekolah SD dan yang sedang dibangun di tahun 2016 ini (belum beroperasi) sebuah sekolah SMP. Kendala-kendala Arif dan Ahdan itu antara lain faktor jarak, fasilitas transportasi dan perlengkapan alat sound sistem, serta heterogen penduduk disana. Kendala lain adalah tingkat kesadaran masyarakat Desa masih rendah akan kebutuhan kesehatan sehingga angka kehadiran dalam penyuluhan bisa dikatakan minim, bisa dikatakan baru mencapai 30% dari angka kehadiran yang diharapkan. Dari angka 30% yang hadir tersebut belum tentu semuanya faham mengenai materi PHBS apalagi yang hadir sebagiannya adalah para lanjut usia. Maka nilai keberhasilan dalam penyuluhan otomatis masih belum mencapai seperti yang diharapkan. Melihat pencapaian target yang belum sesuai seperti yang diharapkan maka pelaksanaan program PHBS di Desa tersebut masih perlu upaya-upaya kerja keras lagi agar dapat mencapai ketingkat yang lebih baik. Karena belum tercapainya harapan program PHBS di desa Karya Nyata maka angka kunjungan orang sakit di Puskesmas desa tersebut masih pada tingkatan yg relatif sama dengan sebelumnya.

Ahdan menambahkan bahwa ditahun 2016 ini, Desa Karya Nyata dengan pencapaian PHBS yang ada sempat menjadi yang terbaik dalam lomba “Desa Sehat” untuk tingkat tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Semendo Darat Laut, Semendo Darat Tengah, dan Semendo Darat Ulu. Namun saat ditingkat Kabupaten, Desa Karya Nyata tersingkir. Perlu dicatat bahwa di tahun 2013, Desa Tanjung Tiga, salah satu Desa di Kecamatan Semendo Darat Ulu pernah meraih predikat “Desa Sehat” ke-3 ditingkat Provinsi Sumsel.

gemas 43Sejalan dengan PHBS yang diceritakan Arif dan Ahdan di Desa Karya Nyata, semalam Ibu Tiome Siagian, Ibu Kepala Sekolah SDN 43 Parepare melalui percakapan handphone mengatakan bahwa Parepare merupakan 1 dari 10 kota di Indonesia sebagai tempat pencanangan Germas. Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dicanangkan di kota Parepare yang dihadiri Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulsel), Walikota Parepare, Kemenkes RI di hari Selasa, 15 November 2015.

Rombongan Gubernur tersebut kemudian melanjutkan kunjungan ke puskesmas-puskesmas yang ada di Parepare termasuk SDN 43 Parepare. Ibu Tiome menjelaskan program riil Germas di lingkungan sekolahnya adalah tersedianya fasilitas UKS yang sudah memenuhi minimum standard, kebersihan kantin, fasilitas WC yang sehat dan memenuhi rasio, manajemen sampah, dan lain-lain yang dilakukan secara terus menerus menganut PDCA (Plan-Do-Check-Action).

SDN 43 Parepare mendapatkan kunjungan pemeriksaan setidaknya satu kali dalam satu bulan dari Dinkes setempat. Beberapa orang tua siswa SDN 43 tidak segan atau malu melakukan pembersihan di lingkungan sekolah disaat-saat luang menunggu anaknya menjalani jam sekolah, begitu kata Ibu Tiome menutup pembicaraan.*

2 thoughts on “PHBS dan Germas”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.